KEBOHANGAN YG MENGATASNAMAKAN IMAM ABU KHANIFAH

Posted in Rabu, 27 Juli 2011
by Unknown



Sebaiknya baca Artikel terkait sebelumnya

Syaikh abu Hanifah dlam riwayat Abu Muthi’ Al Hakam bin Abdillah Al Balkhiy:
ما روي عن أبي معطي ألبخلي انه سأل أبا حنيفه عن من قال لا أعرف ربي في السماء أم هو في الأرض فقال: قد كفر لأن الله يقول ( ألرحمن على العرش استوى ) , وعرشه فوق سماواته . فإن قال إنه على العرش ولا أدري ألعرش أفي السماء أم في الأرض, قال هو كافر لأنه أنكر كونه في السماء فمن أنر كونه في السماء فقد كفر لأن الله في أعلى عليين وهو يدعى من أعلى لا من أسفل


Dalam Syarah Kitab Fiqhul Akbar hal 198 – 197 di sebutkan, hal ini seperti apa yg di ceritakan Oleh Abu Mu’thi Al Bakhli yg dia sendiri bertanya kepada Imam Abu Khanifah tentang orang yg mengatakan “Saya tidak tahu apakah Tuhanku ada di di Langit atau ada di Bumi” kemudian Imam Abu Khanifah Berkata: “Orang itu telah Kafir berdasarkan Ayat الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى Dan ‘ArasyNya berada di atas Samawat yg tujuh, Maka Saya (Abu Mu’thi) menjwabnya: “Jika orang itu mengatakan  Allah di atas ‘Arasy namun saya tidak tahu di mana ‘Arasy tersebut itu di Bumi atau di Langit”?, Imam Abu Khanifah menjawabnya: “Orang seperti itu tetap Kafir, karena ‘Arasy memang berada di Langit, Siapa saja yg mengiungkari Arasy berada di Langit dia telah kafir, Karena memang Allah berada jauh di  ketinggian, Allah di Panggil dari ketinggian bukan dari bawah”.
والجواب : أن هذا الكلام كذب باطل مصنوع على أبي حنيفة وذلك لأن الراوي لهذا الكلام هو أبو مطيع البلخي وهو كذاب دجال ، قال ابن معين : ليس بشيء ، وقال مرة ضعيف ، وقال أحمد : لا ينبغي أن يروى عنه شيء ، وقال البخاري : ضعيف صاحب رأي ، وقال النسائي : ضعيف ، وقال أبو حاتم : كان مرجئا كذابا ، وقد جزم الذهبي بأنه وضع حديثا كما في ترجمة عثمان بن عبدالله الأموي ، قال ابن أبي العز شارح الطحاوية الحشوي المجسم ج2 ص480 نقلاً عن ابن كثير : وأما أبو مطيع فهو الحكم بن عبد الله بن مسلمة البلخي ، ضعفه أحمد ابن حنبل ويحيى بن معين وعمرو بن علي الفلاس والبخاري وأبو داود وأبو حاتم الرازي وأبو حاتم محمد بن حبان البستي وابن عدي والدار قطني وغيرهم اهـ .

Jawaban dari cerita ini adalah Kebohongan yg di sadur dari Imam Abu Khanifah!!! Berdasarkan tidak adanya Teks yg berbunyi seperti itu di dalam Kitab Al Fiqhul Akbarnya sendiri. Riwayat seperti itu adalah hanya keterangan yg di tambahkan sebagaimana layaknya pensyarah yg lain.
Dan hal di atas juga terkait dg Perowinya yg bermasalah yaitu Abu Mu’thi yg seorang pembohong. Ibnu Ma,in mengatakan bhw dia (Ibnu Mu’thi) tidak punya kapasitas, Murroh mengatakannya bhw dia Dho,if, sementara Imam Ahmad mengatakan Tidak selayaknya mengambil riwayata dari dia, Imam Bukhori mengatakan Dho,if dan orang yg suka membuat pandangan2 dalam riwayatnya., Imam Nasai juga mengatakan Dho,if, sementara Imam Abu Khathim mengatakannya dia seorang yg banyak punya kepentingan dan tukang bohong, dan Al Dlahabi mengukuhkan keterangan2 di atas dg memaudlu,kan Hadits2nya seperti yg Beliau tulis di Tarjamah ‘Utsman bin Abdillaj al Amwi, sementara Abu Al ,Izz pensyarah Kitab Thohawiyyah juz 2 hal 482 yg Ia nukil dari Tafsir Ibnu Katsir mengatakan bhw Abu mu’thi adalah Al Hakam bin Abdullah bin Maslamah al Bakhli yg mana dia di Dho,ifkan oleh Imam Ahmad, Yahya bin Ma,in, ‘Amru bin ‘Ali Al Fallas, Al Bukhori, Abu Dawud, Abu Khatim Al Rozy, Muhammad bin Habban Al Basti, Ibnu ‘Ady, Al Daruquthni dll.
Ini adalah sekelumit para komentator atas fenomena maqolah Imam Abu Khanifah tersebut di atas, dan sebenarnya masih banyak lagi Komentator2 ahli yg membongkar kebohongan Maqolah di atas.