Doa Mustajab dan Sikap yang Mengagumkan

Posted in Sabtu, 26 November 2011
by Mbah Lalar


Salam Warkop

Ini adalah kisah yg terjadi pd peperangan Uhud, antara Abdullah bin Jahsy dan sahabatnya Sa'ad bin Abi Waqash. Biarkanlah Sa'ad menceritakan kisahnya dan sahabatnya. Sa'ad berkata, "Pada perang Uhud saya bertemu Abdullah bin Jahsy. Dia berkata, 'Berdoalah kpd Allah?' Saya menjawab, 'Ya.' Lalu kami menepi di sudut yg sepi, saya berdoa, 'Ya Rabbi apabila saya bertemu musuh maka pertemukanlah saya dengan seorang musuh yg kuat dan berani, saya melawannya, dan diapun melawan saya, kemudian limpahkan kemenangan kpd saya sehingga saya bisa membunuhnya dan mengambil barang-barangnya.'

Abdullah bin Jahsy pun mengamini doa saya, kemudian dia berkata, 'Ya Allah, pertemukanlah diriku dg orang yg kuat dan berani, saya melawan karena-Mu, dia melawanku. Kemudin dia membunuhku dan memotong-motong hidung dan telingaku. Apabila aku bertemu dengan-Mu besok, Engkau bertanya, 'Karena apa telinga dan hidungmu dipotong?' Aku akan menjawab, 'Karena-Mu dan Rasul-Mu.' Maka Engkau berkata, 'Kamu benar.'

Sa'ad bin Abi Waqash berkata, 'Sungguh doa Abdullah bin Jahsy lebih baik dari doaku. Aku melihatnya pada sore hari dia telah terbunuh, tubuhnya dicincang, hidung dan telinganya tergantung di pohon dengan tali.'

Allah mengabulkan doa Abdullah dan memuliakannya dg mati syahid. Seperti paman dari ibunya penghulu syuhada', Hamzah bin Abdul Muthalib.

Maka Rasululah SAW menguburkannya secara berama (Hamzah bin Abdul Muthalib) di satu lubang. Air mata beliau yg suci membasahi tanah kubur keduanya yg semerbak dg aroma mati Syahid.