Permainan Yahudi Dalam Konsep Roj'ah

Posted in Sabtu, 31 Desember 2011
by Unknown

oleh Haidar Abdullah Shahab

Pemahaman tentang raj'ah dalam FATWA-FATWA SESAT AGAMA SYI’AH imamiyah itsna asyariyah (rofidhoh)

Diantara pemikiran yahudi yg disusupkan kedalam akidah syiah oleh abdullah bin saba' adalah tentang keyakinan raj'ah,yaitu dikeluarkanya (dibangkitkannya kembali kedunia,reingkarnasi) orang-orang yg telah meninggal dunia sebelum hari kiamat dan sebelum hari kebangkitan manusia dipadang mahsyar bersamaan dgn munculnya imam mahdi (versi syiah) untuk menuntut balas kpd musuh-musuh para aimmah dan mereka- mereka yg menyalahi perintah para aimmah serta sebgai bentuk mengobati luka hati para aimmah yang selalu didholimi sebagai mana disebut oleh almajlisy dlm kitab hayatul qulub 3/pasal 35 hal 303. Sebenarnya hal ini masih sangat  Terkait 'Pengkafiran' Shahabat Nabi.

Keyakinan ini hampir menjadi kesepakatan secara ijma' dalam akidah syiah dan tidak ada pertentangan tetang hal itu sebgaimana dikomentari oleh ulama syiah sendiri diantaranya yaitu "alhuur al amily" dalam kitab:

الايقاظ من الهجعة بالبرهان على الرجعة،(الوسائل الشيعة) ص٣٤ ط.المطبعة العلمية-قم- الطهران.


Begitu pula pengakuan dan pendapat mufassir syiah diantaranya "abu ali athibrisy" mengutip firman ALLAH dlm alqur'an

(ويوم نحشر من كل امة فوجا ممن يكذب باياتنا فهم يوزعون)


Attibrisy tidak mensifatkan hari yg dimaksud dlm ayat tersebut adalah sifat tentang hari kiamat sebgai firman ALLAH:

(....وحشرناهم فلم نغادر منهم احدا)


Sbagaimana hal itu (akidah raj'ah) diperkuat oleh riwayat -riwayat yg dinisbatkan kpd aimmah ahlulbayt dlm kitab-kitab mereka.

Syarif almurtadlo yg bergelar "ilmu huda" dlm menjawab pertanyaan tentang akidah raj'ah (kebangkitan yg mati sebelum kiamat,reingkarnasi untuk diadili):"itu sebagaimana pendapat keyakinan akidah syiah imamiyah bahwa kelak sebelum kiamat ktka munculnya almahdi akan dibangkitkan kembali para musuh-musuh para aimmah yg telah berlalu untuk ditegakkan hukum atas mereka" yang tentu saja  NALAR SEHAT ALA SUNNY Akan sangat menolaknya.

(a'yan syiah 1/132 cetakan pertama damaskus)

Diperkuat oleh pernyataan ulama syiah jg "muhammad bin nu'man" yg bergelar "al mufid":

"telah menjadi kesepakatan ijma' akidah imamiyah tentang wajibnya keyakinan raj'ah sebelum terjadi kiamat"

(awail maqolat hal 52)

"bahwa ALLAH SWT akan mengembalikan sekelompok manusia yg telah meninggal dunia dlm bentuk mereka yg asli (reingkarnasi),akan dipisahkan antara mereka yg mulia dan yg hina dan itu terjadi ktka munculnya almahdi"

(awail maqolat hal 90)

"munculnya almahdi pada jumadil akhir bersamaan dengan turunya hujan sampai sepuluh rajab yg tidak pernah terjadi sebelumnya,maka ALLAH menumbuhkan kembali jasad-jasad orang-orang mukminin dlm kubur mereka"

(al irsyad karya al mufid hal 363,i'lam al wara athibrisy hal 462,biharul anwar almajlisy 13/223,shirotol mustaqim annabaty 2/251.

"ليس منا من لم يؤمن بكرتنا-رجعتنا-ويستحل متعتنا"(من لا يحضر الفقيه لابن بابويه القمي ج ٣ ص ٤٥٨،وتفسير الصافي للكشاني ج ١ ص٣٤٧.

"Tidak beriman dan bukan dari golonganku mereka yg tidak beriman terhadap masalah raj'ah dan tidak menghalalkan mut'ah (kawin kontrak) dalam ajaran kami"

(man la yahduril faqih ibn babawayh juz 3/458, tafsir asshofy al kasany juz 1/347).

dalam tafsir ayasy:

"لا يبعث الله نبيا ولا رسولا الا رد الى الدنيا من ادم فهلم جرا حتى يقاتل بين يدى علي بن ابي طالب عليه السلام"


"bahwa ALLAH tidak akan membangkitkan para nabi dan rasul kecuali dibangkitkan juga semua manusia semenjak nabi adam as dan seterusnya sehingga mereka turut serta untuk terlibat berperang membela imam ali as"


(tafsir ayasy 1/281,alburhan 1/295,biharul anwar)

Riwayat imam ja'far (versi syiah)

"bahwa amirul mu'minin ali as akan(mengalami proses raj'ah,reingkarnasi) dibangkitkan kembali bersama putranya husain as begitu juga bani umayyah,muawiyah dan keturunanya,dan semua yang terlibat dalam peperangan tersebut,maka mereka (bani umayyah dan pengikutnya) akan merasakan siksaan dan pembantaian.........

Kemudian akan dibangkitkan lagi imam ali as bersama nabi saw beserta seluruh para nabi-nabi dan rasul-rasul.

(anwar nu'maniyah al jazairy 2/98-99,103)

Ulama-ulama syiah rofidhi yg menyakini ttg akidah raj'ah(kebangkitan/reingkarnasi) dan tertulis dlm kitab-kitab mereka

1. Baqir al majlisy wafat 1111 h
2.jamal khunsary wafat 1125 h
3.hasan alhily abad ke 7
4.ibn muthohar alhily 726 h
5.muhammad abbas athustury wafat 1306 h
6.sulthon mahmud murid almajlisy
7.sulaiman al qothify wft 1266 h
8.fadhol bin sadan annaisabury wafat 260 h
9.yahya al bahrany
10. Hasan al qumy
11.muhammad ridlo athibsy
12.abdullah razq alhamdany
13.hurry al amily
14.farj bin asyuro
15.mahmud fathulloh alkadzimy wafat 1085
16.ahmad bayan asfahany
17.ahmad bahrany wafat 1131 h
18.muhammad ali sinqiry
19.ghulam ali aqiqy
20.ahmad bin muhsin
21.mirza muhammad mu'min usturo abady wafat 1088 h
22.muhammad mas'ud ayasy
23.ibn babawaih alqumy wafat 381 h
24.habibullah kasyany wafat 1340h
25.ali naqy hindy


bahwa pemikiran raj'ah(reingkarnasi) adalah susupan daripada ajaran yahudi itu adalah sebuah kebenaran sbgaimana diungkap oleh "juliat zier":

"bahwa konsep ttg raj'ah bukanlah berasal dari syiah secara pasti,tp itu berkembang kedalam pemikiran sbgian orang islam dari metode pemikiran peramal-peramal yahudi dan penganut almasih(kristen)"

(akidah dan syariat hal 215)

Sebagaiman juga pendapat ahmad amin:"bahwa syiah telah mengadopsi pemahaman ttg raj'ah dari ajaran yahudi"
(fajrul islam 276)

Abdullah bin saba' adalah orang yg menyebarkan ttg metode raj'ah ini sbgaimana dinukil oleh "athobary":
"adapun abdullah bin saba' adalah seorang yahudi dari sana',dia masuk islam pada masa kholifah ustman ibn affan ra,dia berpindah pindah di berbagai kota2 kaum muslimin untuk menyebarkan kesesatan dan berusaha menarik kpd kekufuran,dimulai dari hijaz,basrah,kufah dan syam.

Dimana dia (abdullah bin saba') berkata:

"sungguh sebuah keheranan bagi mereka yg menyakini nabi isa as akan kembali kebumi dan mereka mendustakan ttg kembalinya muhammad saw kebumi sebelum kiamat"
dia berdalih dgn firman ALLAH:

"إن الذي فرض عليك القران لرادك الى معاد"


Maka nabi Muhammad lebih berhak dibanding nabi Musa as,maka banyak orang yang menerima hal itu,maka di bentuklah konsep raj'ah dan didiskusikan

(tarikh athobary juz 5/98,maqolat islamiyin al as'ary juz 1/50)

semoga kita diselamatkan daripada faham-faham dan akidah yg sesat dan menyesatkan.amin
Read More >>

Belenggu Masa Lalu

Posted in Selasa, 27 Desember 2011
by Unknown


Sebagian umat Islam bisa dibilang sedang terjebak di dalam belenggu masa silam,
dengan berpendapat bahwa umat masa lampau selalu lebih baik daripada umat yang kemudian.

Beberapa indikator yang bisa kita lihat adalah betapa hampir setiap khutbah yang ada di mimbar-mimbar masjid selalu berbicara tentang umat terdahulu (yang merujuk kepada era zaman Nabi Muhammad saw dan para Sahabat), adanya penolakan terhadap gagasan pembaruan dengan dalih bahwa apa yang sudah ditetapkan oleh umat terdahulu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat,.. sampai pada gagasan untuk mengembalikan sistem pemerintahan abad pertengahan yaitu sistem Khilafah.

Bahwa umat terdahulu adalah selalu lebih baik dibanding umat kemudian, itu tidaklah selalu benar.
Peradaban manusia,.... termasuk peradaban umat Islam bagaikan roda berputar, selalu naik turun,.. dan yang jelas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Jika dikatakan umat Islam di zaman Nabi Muhammad saw hidup adalah yang terbaik, saya Sepakat...... Karena fakta sejarah membuktikan bahwa pada masa itu umat Islam mengalami peningkatan kualitas SDM yang luar biasa, dengan menancapkan pondasi bagi perkembangan umat Islam menjadi umat teladan di muka bumi.

Namun semenjak Rasulullah saw wafat,...... pertengkaran di dalam umat yang berlanjut menjadi perpecahan mulai terjadi.

Untung saja bahwa pondasi yang beliau letakkan begitu kokoh,.. sehingga untuk beberapa abad ke depan umat Islam terus melesat menjadi umat yang disegani dan bahkan bisa membangun peradaban maju yang unggul di bidang Ilmu Pengetahuan, Kesenian,.... Filsafat,... Ekonomi,.. dan Militer.
Bahkan umat Islam yang pada saat itu mayoritas dari bangsa Arab yang sebelumnya kurang diperhitungkan di mata dunia,.. bisa menaklukkan dua Imperium Besar dunia pada saat itu, yaitu Kekaisaran Romawi dan Persia.

Akan tetapi patut diingat,... bahwa semua itu ada dalam berbagai kondisi yang menyertainya...
Ada yang tertulis dengan tinta emas di atas lembaran putih sejarah,..... namun tidak sedikit yang tertulis dengan tinta darah di atas lembaran hitam sejarah.

Misalkan saja pada era kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz (berkuasa 717-720 M)
dan Harun Al Rasyid (berkuasa 786-803 M),.... sejarah mencatat bahwa umat Islam berada di zaman Keemasan pada waktu itu,.... dan tentu saja jauh lebih baik dibandingkan era ketika Yazid bin Muawiyah (berkuasa 680-683 M),.. yang periode kehidupannya lebih dekat dengan zaman Rasulullah saw ,.. di mana pertumpahan darah di antara sesama umat Islam terjadi sehingga menewaskan cucu Rasulullah saw yaitu Sayyidina Hasan dan Husain ra.

Fakta sejarah ini membuktikan bahwa tidak selalu umat terdahulu itu lebih baik dibandingkan umat kemudian.
Juga berarti tidak selalu umat yang masa hidupnya lebih dekat dengan masa hidup Rasulullah saw selalu lebih baik dibandingkan umat yang masa hidupnya lebih jauh dengan masa hidup Beliau.

Ketika Rasulullah saw masih hidup, tidak pernah terjadi perbedaan yang prinsip di antara umat Islam,... terutama mengenai penafsiran dari ayat-ayat Al Qur’an.
Karena semua selalu dikembalikan kepada Rasul-Nya.
Rasulullah saw adalah penjaga kemurnian ajaran Islam.
Akan tetapi setelah beliau wafat,...... tidak ada lagi orang yang memiliki otoritas sebesar Beliau.

Dengan demikian,.... semua orang di zaman setelah era Rasulullah saw memiliki otoritas yang sama di hadapan Allah,.. sehingga tidak ada yang berhak mengklaim dirinya paling benar.....Karena hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang tersesat dari jalan-Nya...!! :


ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ‌ۖ

وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن

ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ


" Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."
( QS An Nahl : 125 ).


Mari kita Pertegas hal ini di dalam diri kita,.. sehingga tidak terjadi kerancuan dalam menjalankan agama,.. yang seringkali menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai wakil Allah dan Rasul-Nya di muka bumi..!! Lebih buruk lagi,... seringkali kelompok semacam ini bertindak Sewenang-wenang dan menghakimi orang lain sesuai dengan cara pandangnya sendiri...!!

Hal ini terjadi akibat salah Persepsi yang sedemikian parahnya,.. sehingga telah menyimpang dari apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw.
Perpecahan yang terjadi saat ini bukanlah meneladani apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, ...melainkan mengikuti umat-umat sesudahnya yang bertengkar mengklaim kebenaran,.. sehingga muncul perbedaan mazhab dan kelompok.
Yang Sunni mengharamkan Syiah,... begitu pula sebaliknya.
Belum lagi keberadaan kelompok Salafi dan Wahabi,... dan kelompok-kelompok kecil lainnya.
Kesemuanya memiliki tata cara dan keilmuan yang diajarkan oleh guru masing-masing,.. dan tidak mau menerima sedikit pun apa yang dikemukakan oleh aliran lainnya. ......Yang penting : “Asal Beda” dan “Asal Bukan Dia”.

Maka apakah masa lalu kelam semacam ini yang akan terus kita suburkan..?
Apakah klaim kebenaran yang selalu berakibat perpecahan ini yang akan terus kita lestarikan..?

Ingat...!! Bahwa masa lalu ada untuk kita ambil pelajaran dan hikmahnya.
Jangan sampai kita gagal mengambil pelajaran dan memetik hikmah dari perjalanan umat Islam dalam sejarah,... sehingga kesalah itu terus-menerus kita ulang,... sehingga keadaan umat ini dari hari ke hari semakin terpuruk dan memprihatinkan.

Jika kita ingin meneladani umat di zaman Rasulullah saw,.. maka kita teladani semangat beliau dan para sahabat dalam menegakkan ajaran Islam.
Mari kita meneladani semangat ketulusan,.. semangat keterbukaan pikiran dan hati, semangat saling berbagi dan mengingatkan,.. semangat kesabaran,... semangat pantang menyerah dalam berjuang,... semangat dalam menuntut ilmu,.. dan berbagai semangat kebaikan lainnya yang telah dicatat dalam sejarah.

Bukannya malah meniru-niru hal-hal yang sifatnya fisik semata.
Seperti cara berpakaian,.. penggunaan istilah-istilah Arab dalam berbicara,... dan segala perilaku yang meniru-niru kehidupan masyarakat Arab di abad pertengahan. Apalagi meniru-niru kedengkian umat terdahulu yang telah menyebabkan umat ini terpecah belah....!!

Amat menyedihkan ketika melihat bahwa umat lain sudah berbicara mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi,... gagasan penyelamatan bumi, ....konservasi lingkungan flora dan fauna, ...merumuskan model sistem ekonomi yang saling menguntungkan, namun ternyata umat kita masih disibukkan dengan persoalan-persoalan Fiqih,.. tentang ini cara berpakaian di zaman Rasul,... ini berdoa yang benar seperti di zaman Rasul,... ini haram karena tidak pernah diajarkan oleh Rasul, ...dan berbagai urusan kecil lainnya yang sukses menahan laju peradaban umat Islam itu sendiri.

Saya sangat berharap bahwa kajian dan diskusi keislaman tidak hanya pandai mengutip-ngutip catatan sejarah di masa lampau, ...akan tetapi juga bagaimana mengaktualisasi dalam kehidupan masa kini.

Sekali-kali kita bisa mengangkat teladan dari tokoh-tokoh Mu'min di masa kini, sehingga umat Islam di masa kini bisa merasa lebih dekat dengan realita yang ada dan mudah untuk meneladaninya.

Masa lalu biarlah menjadi masa lalu....
 
Tidak mungkin bagi kita untuk mengembalikan kehidupan fisik masa lalu ke masa kini. Masa lalu ada untuk kita ambil pelajaran dan petik Hikmahnya.

Mari kita menatap masa kini dan masa depan.

Karena tantangan umat Islam saat ini ada di masa kini dan masa depan,... bukan masa lalu....!

Semoga bermanfaat...!
Read More >>

Hidangan Populer Warkop Pusat

Copyright 2011 @ Warkop Mbah Lalar