Memahami Dan Mengerti Fenomena Konflik Antar Syi'ah Dan Sunni.

Posted in Selasa, 04 September 2012
by Unknown

Beda antara iran dengan indonesia. Iran sudah jelas melarang secara institusi dan disahkan oleh parlemen, dan sempat menghalalkan darah ahlusunnah;, sedangkan Indonesia belum dan jangan sampai seperti iran. 

Kalau melihat pernyataan bupati sampang, jelas akar masalahnya ada di tajul muluk dan rois. sebelum kedatangan ajaran mereka, g ada konflik. Jadi ghulat dua2nya ini yang menimbulkan konflik.

kalau kita lihat sejarah politik islam, tentu saja Rasul juga bermuamalah dengan ahlu dzimmah seperti yahudi, bahkan diantara mereka dari bani khazraj ikut berperang bersama rasulullah, padahal mereka menyembah berhala dan lain sebagainya. Apalagi yang sudah beriman.

Saya rasa terlalu dipaksakan jika harus melarang secara institusional, yang dilarang ya ajarannya. Bukan institusinya. Adapun institusinya wajib didakwahi secara kontinyu oleh orang orang terlatih dan terpercaya untuk menasehati dan mendakwahi mereka, yangg sudah disepakati dan ditunjuk oleh lembaga seperti MUI.

 Salah satu upaya pelestarian aswaja adalah dengn dakwah melalui hiwar. dan mengajarkan mereka fikih aqalliyat muslimah kepada yang minoritas. Menghaormati hak-hak mereka, sehingga akal dan hatinyanya bisa ikhlas menerima saat di khitab.

Saya kira pemahaman ini harus dibenahi. baik yang sunni harus paham fikih secara menyeluruh, terutama fikih ijtima'i dan 'alaqah dauliyah yang diatur dalam islam. serta menyadari, kita ini darusalam, darul harb, atau darul 'ahd? Siapa yang jadi qadhi, mufti, dan apa status masyarakat tersebut.,  mengetahui orang itu salah, bid'ah, murtad saja tidak cukup. Karena kalau cukup, tentu hasilnya akan ada pembunuhan masal. Dan sejarah aswaja yang hidup bukan didalam darussalam tidak pernah mencatat hal terseb, kecuali wahabi dan syiah rawafidh.

Syarat ulama secara umum mengenai darul harb, jika pemimpinnya bukan muslim, dan tidak ada kesepakatan apapun dgn pimpinan tsb.

Adapun menurut kalangan hanafiyah, zaidiyah dan beberapa fuqoha, ada bbrp syarat lain; diantaranya pemimpinnya bukan muslim, dan tidak bisa menerapkan syariat islam. kalau negara tersebut mempunyai iklim yang melindungi, misalkan gurun dan lautan luas yang menjaga dari agresi negara lain, maka tidak dinamakan darul harb (tapi syarat ini akan batal menimbang keadaan perang yang sudah tidak perhatian sama letak geografis).

Kemudian juga ketidakamanan orang islam ataupun ahlu dzimmah dalam negara tersebut, maka barulah ia dinamakan darul harb. Yang terakhir inilah sebenarnya yang lebih condong kepada ushul 'alaqah yaitu as-salam.
Sebaiknya kita mencegah hal hal yang mencederai kesatuan nasional. baik wahabi takfiri, syiah takfiri dsb. Karena kalau mereka dilarang secara serempak, dikhawatirkan akan terjadi pertumpahan darah yang dimana kita pada akhirnya tidak akan bisa membedakan dan malah merampas hak orang lain. Yang belajar sulit membedakan, apalagi awam?
Maksud dari serempak dalam artian institusi. :) Tapi ya itu, kadang banyak memahami kalau kita ini negara aswaja dan berada dalam darussalam Atau bahkan darulharb. Padahal kita adalah negri darul 'ahdi. :)
untuk memudahkan perbandingan saja, fikih orang yang meninggalkan shalat baik juhud, maupun kaslan dan enggan taubat dihukumi sebagai orang murtad dan layak dibunuh. Nash shariih. qath'iy. Tapi waqi'? :)
apakah fenomena ini tidak lebih banyak? :)
Saya rasa pendidikan islam menyeluruh adalah kunci jawaban dari segala permasalahan mainstreams yang ada di indonesia.
Allahu a'lam

Salam Warkoper
Read More >>

Setelah Libya Target AS Adalah Papua

Posted in Senin, 27 Agustus 2012
by Unknown



Papua Target AS selanjutnyaBerita heboh terkini. Kasus di Libya hampir sama dengan kasus Timor Timur, dengan alasan HAM, Demokrasi dan PBB akhirnya Timor Timur Lepas dari Indonesia. Dibawah tekanan Australia, Amerika dan PBB atas nama HAM dan Demokrasi, akhirnya pemerintah BJ Habibie saat itu tidak sanggup lagi menghadapi tekanan politik yang bertubi-tubi dari para penjajah Kapitalis yang mengincar Minyak di celah Timor.
begitu juga dengan libya, dengan alasan HAM AS dan sekutunya menyerang pemerintahan Khadafi padahal ujung2nya ingin menguasai minyak di libya.

Menurut pengamat militer ibu Connie Rahakundini Bakrie skenario AS menyerang libya dan timur tengah sudah di rancang dari awal. karena semua negara tersebut terdapat sumber minyak bumi yang besar. Bahkan Ibu connie menambahi kalau sasaran AS selanjutnya adalah papua.

wow..benar-benar mengagetkan..!!!!



Pernyataan ibu connie pada siaran tv one sabtu 26/3 2011 bukannya tanpa dasar. Kabar Papua menjadi target AS berikutnya sudah beredar di kalangan intelejen.

Sebuah sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri mengungkap adanya usaha intensif dari beberapa anggota kongres dari Partai Demokrat Amerika kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membantu proses ke arah kemerdekaan Papua secara bertahap.

Karena dengan tampilnya Presiden Barrack Obama di tahta kepresidenan Gedung Putih, praktis politik luar negeri Amerika amat diwarnai oleh haluan Partai Demokrat yang memang sangat mengedepankan soal hak-hak asasi manusia. Karena itu tidak heran jika Obama dan beberapa politisi Demokrat yang punya agenda memerdekakan Papua lepas dari Indonesia, sepertinya memang akan diberi angin.

Beberapa fakta lapangan mendukung informasi sumber kami di Departemen Luar Negeri tersebut. Betapa tidak. Dalam dua bulan terakhir ini, US House of Representatives, telah mengagendakan agar DPR Amerika tersebut mengeluarkan rancangan FOREIGN RELATION AUTHORIZATION ACT (FRAA) yang secara spesifik memuat referensi khusus mengenai Papua.

Kalau RUU ini lolos, berarti ada beberapa elemen strategis di Washington yang memang berencana mendukung sebuah opsi untuk memerdekakan Papua secara bertahap. Dan ini berarti, sarana dan perangkat yang akan dimainkan Amerika dalam menggolkan opsi ini adalah, melalui operasi intelijen yang bersifat tertutup dan memanfaatkan jaringan bawah tanah yang sudah dibina CIA maupun intelijen Departemen Luar Negeri Amerika.

Karena itu, Departemen Luar Negeri RI haruslah siap dari sekarang untuk mengantisipasi skenario baru Amerika dalam menciptakan aksi destabilisasi di Papua. Berarti, Departemen Luar Negeri harus mulai menyadari bahwa Amerika tidak akan lagi sekadar menyerukan berbagai elemen di TNI maupun kepolisian untuk menghentikan adanya pelanggaran-pelanggaran HAM oleh aparat keamanan.

campur tangan Amerika dengan skenarionya berusaha agar Papua lepas dari NKRI. Amerika tentu punya alasan agar Papua lepas dari Indonesia, Papua adalah mutiara hitam dari timur, sebuah tanah yang kaya raya, dengan kekayaan alam yang luar biasa banyaknya serta kandungan emas di bukit Freeport yang melimpah membuat para Kapitalis penajajah serakah ngiler dibuatnya.

Padahal kalau kita tahu pembagian royalty freeport indonesia hanya mendapat 1 %, sedangkan asing mendapat 99%.

sungguh lucu yah..
masa tukang cangkul hasilnya jauh lebih banyak dari yang punya tanah.

Alasan utama yang menjadi isu pemisahan Papua dari NKRI adalah Kemiskinan, pemerintah Indonesia yang tidak mampu mengentaskan kemiskinan di Papua menyebabkan isu-isu sparatis berkembang.

Kemiskinan Papua adalah salah satu akibat dari sistem Kapitalisme yang diterpakan di Indonesia, emas Papua yang seharusnya mampu memakmurkan rakyat Papua justru dirampok oleh Freeport dan perusahaan asing milik Kapitalis Penjajah.
Isu-isu HAM dan Demokrasilah yang sedang dikembangkan oleh Amerika Serikat agar Papua bisa lepas dari NKRI, dengan isu ini diharpakan akan terjadi referendum bagi tanah Papua. Yang selanjutnya mengantarkan Papua ke arah pemisahan diri dari NKRI.

Karena itu Saya himbau kepada warga indonesia
lupakanlah masalah perbedaan suku, agama, ras..
mari kita bersatu. waspadai bersama gerakan ormas yang menjurus pada anarkis. waspadai ormas yang berdalih ingin memperjuangkan papua.
Berhati-hatilah karena intelejen asing sudah ada di sekitar kita.
Mari kita sama - sama jaga kedaulatan RI supaya tidak sampai terpecah belah.

Berita ini bukan sekedar omong kosong. Anda bisa bookmark postingan ini kemudian tunggu beberapa waktu nanti. jika pemerintah kita lemah, maka papua akan memisahkan diri dari kedaulatan RI.
Read More >>

Ateisme Dan Teis Indonesia Yang Membingungkan

Posted in Minggu, 29 Juli 2012
by Unknown
ATEISME DAN TEISME INDONESIA: Sebuah Dunia Yang Membingungkan

oleh Naga Sukma


aku tak tahu apa yang di cari oleh seorang yang mengaku dirinya ATEIS. dan aku juga tak tahu apa yang di cari oleh orang yang mengaku dirinya TEIS. hari kian hari perdebatan di antara mereka kian bising: mencaci, mengolok ngolok, saling membenci dan bahkan tak jarang saling membunuh. saat aku memasuki grup grup maya, yang ada hanya kekecewaan di sana sini. kecewa terhadap ateisme dan kecewa terhadap teisme. saat aku mencoba memasuki dunia nyata, kekecewaan itu berlipat ganda. sampai sekarang aku belum tahu pasti kenapa orang orang yang menempatkan dirinya di posisi yang saling berlawan itu saling menatap penuh dengki? karena yang aku tahu adalah cacia cacian yang keluar di antara kedua belah pihak, sebuah warna yang membuat mataku buta. aku hampir tak mendapatkan apa apa. yang aku dapatkan hanya rasa muak, marah, kecewa, dan frustasi sehingga aku berpikir, kenapa tidak diakhiri saja semuanya?

Saat aku melihat dan mengamati ateisme dan teisme yang ada di negara ini, aku seakan mengamati tubuh tubuh yang terkoyak parah di kedua belah pihak. aku jadi ingat apa yang pernah di tulis oleh ali syariati, manusia manusia yang bertubuh abad 14 namun mempunyai pola pikir abad modern, 21. tubuh tubuh yang terkoyak dan saling berebut dan saling mendominasi.

Russel benar saat ia mengatakan kemarahan orang orang eropa mengenai agama kristen hanya bisa diketahui dan dirasakan oleh orang orang eropa itu sendiri. namun aku bingung, apa yang membuat orang orang asia marah hari ini dan akhirnya terkoyak koyak dalam sebuah dunia yang tak jelas? terlebih di Indonesia: di lain sisi ia membenci agamanya atau zamanya, di lain pihak ia tak ingin lepas dan mempertahankannya. sehingga tak akan pernah benar benar menjadi seorang agnostik maupun ateis sempurna seperti di barat. akhirnya, yang terjadi hanyalah marah dan kebenciaan yang luar biasa tanpa tahu mengapa?hal yang cenderung ceroboh adalah ateisme dan teisme di negeri ini tidak mempunyai kualitas yang cukup untuk mempertahankan apa yang mereka bela. ateisme dan teisme di barat lahir dengan kadar intelektualitas tinggi sehingga mempunyai alasan yang kuat untuk saling menolak kedua belah pihak. namun ketika salah satunya lebih kuat dan memiliki bukti maupun alasan yang cukup untuk membuat salah satunya diam, maka salah satunya mengalah dengan wajar mengakui kekalahan mereka. entah mereka kalah karena faktor para pengikutnya atau kalah karena alasan alasan tertentu yang kuat. yang satu bisa pindah menjadi ateis yang asalnya adalah teis karena mengaku kalah dalam perdebatan intelektual atau sains, dan yang satunya memilih jadi teis yang asalnya ateis karena menemukan bukti kuat di mana kepercayaan ateisme yang ia pegang runtuh oleh bukti bukti kuat adanya Tuhan dan lain sebagainya. walaupun begitu, hari ini masyarakat eropa atau barat sedang menuju pada ketidakpuasan yang sama yang di miliki oleh orang orang asia. dan semakin hari semakin banyak menumbukan generasi yang muak terhadap zamannya namun tak memiliki dasar keagamaan atau intelektualitas yang kuat.

Karen armstrong pernah mengatakan ateisme modern cenderung membabi buta tanpa tahu apa yang sedang mereka serang. seakan akan mereka membenci tanpa dasar dengan pengetahuan yang tak memadai mengenai musuhnya yaitu, teisme modern. anehnya teisme modern pun tak memiliki kualitas yang cukup untuk menyerang balik ateisme modern. terbukti meraka selalu gagap dan banyak ketinggalan banyak hal seperti yang pernah diungkapkan oleh john f haught. akhirnya ateisme dan teisme sama sama menunjukkan ketidakmampuannya masing masing dalam menyerang kelemahan kelemahan lawannya. yang kita lihat akhirnya hanya saling benci, melempar cacian dan olok olok dan selalu diiringi dengan hinaan hinaan. dan anehnya hal itu terus berlanjut tanpa mereka mau merubahnya. dan yang paling sering adalah kedua belah pihak sering mengelak dan berputar putar tak jelas saat tak mempunyai bahan untuk mempertahankan posisinya masing masing. hal yang paling membuat malu adalah kebanyakan tak mau mengakui kalah. mereka yang kalah tak mempunyai cukup bukti atau alasan untuk mempertahankan apa yang diyakini lebih memilih menghilang, kabur dan bungkam atau malah menghina tanpa sebab yang jelas. inilah kondisi tragis ateisme dan teisme yang ada di indonesia.

Ateisme di indonesia itu unik. ateisme yang tak mau mencabut akar tubuh dan jiwanya yang pernah dibesarkan di tempat ia dilahirkan. begitu juga teisme di negeri ini. teisme yang bahkan kadang terlihat menyerupai ateisme dalam banyak hal. ateisme dan teisme di indonesia akhirnya hanya jatuh dalam kebingungan sempurna. 

Hari datang dan pergi begitu cepatnya. aku bertemu orang orang, berdiskusi, masuk sana sini dan lain sebagainya namun yang aku dapat masih sama. ketidakjelasan di kedua belah pihak. bahkan yang sering aku lihat mereka semua sudah tak ambil perduli mengenai posisi masing masing dan melakukan hidup sesuka hati dan berubah rubah sesuai keinginannya. besok menjadi pendukung ateisme, dan besoknya lagi menjadi pendukung teisme atau kadang menyingkir diantara keduanya dan selalu berputar putar seperti itu.

lalu diriku sendiri? aku mengakui, aku sedang di posisi yang sama membingungkannya. posisi yang bahkan aku tak tahu aku berada di mana. aku mencoba untuk jujur terhadap diriku sendiri. terlalu banyak aku lihat orang yang mencoba menutupi kebobrokannya karena takut dianggap tak beradab karena ia seorang teis atau sebaliknya seorang ateis yang takut dianggap memalukan karena ia masih percaya akan takhayul. ateisme dan teisme yang ada di indonesia itu membingungkan. sebuah dunia yang hanya berisi caci maki yang tak pernah mau bangun dari kehilangan diri yang berantakan. dunia yang membingungkan dan tak pernah jelas.

Grobogan, minggu 29 juli 2012
19:31
Read More >>

KISAH YANG MENCENGANGKAN

Posted in Selasa, 10 Juli 2012
by ANAN SMILE
========================= Semalam tepatnya tanggal 10 Juli 2012, Penulis ikut acara haflah dan haul pendiri pondok Al-Bukhori, Ponorogo, pembicaranya adalah Habib Alwi bin Ali Al-Habsy dari Solo, dari mauidhohnya, beliau menceritakan bahwa di Cirebon ada seorang kyai haji yang namanya Kyai Haji Agus Efendi, saat ditanya, berapa usianya, Kyai tersebut mengaku bahwa usianya sudah 135 tahun, “hallah jangan begitu to pak kyai” komentar Habib Alwi, “ kalau tidak percaya kalau usiaku 135 tahun, baiklah saya panggilkan cucu saya, nak mreneo nak, enek tamu ki” teriak kyai Agus. Dengan tertatih, cucu itu berjalan dengan memakai tongkat dan terseok seok, “ini cucuku terakhir, usianya hampir 80an” kata pak Kyai Agus yang masih energik selayak pemuda usia 33 tahun. Habib Alwi masih terheran heran dan bertanya kepada cucunya yang sudah sepuh itu. “mbah, panjenengan niku kakeknya yai Agus atau sebaliknya?” Tanya Habib Alwi. “ya benar sebaliknya, mbah Agus itu kakek saya, saya cucu terakhir beliau” dengan terbata bata ia ungkapkan kata-kata itu, giginya sudah ompong kulitnya sudah keriput, berkebalikan dengan kondisi kakeknya yang jauh lebih muda dibanding dirinya. Habib Alwi bertanya pada Kyai Agus. “apa rahasianya kok pak Kyai sampai begitu muda di usia yang sudah seabad lebih Yai?” “nggak ada rahasia-rahasiaan kok Bib, saya Cuma mengamalkan satu amalan, yaitu BARANG SIAPA MENJAGA HAK ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENJAGA HAKNYA. Mataku tak pernah kugunakan untuk melihat kemaksiatan, telingaku tak pernah mendengarkan kata-kata yang tidak bermanfaat, kakiku, tanganku semuanya ku gunakan untuk beribadah kepadaNya, dengan begitu Dia masih memberiku kekuatan selayaknya pemuda usia 30an tahun, Alhamdulillah” kata Kyai Agus Efendi mengakhiri percakapan, Habib Alwi berdecak kagum dengan kata-kata Kyai Itu, semoga kita mampu beramal seperti kyai Agus Efendi itu, amien. Sugeng Dini Hari Warkopers!!!!!!
Read More >>

MAULID SYIRIK

Posted in Rabu, 04 Juli 2012
by Unknown

Sesuai judul diatas, memang telah terbit fatwa dari seorang Ulama yang manjadi panutan para orang yang mengaku menjadi pengikut para salaf, bahwa Maulid bisa mendatangkan perbuatan Syirik. disamping fatwa yang umum bahwa Maulid adalah perbuatan bid'ah yang pelakunya terancam masuk neraka, dalam hal ini saya tidak ingin menanggapi masalah kebid'ahan Maulid yang sudah sekian juta ditanggapi oleh kaum santri.
Sebagai bukti adanya fatwa Syirik terhadap Maulid, anda bias melihat scan kitab berikut:
Yang terlingkari kolom merah itu jekas terpampang kalimat sebagai berikut:

ÙŰ§Ù„Ű­Ű§Ű”Ù„ ŰŁÙ† Ù‡Ű°Ù‡ Ű§Ù„ŰŁŰčÙŠŰ§ŰŻ ŰŁÙˆ Ű§Ù„Ű§Ű­ŰȘÙŰ§Ù„Ű§ŰȘ ŰšÙ…ÙˆÙ„ŰŻ Ű§Ù„Ű±ŰłÙˆÙ„ Űčليه Ű§Ù„Ű”Ù„Ű§Ű© ÙˆŰ§Ù„ŰłÙ„Ű§Ù… Ù„Ű§ ŰȘقŰȘ۔۱ Űčلى Ù…ŰŹŰ±ŰŻ ÙƒÙˆÙ†Ù‡Ű§ ۚۯŰčŰ© Ù…Ű­ŰŻŰ«Ű© في Ű§Ù„ŰŻÙŠÙ† ŰšÙ„ هي ÙŠŰ¶Ű§Ù Ű„Ù„ÙŠÙ‡Ű§ ŰŽŰŠ من Ű§Ù„Ù…Ù†ÙƒŰ±Ű§ŰȘ Ù…Ù…Ű§ ÙŠŰ€ŰŻÙŠ Ű„Ù„Ù‰ Ű§Ù„ŰŽŰ±Ùƒ
  .
"Maka intinya, sesungguhnya berhari raya atau merayakan Maulid Rosulullah Shollahu 'alaihi wa Sallam dengan sendirinya tidaklah cukup sebagai perbuatan bid'ah yang terinovasi (perbuatan baru)dalam Agama, malahan maulid itu dapat mengundang perbuatan Mungkar yang dapat mendatangkan kesyirikan"
Agaknya Syaikh tersebut tersebut berasumsi demikian disebabkan dalam Maulid itu sering dilantunkannya bait bait pujian seperti:
ÙŠŰ§ ŰŁÙƒŰ±Ù… Ű§Ù„ŰźÙ„Ù‚ Ù…Ű§ لي من ŰŁÙ„ÙˆŰ° ŰšÙ‡ ŰłÙˆŰ§Ùƒ ŰčÙ†ŰŻ Ű­ŰŻÙˆŰ« Ű§Ù„Ű­Ű§ŰŻŰ« Ű§Ù„Űčمم

Wahai makhluk paling mulia, tidak ada bagiku tempat mengadu (Tempat Berlindung) selainmu * Ketika terjadi peristiwa yang berat
 Ű„ن لم ŰȘكن ۹۟۰ًۧ يوم Ű§Ù„Ù…Űčۧۯ ÙŠŰŻÙŠ Ű”ÙŰ­Ű§ً ÙˆŰ„Ù„Ű§ فقل ÙŠŰ§ ŰČÙ„Ű© Ű§Ù„Ù‚ŰŻÙ…

Jika di akheratku Tuan tidak menjabatku (menerimaku/menolongku/mensyafa,atiku)
Maka kukatakan: wahai diri yang celaka
ÙŰ„Ù† من ŰŹÙˆŰŻÙƒ Ű§Ù„ŰŻÙ†ÙŠŰ§ ÙˆŰ¶Ű±ŰȘÙ‡Ű§ ومن Űčلومك Űčلم Ű§Ù„Ù„ÙˆŰ­ ÙˆŰ§Ù„Ù‚Ù„Ù…

Sesungguhnya di antara kemurahanmu adalah dunia dan kenikmatannya
Dan di antara ilmu-ilmumu adalah ilmu Lauh dan Qalam.
1. Bukankah hakikat Syafa'at Rosulullah itu adalah perlindungan terhadap Ummatnya? lalu apa masalahnya dalam kalimat tersebut, jika ada orang yang meminta perlindungan Rosulullah dari api neraka dengan Syafa'atnya? ataukah perlindungan yang dimaksud adalah perlindungan yang mandiri, yang artinya Rosulullah mampu memberikan perlindungan secara pribadi dan mandiri, tanpa mengikut sertkan perlindungan Allah? sungguh bodoh jika bait sya,ir diatas diartikan demikian.
Seperti ketika seseorang yang meminta perlindungan seorang dokter dari penyakit yang dideritanya, tentu saja yang dimaksud adalah agar dokter tersebut memberikan pertolongan seperlunya dan tentu saja kesembuhan itu atas Izin Allah.
2. Salahkah ungkapan tersebut? padahal memang, jika kita tidak disambut oleh Rosulullah, dalam pengertian di tolong oleh Rosulullah, kita pasti akan celaka.
3. Jika ungkapan ini sulit dicerna, saya maklum sebab sastera yang begitu tinggi dan dalamnya makna yang teknadung.
Namun jika kita sedikit saja membuka mata hati, memang sudah menjadi fakta dan dengan dalil yang nyata bahwa Keberadaan Nabi adalah menjadi jaminan bagi suatu kaum untuk tidak disiksa di dunia, coba kita renungi ayat:

 Ùˆَمَۧ كَŰ§Ù†َ Ű§Ù„Ù„ّهُ لِيُŰčَ۰ِّŰšَهُمْ وَŰŁَنŰȘَ فِيهِمْ 

"Dan Allah tidaklah berkenan menyiksa kalian, sedangkan engkau (Muhammad) berada didalamnya"
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa kenikmatan Dunia yang remeh ini (dibanding kenikmatan Akhirat) adalah sebab adanya Nabi, baik keberadaan dalam jasad atau Rukhani, maka dengan menyingkat kata dan kalimat, dikatakanlah bahwa kenikmatan Dunia yang notabene adalah sebuah kemlaratan (Ujian) adalah Pemberian Rosulullah, sekali lagi tidak dalam arti yang hakiki. 
Setelah anda baca ini, kiranya sudah cukup memberi penjelasan kandungan arti yang dimaksud dari bait bait sya,ir diatas, lalu dimana kesimpulannya bahwa Maulid dapat mengarah keperbuatan Syirik? dimana letak kesyirikan Maulid, dan apa yang menyebabkan Maulid itu menjadi Syirik?

Jika Merayakan Mulid Nabi Syirik, kenapa merayakan maulid orang kafir, sebagaimana yang tersecan dalam gambar diatas tidak bid'ah?
Read More >>

10 GAME TERSERU ANDROID

Posted in Senin, 25 Juni 2012
by ANAN SMILE
Pengen tau gak game terseru dari android di market? Yuk kita kaji satu persatu game – game seru di android: 1. Angry bird. Gak salah game ini mendominasi segala produk baik hp maupun tablet. Bisa didownload di market ataupun di freeware kalo download via PC. 2. Crazy Bird. Burung gila, yak nama permainan ini mencoba untuk menguji strategi kita dalam rangka menghindari jalan buntu menuju sumur lalu naik level lagi hampir sampai level 40an, game ini seru banget. Bisa didapat di freeware android. 3. Fly Racing Punya helicopter dan terbang dengan seimbang, bisa didownload di android market dan bisa melihat skor anda berdasar androider sedunia…menyentuh tab brati naik, jika didiamkan maka helicopter akan turun, tugas kita sekedar menghindari bangunan bangunan yang ada di situ. 4. Fly Boy Suka perang? Nah kedua jempolmu gak bakalan istirahat saat melihat musuh musuh di depan kita, ada banyak peluru yang harus kita jemput dari atas ataupun dari bawah. Seru banget, gak bosen bosennya kita akan maen dengan game macam ini. 5. Flying Penguin dan Dragon Fly Flying Penguin, Game ini senada dan mirip dengan Dragon Fly bedanya kalo dragon fly latihan terbang dan berakhir jika sudah terjemput induknya, sebaliknya dalam game Flying Penguin juga berlatih terbang tapi yang menjemputnya bukanlah induknya, tapi dimakan beruang kutub yang jahat. 6. Fruit Shoot. Game ini memanah buah di atas kepala teman, kalo salah ke perut atau ke leher bisa sampai terpotong. Bikin miris, karena darah bisa bercecer di mana – mana. Selamat memanah kepala eh buah apel. 7. Kids Math. Pengen pintar ngerjain matematika, di game ini berdasarkan durasi waktu akan bisa melatih kecerdasan dan ketangkasan kita, pertanyaannya simple dan udah ada 4 pilihan jawaban, kalo benar dapat 3 poin kalo salah malah dikurangi poinnya dan waktunya bisa bisa habis. Cocok untuk segala usia terutama yang suka mengasah otak dan akan ujian matematika. Hehehheheh.. 8. Sky Shoot Pengen perang dunia kedua?jempol dua kamu gak bakal nganggur dengan game ini, karena tembakan demi tembakan bisa diluncurkan dari dua jempol kanan kiri kita.. 9. Little Snake Ada ular kecil berebut buah buahan, tapi ada 4 ular juga yang mencoba merebutnya, nah di sini diuji ketangkasan kamu biar gak kemakan empat ular itu bagaimana, selamat berstrategi ria dech… 10. Mad Race Game ini seru banget, balapan mobil liar di jalan raya, pengen ngerem cukup sentuh layar tablet anda, lalu iringkan kanan atau kiri untuk menghindari tabrakan dengan mobil di depannya. Itulah tadi 10 game android terbaru versi Anan, semoga bermanfaat buat ngilangin stress dan bĂȘte kalian androiders…..!!! selamat bermain sepuas-puasnya….
Read More >>

Sang Pemimpin Para Syuhada

Posted in Senin, 18 Juni 2012
by Unknown

Ia seorang yang gagah, tampan, berwibawa. Warna kulitnya yang cerah bercahaya, kelemah-lembutannya yang sopan santun, kebaikannya yang rendah hati dan kasih sayang, serta kebersihan hidup dan kesucian jiwanya, semua itu memperlihatkan kepada kita betapa miripnya jasmani dan perangainya dengan Rasulullah saw. Pada dirinya juga bertemau pokok kebaikan dan keutamaan.

Ia diberi gelar oleh Rasulullah saw sebagai “bapak si miskin.” Ia datang kepada Rasulullah saw memasuki agama Islam dengan mengambil kedudukan tinggi di antara mereka yang sama-sama pertama kali beriman. Isterinya, Amma binti ‘Umais, juga ikut menganut Islam pada hari yang sama. Keduanya, dengan keberanian dan ketabahannya, tampil ke muka untuk hijrah ke Habsy (Ethiopia) hingga tinggal di sana selama bebarap tahun. Di sana mereka dikaruniai tiga orang anak: Muhammad, Abdullah, dan ‘Auf.

Dengan hati yang tenang, akal pikiran yang cerdas, jiwa yang mempu membaca situasi dan kondisi, serta lidah yang fasih, Ja’far bin Abi Thalib menjadi juru bicara yang lancar dan sopan selama di Ethiopia.

Kaum Quraisy yang musyrik tidak senang dengan hijrahnya beberapa kaum muslimin ke Ethiopia. Mereka sangat takut dan cemas jika kaum muslimin menyebar dan bertambah kuat. Oleh karena itu, para pemimpin Quraisy mengirimkan dua orang utusan terpilih untuk menghadap kaisar (Negus) di Habsy lengkap dengan membawa hadiah-hadiah yang sangat berharga. Kedua utusan itu, Abdullah bin Abi rabi’ah dan Amar bin Ash (keduanya waktu itu belum masuk Islam), menyampaikan harapan Quraisy agar Negus mengusir kaum muslimin yang hijrah ke Habsy.

Negus yang waktu itu bertahta di singgasana Ethiopia, adalah seorang tokoh yang mempunyai iman yang kuat. Dalam lubuk hatinya, ia menganut agama Nasrani secara murni dan padu, jauh dari penyelewengan dan lepas dari fanatik buta dan menutup diri. Nama baiknya telah tersebar ke mana-mana dan perjalanan hidupnya yang adil telah melampaui batas negerinya. Oleh karena itulah Rasulullah memilih negerinya menjadi tempat hijrah bagi sahabat-sahabatnya, dan karena ini pulalah kaum kafir Quraisy merasa khawatir kalau-kalau maksud dan tipu muslihat mereka menjadi gagal dan tidak berhasil.

Pemimpin-pemimpin Quraisy menasehati kedua utusannya agar mereka mendekati dan memberikan hadiah-hadiah kepada patrik dan uskup terlebih dahulu, sebelum menghadap kepada kaisar. Hal itu bertujuan agar para pendeta merasa puas dan berpihak kepada mereka.

Sampailah kedua utusan itu ke tempat tujuan mereka, Ethiopia. Mereka menghadap pemimpin-pemimpin agama dengan membawa hadiah-hadiah yang besar, kemudian mengirim hadiah-hadiah kepada Negus. Demikianlah, keduanya terus-menerus membangkitkan dendam kebencian di antara para pendeta. Dengan sokongan moril para pendeta itu, keduanya berharap kepada Negus agar mengusir kaum muslimin kelaur dari negerinya.

Suatu ketika, dataglah hari-hari di saat keduanya akan menghadap kaisar yang telah ditetapkan. Kaum muslimin pun diundang untuk menghadapi dendam kesumat Quraisy yang masih hendak melakukan muslihat keji dan menimpakan siksaan kepada mereka.

Dengan air muka yang jernih berwibawa, dan kerendahan hati yang penuh pesona, Baginda Negus pun duduk di atas kursi kebesarannya yang tinggi, dikelilingi oleh para pembesar gereja dan lingkungan terdekat istana. Di hadapannya, di atas suatu ruangan luas, duduk pula kaum Muhajirin Islam yang diliputi suasana penuh ketenangan dan ketenteraman.

Kedua utusan kaum Quraisy berdiri mengulangi tuduhan mereka yang pernah mereka lontarkan terhadap kaum muslimin di hadapan kaisar pada suatu pertemuan khusus yang disediakan oleh kaisar sebelum pertemuan besar yang menegangkan ini.

Baginda Raja yang mulia…! telah menyasar orang-orang bodoh dan tolol ke negeri paduka. Mereka tinggalkan agama nenek moyang mereka, tetapi tidak pula hendak memasuki agama paduka; bahkan mereka membawa agama baru yang mereka ada-adakan, yang tak pernah kami kenal, dan tidak pula oleh paduka. Sungguh kami telah diutus oleh orang-orang mulia dan terpandang di antara bangsa dan bapak-bapak mereka, paman-paman mereka, keluarga-keluarga mereka, agar paduka sudi mengembalikan orang-orang ini kepada kaumnya kembali.”

Negus memalingkan mukanya ke arah kaum muslimin sambil melontarkan pertanyaan, “Agama apakah itu yang menyebabkan kalian meninggalkan bangsa kalian, tetapi tidak memandang perlu kepada agama kami?”

Ja’far bin Abi Thalib pun bangkit berdiri untuk menunaikan tugas yang telah dibebankan oleh kawan-kawannya sesama Muhajirin, yakni tugas yang telah mereka tetapkan dalam suatu rapat yang diadakan sebelum pertemuan ini. Dilepaskannya pandangan ramah penuh kecintaan kepada baginda Raja yang telah berbuat baik menerima mereka, lalu berkata, “Wahai paduka yang mulia! Dahulu kami memang orang-orang jahil dan bodoh: kami menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan pekerjaan keji, memutuskan tali silaturahmi, menyakiti tetangga dan orang yang berhampiran. Waktu itu yang kuat memakan yang lemah, hingga datanglah masanya Allah mengirim Rasul-Nya kepada kami dari kalangan kami. Kami kenal asal-usul, kejujuran, ketulusan, dan kemuliaan jiwanya. Ia mengajak kami untuk mengesakan Allah dan mengabdikan diri pada-Nya, dan agar membaung jauh-jauh apa yang pernah kami sembah bersama bapak-bapak kami dulu, berupa batu-batu dan berhala. Beliau menyuruh kami bicara benar, menunaikan amanah, menghubungkan silaturrahmi, berbuat baik kepada tetangga dan menahan diri dari menumpahkan darah serta semua yang dilarang Allah.”

Dilarangnya kami berbuat keji dan zina, mengeluarkan ucapan bohong, memakan harta anak yatim, dan menuduh berbuat jahat terhadap wanita-wanita yang baik-baik. Lalu kami benarkan dia dan kami beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak kami persekutukan sedikit pun juga; dan kami haramkan apa yang diharamkan-Nya kepada kami; dan kami halalkan apa yang dihalalkan-Nya untuk kami, karenanya kaum kami sama memusuhi kami, dan menggoda kami dari agama kami agar kami kembali menyembah berhala lagi, dan kepada perbautan-perbuatan jahat yang pernah kami lakukan dulu. Maka sewaktu mereka memaksa dan menganiaya kami, dan mengencet hidup kami, dan mengahalangi kami dari agama kami, kami kelaur hijrah ke negeri paduka, dengan harapan agar mendapatkan perlindungan paduka dan terhindar dari perbuatan-perbautan aniaya mereka….”

Ja’far bin Abi Thalib mengucapkan kata-kata mempesona ini laksana cahaya fajar. Kata-kata itu membagkitkan perasaan dan keharuan pada jiwa Negus, lalu sambil menolak pada Ja’far bin Abi Thalib, baginda bertanya, “Apakah Anda ada membawa sesuatu (wahyu) yang diturunkan atas Rasulmu itu?”

Jawab Ja’far bin Abi Thalib, “Ada” Tukas Negus lagi, “Cobalah bacakan padaku.”
Lalu Ja’far bin Abi Thalib membacakan bagian dari surat Maryam dengan irama yang penuh merdu, penuh kekhusuan, dan memikat hati. Mendengar itu, Negus lalu menangis dan para pendeta serta pembesar-pembesar agama lainnya pun tak tahan untuk meneteskan air matanya. Sewaktu air mata lebat dari baginda sudah terhenti, ia pun berpaling kepada kedua utusan Quraisy itu seraya berkata, “Sesungguhnya apa yang dibaca tadi dan yang dibawa oleh Isa as sama memancar dari satu pelita. Kamu keduanya dipersilahkan pergi! Demi Allah, kami tak akan menyerahkan mereka kepada kamu!”

Akhirnya, pertemuan itu pun bubar. Allah telah menolong hamba-hamba-Nya dan menguatkan mereka, sementara kedua utusan Quraisy mendapat kekalahan yang hina. Akan tetapi, Amr bin Ash, seorang yang lihai dan ulung yang penuh dengan tipu muslihat licik, tidak hendak menyerah begitu saja, apalagi berputus asa. Begitu ia kembali bersama temannya ke tempat tinggalnya, tak habis-habisnya ia berpikir dan memutar otak, dan akhirnya berkata kepada temannya, “Demi Allah, besok aku akan kembali menemui Negus, akan kusampaikan kepada baginda keterangan-keterangan yang akan memukul kaum muslimin dan membasmi urat akar mereka.”

Teman-temannya menjawab, “Jangan lakukan itu, bukankah kita masih ada hubungan keluarga dengan mereka, sekalipun mereka berselisih paham dengan kita.” Jawab Amr, “Demi Allah, akan kuberitakan kepada Negus bahwa mereka mendakwakan Isa anak Maryam itu manusia biasa seperti manusia yang lainnya.”

Inilah rupanya tipu muslihat baru yang telah diatur oleh utusan Quraisy terhadap kaum Muslimin, untuk memojokkan mereka ke sudut yang sempit, dan untuk menjauhkan mereka ke lembah yang curam. Seandainya orang Islam terang-terangan mengatakan, bahwa Isa itu salah seorang hamba Allah seperti manusia lainnya, pasti hal ini akan membangkitkan kemarahan dan permusuhan raja. Sebaliknya, jika mereka meniadakan pada Isa ujud manusia biasa, niscaya keluarlah mereka dari aqidah agama mereka.

Besok paginya kedua utusan itu segera menghadap Raja, dan berkata kepadanya, “Wahai Sri Paduka! orang-orang Islam itu telah mengucapkan suatu ucapan keji yang merendahkan kedudukan Isa.” Para pendeta dan kaum agama menjadi geger dan gempar. Gambaran dari kalimat itu cukup menggoncangkan Negus dan para pengikutnya. Mereka memanggil orang-orang Islam sekali lagi untuk menanyai bagaimana sebenarnya pandangan agama Islam tentang Isa al Masih.

Sebelum datang, orang-orang Islam duduk berunding untuk menentukan sikap terbaiknya dalam menghadapi situasi semacam ini. Akhirnya memperoleh kata sepakat, untuk menyatakan yang haq saja, sebagaimana yang mereka dengar dari Nabi Muhammad saw. Mereka tak hendak menyimpang serambut pun dari padanya, dan biarlah apa yang akan terjadi.

Pertemuan baru pun diadakan. Negus mulai melakukan percakapan dengan bertanya kepada Ja’far bin Abi Thalib, “Bagaimana pandangan kalian terhadap Isa?”

Ja’far bin Abi Thalib bangkit sekali lagi laksana menara laut yang memancarkan sinar terang, ujarnya, “Kami akan mengatakan tentang Isa as sesuai dengan keterangan yang dibawa Nabi kami, Muhammad saw, bahwa Ia adalah seorang hamba Allah dan Rasul-Nya serta kalimah-Nya yang ditiupkan-Nya kepada Maryam dari pada-Nya.”

Negus bertepuk tangan tanda setuju, seraya mengumumkan, memang demikianlah yang dikatakan al Masih tentang dirinya. Tetapi pada barisan pembesar agama yang lain terjadi hiruk-pikuk, seolah-oleh melihat ketidaksetujuan mereka.

Negus yang terpelajar lagi beriman, terus melanjutkan bicaranya seraya berkata kepada orang-orang Islam, “Silakan sekalian Anda hidup bebas di negeriku! Siapa berani mencela dan menyakiti Anda, orang itu akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya itu.”

Kemudian Negus berpaling kepada orang-orang besarnya yang terdekat, lalu sambil mengisyaratkan dengan telunjuknya ke arah kedua utusan kaum Quraisy, berkatalah ia, “Kembalikan hadiah-hadiah itu kepada kedua orang ini! Aku tak membutuhkannya! Demi Allah, Allah tak pernah mengambil uang sogokan dari padaku, di kala ia mengaruniakan takhta ini kepadaku, karena itu aku pun tak akan menerimanya dalam hal ini.”

Kedua kalinya kedua utusan Quraisy itu pun pergi keluar meninggalkan tempat pertemuan dengan perasan hina dan terpukul. Mereka segera memalingkan arah perjalanannya pulang menuju Mekah. Orang-orang Islam pun keluar di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib untuk memulai kehidupan baru di tanah Ethiopia, yakni penghidupan yang aman tenteram, sebagaimana mereka katakan, “Dinegeri yang baik dengan tetangga yang baik,” hingga akhirnya datang saatnya Allah mengizinkan mereka kembali kepada Rasul mereka, kepada sahabat dan handai taulan serta kampung halaman mereka.

Di kala Rasulullah bersama Kaum Muslimin sedang bersukaria dengan kemenangan atas jatuhnya Khaibar, tiba-tiba mucullah Ja’far bin Abi Thalib bersama sisa Muhajirin lainnya dari Ethiopia.

Tak terkatakan besarnya hati Nabi dan betapa bertambah bahagia dan gembiranya ia karena kedatangan mereka. Dipeluknya Ja’far bin Abi Thalib dengan mesra sambil berkata, “Aku tak tahu, entah mana yang lebih menggembirakanku: Apakah dibebaskannya Khaibar atau kembalinya Ja’far bin Abi Thalib.”

Dengan berkendaraan, Rasulullah pergi bersama sahabat-sahabatnya ke Mekah untuk melaksanakan umrah qadla. Sekembalinya ke Madinah, jiwa Ja’far bin Abi Thalib bergelora dan dipenuhi keharuan setelah mendengar berita dan cerita sekitar sahabat-sahabatnya kaum muslimin, baik yang gugur sebagai syuhada, maupun yang masih hidup selaku pahlawan-pahlawan yang berjasa dari perang Badar, perang Uhud, Khandak, dan peperangan-peperangan lainnya. Kedua matanya basah berlinang mengenang mukminin yang telah menepati janjinya dengan mengorbankan nyawa karena Allah. “Kapankah aku akan berbuat demikian?” pikirnya. Hatinya terasa terbang merindukan surga, ia pun menunggu-nunggu kesempatan dan peluang yang berharga itu: berjuang sebagai shahid di jalan Allah.

Suatu ketika, pasukan-pasukan Islam yang telah kita bicarakan dahulu, sedang bersiap-siap hendak diberangkatkan menuju medan perang Muktah. Bendera dan panji-panji perang berkibar dengan megahnya, disertai dengan gemerincingnya bunyi senjata. Ja’far memandang peperangan ini sebagai peluang yang sangat baik dan satu-satunya kesempatan seumur hidup untuk merebut salah satu di antara dua kemungkinan: membuktikan kejayaan besar bagi Agama Allah dalam hidupnya, atau ia akan beruntung menemui syahid di jalan Allah. Ia kemudian memohon kepada Rasulullah untuk turut serta mengambil bagian dalam peperangan ini.

Ja’far mengetahui benar, bahwa peperangan ini tidaklah enteng dan main-main, bahkan bukan peperangan yang kecil, malah sebenarnya inilah suatu peperangan yang luar biasa, baik tentang jauh dan sulitnya medan yang akan ditempuh, maupun tentang besarnya musuh yang akan dihadapi, yang belum pernah dialami umat Islam selama ini. Suatu peperangan melawan bala tentera kerajaan Romawi yang besar dan kuat, yang memiliki kemampuan perlengkapan dan pengalaman serta didukung oleh alat persenjataan yang tak dapat ditandingi oleh orang-orang Arab maupun kaum muslimin. Walaupun demikian, perasaan hati dan semangatnya untuk berjihad di jalan Allah tidak bisa mengurungkan tekadnya untuk ikut berperang bersama pasukan kaum muslimin lainnya. Akhirnya Ja’far diangkat Rasulullah menjadi panglima pasukan. Pasukan kaum muslimin mulai bergerak menuju Syria.

Pada suatu hari yang dahsyat, kedua pasukan itu pun berhadapan muka, dan tak lama kemudian pecahlah pertempuran hebat. Romawi mengerahkan pasukannya sebanyak 200.000 orang prajurit. Meskipun melihat betapa banyaknya pasukan musuh, Ja’far dan kaum muslimin lainnya tidak gentar dan tidak ciut nyalinya untuk menghadapi pasukan kafirin itu.

Pada saat panji-panji pasukan hampir jatuh dari tangan kanan Zaid bin Haritsah, dengan cepatnya panji-panji itu disambar oleh Ja’far dengan tangan kanannya. Dengan panji-panji di tangan, ia terus menyerbu ke tengah-tengah barisan musuh. Prajurit Romawi semakin banyak mengelilinginya. Ja’far melompat terjun dari kudanya dan berjalan kaki, lalu mengayunkan pedangnya ke segala jurusan yang mengenai leher musuhnya laksana malaikat maut pencabut nyawa. Sekilas terlihat olehnya seorang serdadu musuh melompat hendak menunggangi kudanya. Karena ia tak sudi hewannya itu dikenderai oleh manusia najis, Ja’far pun menebas kudanya dengan pedangnya sampai tewas. Setapak demi setapak ia terus berjalan di antara barisan serdadu Romawi yang berlapis-lapis laksana deru angin mengeroyok hendak membinasakannya, sementara suara meninggi dengan ucpannya yang gemuruh, “Wahai surga yang kudambakan mendiaminya, harum semerbak baunya, sejuk segar air minumnya. Tentara Romawi telah menghampiri liang kuburnya, terhalang jauh dari sanak keluarganya, kewajibankulah menghantamnya kala menjumpainya.”

Balatentara Romawi mengepung Ja’far bin Abi Thalib hendak membunuhnya laksana orang-orang gila yang sedang kemasukan setan. Kepungan mereka semakin ketat hingga tak ada harapan untuk lepas lagi. Mereka tebas tangan kanannya dengan pedang hingga putus, tetapi sebelum panji itu jatuh ketanah, segera disambarnya dengan tangan kirinya. Lalu mereka tebas pula tangan kirinya, tetapi Ja’far bin Abi Thalib mengepit panji itu dengan kedua pangkal lengannya kedada. Pada saat yang amat gawat ini, ia bertekad akan memikul tanggung jawab, untuk tidak membairkan panji Rasulullah jatuh menyentuh tanah, yakni selagi hayat masih dikandung badan.
Entah kalau ia telah mati, barulah boleh panji itu jatuh ke tanah. Pada saat jasadnya yang suci telah kaku, panji pasukan masih tertancap di antara kedua pangkal lengan dan dadanya. Bunyi kibaran bendera itu, seolah-oleh memanggil Abdullah bin Rawahah. Pahlawan ini membelah barisan musuh bagaikan anak panah lepas dari busurnya ke arah panji itu, lalu merenggutnya dengan kuat.

Gugurlah Ja’far bin Abi Thalib sebagai syuhada. Hari-harinya yang terdahsyat, teragung, dan terindah telah mengantarkannya menuju keharibaan Ilahi. Sungguh, hari itu adalah hari yang istimewa dan mempesona baginya.

Demikianlah Ja’far bin Abi Thalib mempertaruhkan nyawa dalam menempuh suatu kematian agung yang tiada tara. Begitulah akhirnya ia menghadap Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, menyampaikan pengorbanan besar yang tidak terkira, berselimutkan darah kepahlawannya.

Allah, Dzat yang Maha mengetahui menyampaikan berita tentang akhir kesudahan peperangan kepada Rasul-Nya, begitu pula akhir hidup Ja’far bin Abi Thalib. Tidak tahan untuk meluapkan perasaan haru atas kematian sahabatnya, Rasulullah pun menangis. Rasulullah kemudian pergi ke rumah saudara sepeupunya ini, beliau berdoa untuk anak cucunya. Mereka dipeluk dan diciuminya, sementara air matanya yang mulia bercucuran tak tertahankan.

Berkata Abdullah bin Umar, “Aku sama-sama terjun di perang Muktah dengan Ja’far bin Abi Thalib. Waktu kami mencarinya, kami dapati ia beroleh luka-luka bekas tusukan dan lemparan lebih dari 90 tempat!”

Bayangkan, Ja’far luka dengan 90 tempat bekas tusukan pedang dan lemparan tombak! Jika Anda ingin tahu tentang dirinya, dengarkanlah sabda Rasulullah saw sebagai berikut.
Aku telah melihatnya di surga, kedua bahunya yang penuh bekas-bekas cucuran darah penuh dihiasi dengan tanda-tanda kehormatan.”
Read More >>

Hidangan Populer Warkop Pusat

Copyright 2011 @ Warkop Mbah Lalar