KEARIFAN EMAS

Posted in Rabu, 30 November 2011
by Unknown



Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?....." 

Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?." Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas?. Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."
Read More >>

Ada Majaz dalam Kalimta Arab

Posted in Minggu, 27 November 2011
by Unknown

Ilmu majaz (ilmu balaghah / sastera bahasa Arab) sangat penting sekali peranannya untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits Nabi saw supaya tidak salah paham (misunderstanding) dalam memahami maksud-maksudnya. Seperti hadits Nabi saw:
يد الله مع القاضى حين يقضى و يد الله مع القاسم حين يقسم

Arti tekstual (hakekat): "Tangan Allah serta penghulu / hakim ketika memutuskan hukuman, dan tangan Allah serta orang yang memeberikan bagian (misalnya: warisan dsb) ketika memberikan bagian.

Hadits Nabi tersebut jangan diartikan demikian. Karena itu kalimat majaz atau kiasan (keluar dari makna sebenarnya). Jadi, yang dimaksud hadits tersebut sebagaimana diterangkan di dalam kitab "Al-Majazatun Nabawiyah (المجازات النبوية) karya Syeikh Syarif ar-Ridho halaman 292 sebagai berikut:

" يد الله مع القاضى حين يقضى و يد الله مع القاسم حين يقسم "

Maksudnya: "Sesungguhnya ilmu dan pengetahuan Allah swt tidak samar dari hakim apabila memutuskan hukuman, dan tidak samar dari orang yang membagi apabila memberikan bagian. Allah swt Maha Mengetahui terhadap keadilan seorang hakim apabila memberikan keadilan, dan Maha Mengetahui terhadap kezholimannya apabila mengi'tiqadkan kezholimannya. Begitupula tidak samar bagi Allah swt terhadap kesewenang-wenangan, kecenderungan hati, dan keadilan seorang pembagi.


Di dalam ilmu balaghah hadits Nabi saw tersebut di atas dinamakan "Badi' Tauriyah" sebagaimana disebutkan di dalam kitab "Al-Jauharul Maknun":

تورية تدعى بايهام لما ### اريد معناه البعيد منهما

و رشحت بما يلائم القريب ### و جردت بفقده فكن منيبا
Read More >>

Doa Mustajab dan Sikap yang Mengagumkan

Posted in Sabtu, 26 November 2011
by Unknown


Salam Warkop

Ini adalah kisah yg terjadi pd peperangan Uhud, antara Abdullah bin Jahsy dan sahabatnya Sa'ad bin Abi Waqash. Biarkanlah Sa'ad menceritakan kisahnya dan sahabatnya. Sa'ad berkata, "Pada perang Uhud saya bertemu Abdullah bin Jahsy. Dia berkata, 'Berdoalah kpd Allah?' Saya menjawab, 'Ya.' Lalu kami menepi di sudut yg sepi, saya berdoa, 'Ya Rabbi apabila saya bertemu musuh maka pertemukanlah saya dengan seorang musuh yg kuat dan berani, saya melawannya, dan diapun melawan saya, kemudian limpahkan kemenangan kpd saya sehingga saya bisa membunuhnya dan mengambil barang-barangnya.'
Read More >>

HUKUM BERMADZHAB

Posted in Jumat, 25 November 2011
by Unknown

Salam Warkoper

Memang tidak ada perintah wajib untuk bermadzhab secara shariih. Namun bermadzhab itu wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah “Maa laa yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib,ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب” yaitu apa yang harus ada sebagai perantara untuk mencapai Hal Yang wajib, maka hal itu menjadi wajib hukumnya.

Misalnya kita membeli air, apa hukumnya? Tentunya mubah saja. Namun bila kita akan shalat fardhu tetapi tidak ada air, dan yang ada hanyalah air yang harus dibeli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya membeli air? Dari mubah berubah menjadi wajib tentunya, karena perlu untuk shalat yang wajib.
Read More >>

Sejarah Singkat Hizbut Tahrir Masuk ke Indoneisia

Posted in Rabu, 23 November 2011
by Unknown

Pemuda Muslim harus membaca semua yang dibaca oleh orang barat karena orang barat telah membaca dan mengadopsi banyak hal dari buku-buku kita "

Tahun 1928 : Berdiri Organisasi Ikhwanul Muslimin Mesir oleh Syaikh Hasan Al-Banna seorang moderat dan berhasil mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, tradisional maupun pembaharu.

Tandhimul Jihad : Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad institusi jihad yang sangat rahasia dilatih militer hingga doktrinnya kesetiaan seperti terikat kepada mursyid.

Tahun 1948 : Israel mempermaklumkan Negara, maka terjadi perang. Tandhimul Jihad ikut dalam perang ini. Tapi karena Arab kalah, Tandhimul Jihad kemudian kembali ke Mesir, Dari kelompok Tandhimul Jihad inilah kemu­dian Taqiuddin Nabhani mendirikan Hizbut Tahrir. karena antara Hasan AI-Banna dan Taqiuddin terjadi perbedaan pendapat. Pada 1949 : Hasan Al-Banna meninggal dunia. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria, Libanon dan Yordania.
Read More >>

Tidak Ada Hukum Kecuali Milik Allah

Posted in Sabtu, 19 November 2011
by Unknown

Rasulullah SAW juga telah memperingatkan kita  :

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَ قِرَاءُتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صَلاَتُكُمْ إِلَى صَلاَتِهِمْ بِشَيْءٍ وَلاَ صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ بِشَيْءٍ

"Akan keluar satu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur'an, dimana bacaan kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bacaan mereka, demikian pula sholat kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sholat mereka, juga puasa kalian tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan puasa mereka."(HR. Muslim no 2516)

Read More >>

ANTARA WAHYU DAN AKAL

Posted in
by ANAN SMILE
DIKOTOMIS ANTARA WAHYU DAN AKAL ABSTRAK 

Imam Ghazali sebagaimana ditulis dalam Ihya’ Ulumiddin, ada tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia agar selamat dan terhindar dari bujuk rayu nafsu adalah: 

(1) akal, 

(2) ilmu, dan 

(3) ma’rifat. 

Akal adalah fitrah pemberian Allah kepada makhluk yang disebut manusia berupa kecerdasan dan naluri insaniyah. Berbeda dengan binatang yang tidak diberi akal sehingga mereka hidup dengan cara menyesuaikan dengan keadaan lingkungan di sekitarnya, maka dengan akalnya manusia bisa menguasai alam semesta dan isinya dan membuat alam sekelilingya untuk disesuaikan dengan kepentingan dan keperluannya, bahkan seleranya. Misalnya, kontur tanah yang tidak merata dan berbukit-bukit justru menjadi sangat indah setelah diolah dengan kecerdasan teknologis untuk menjadi lahan pemukiman.
Read More >>

Kopi Populer

Hidangan Populer Warkop Pusat

Copyright 2011 @ Warkop Mbah Lalar