Yayasan Arimatea Mengakui Memang Banyak Muslim Murtad!

Posted in Rabu, 15 Juni 2011
by Mbah Lalar

Postby Jarum_Kudus » Sun Mar 22, 2009 1:44 am
Bagi siapa yang tidak tahu Yayasan Arimatea, maka ketahuilah bahwa Yayasan dengan nama Kristen ini adalah Yayasan Islam yang bertujuan melakukan pengIslaman dengan cara menjelek-jelekan agama non-Islam, terutama Kristen. Mereka benci sekali sama orang2 Kristen, sebab para Muslim kebanyakan kalo udah murtad maka lalu ikut Yesus sih, dan tentunya banyak pula yang jadi atheis/agnostik seperti yang telah tercantum di berbagai pengakuan Murtadin di FFInternational. 

Yayasan Arimatea itu banyak lhooo cabangnya. Mereka doyan manggil Pendeta2 dengan dalih diskusi lintas agama, tapi di muka umum mereka lalu menyerang si Pendeta. Kejadian itu direkam oleh video mereka, lalu hasil rekaman mereka edit sedemikian rupa sehingga tampak menang debat, dan lalu dipasarkan di toserba, emperan toko, toko buku Gramedia, dll. Gampang kok dicari hasil editan Arimatea ini. Tapi satu hal yang Arimatea takut untuk laksanakan adalah: 
JIKA KEADAANNYA DIBALIK DAN TEMA DISKUSI ADALAH TENTANG KENABIAN MUHAMMAD, TINDAKAN² KRIMINAL MUHAMMAD BUNUH KAFIR, PERAMPOKAN ATAS KAFIR DALAM QUR'AN DAN AHADIS, PERKOSAAN TERHADAP TAWANAN2 PERANG DALAM BERBAGAI SERANGAN AGRESIF ISLAM, PERBUDAKAN DALAM ISLAM. 
Hal ini jelas tidak berani Arimatea lakukan sebab mereka tahu: 
TIDAK MUNGKIN MEMPERTAHANKAN AJARAN ISLAM YANG MEMANG TIDAK BISA DIPERTAHANKAN DAN DIBENARKAN OLEH HATI NURANI DAN AKAL SEHAT. 

Jadi siasat mereka adalah menjelek-jelekan Kristen, agar kafir Kristen tertarik memeluk Islam. Emang kafir2 bodotolol ini jadi makanan empuk Muslim Arimatea karena gampang banget dikibulin. Dikira mereka jika Kristen itu jelek banget, maka tentunya Islam itu bagus banget. Ealaaah... bodoh betul para kafir yang tidak pernah bersekolah di FFI. 

Inilah percakapan demi membuat alibi dari para salibis bhw Kristenisasi itu benar2 Ada dan bahkan jika Pemerintah Indonesia hanya Diam akan menimbulkan peperangan sebangsa.
________________________________________________________________________________________

Pertama kali mendengar nama Arimatea, lengkapnya Forum Arimatea, pikiran kita langsung tertuju pada gerakan seminari atau kristenisasi yang tengah gencar terjadi di tanah air. Akan tetapi, Arimatea yang dimaksud di sini adalah sebuah forum milik umat Islam di Indonesia yang bergerak di bidang dakwah khusus kepada umat lain, memotong gerakan penggerogotan akidah.
Nama tersebut diambil bukan bermaksud untuk berkamuflase sebagaimana halnya gerakan pemurtadan yang tengah marak dengan memakai nama-nama Islam.Arimatea adalah sebuah singkatan kata dari Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif Aktual.
Hal ini dilakukan karena menurut pandangan forum tersebut bahwa perlu diinformasikan kepada penganut Nashrani tentang agama yang lurus dan sesuai dengan fitrah. Mengingat bahwa Islam adalah agama yang universal, yang dapat menjadi solusi bagi permasalahan umat, mengajarkan kedamaian dan keadilan, sehingga informasi ini setidaknya mengundang simpati pemeluk agama lain untuk lebih memperdalam bahwa Islam membawa kesejukan.
Untuk menyampaikan sebuah tujuan, tidaklah mungkin dilakukan sendirian tanpa struktur dan organisasi. Untuk itu, Arimatea menjadi sebuah organisasi yang bersifat terbuka, struktur kepengurusannya terdiri dari berbagai elemen masyarakat bahkan tidak sedikit dari para muallaf yang tergugah untuk bergabung bersama.
Secara bertahap namun pasti dan dengan langkah yang teratur, organiasasi ini dibagi dalam tiga kekuatan: berdakwah langsung, organisator, dan penggerak ekonomi.
Setiap perjuangan tidak pernah luput dari kendala baik dari luar maupun dalam, namun demikian dialog yang dibuka selama ini terbukti mendapat sambutan baik. Obyek dakwah kristiani bersedia hadir dalam berbagai acara Arimatea dan bahkan menerima dengan baik berbagai alat dakwah yang dibagi oleh Arimatea. “Alhamdulillah tidak sedikit yang mulai paham Islam, bahkan sudah hampir menuai hasil dengan semakin banyaknya umat Nashrani yang kembali ke jalan fitrah menjadi muslim, melalui pensyahadatan di Arimatea.” Tutur salah seorang pengurus cabang Yogyakarta
Di Yogyakarta, forum ini bermarkas di pusat kota, tepatnya di JL Nyi Ahmad Dahlan, Notoprajan, menginduk pada kepemimpinan Pusat di Jl Malaka Raya, Jakarta Timuryang diresmikan pada tanggal 16 Agustus 2003 lalu. Pembagian wilayah yang menginduk pada pimpinan pusat ini dilakukan untuk menyelaraskan jalannya agenda dengan baik, selain itu struktur organisasi seperti ini bisa diterapkan subsidi silang dalam pendanaan berbagai macam kegiatan disamping menggugah dan mengetuk hati nurani para dermawan.
LATAR BELAKANG
Bermula dari keprihatinan prosentase pertumbuhan umat Islam yang kurang sehat di sejumlah wilayah di . Hal ini sebagaimana diungkapkan BPS (Badan Pusat Statistik), sebagai contoh Sulawesi Tenggara mengalami penurunan 1,88 % dalam kurun waktu 10 tahun. Demikian juga di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan daerah-daerah lain. Berbagai upaya telah dilakukan orang kafir untuk mencegah umat Islam menjadi yang terunggul dalam berbagai hal. Seperti, dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, bahkan teknologinya sekalipun.
Mereka melihat dan merasakan bahwa Islam adalah ancaman. Sebuah kekhawatiran yang muncul karena dihantui oleh opini-opini yang mereka ciptakan sendiri terhadap Islam. Islam adalah teroris, Islam adalah keterbelakangan, Islam adalah penghambat dan sebutan-sebutan lainnya yang sangat menyakitkan.
Menurut data Arimatea, sampai pada akhir tahun 2000 prosentase umat Nashrani di Indonesia meningkat secara mengkhawatirkan, dipaparkan antara lain dari laporan hasil riset organisasi Kristen dunia, Global Evangelization Movement Database, pertumbuhan umat Nashrani di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta.
Selain itu, dalam seminar kerjasama Global Mission dan Galilea Ministry di Hotel Sangrila Jakarta , pada tanggal 9-12 Juni 1998. Pdt. Dr. George Anatore dari The Lord Family Church, mempresentasikan bahwa akan dijadikan pusat perkembangan Kristen Asia Pasifik.
Selanjutnya, dalam mengantisipasi dakwah umat lain, organisasi dakwah Islam pada umumnya memiliki kemampuan terbatas pada pembentengan akidah saja, yang bersifat pemagaran, sementara itu gerakan Nashrani telah mengupayakan beragam cara seperti kamuflase penyebaran agama berkedok Islam kepada khalayak awam, seperti penulisan kaligrafi ayat-ayat Injil, pemutaran Qori’ Injil seolah seperti ayat al-Quran, penyebaran brosur-brosur tanpa identitas bahkan hipnotis sekalipun dan cara-cara yang lain seperti yang sudah biasa ditempuh di perkampungan yang berkedok bantuan sosial, seperti sembako, pengobatan dan lain-lain. Seperti kita ketahui, bahwa target mereka adalah kantung-kantung kemiskinan dan terbelakang. Mereka telah membeli aqidah dengan supermie, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.
Kenyataan menunjukkan bahwa upaya penghancuran terhadap umat Islam di berbagai bidang – tak terkecuali aqidah – terus berlangsung, sejak masa Rasululah hingga sekarang, dan dapat dipastikan sampai akhir jaman nanti.
Pemurtadan adalah salah satu cara yang mereka gunakan untuk menarik sebanyak mungkin pengikut. Tentu saja hal itu dipicu juga oleh sebuah kenyataan akan konflik yang terjadi sejak pecahnya Perang Salib, Penjajahan Belanda, perebutan di beragai bidang: Sosial, Politik, dan Pendidikan, serta tidak lepas dari persaingan mendasar, terutama di . Dan yang mencolok terjadi di tanah air yang mayoritas penduduknya Islam ini adalah kristenisasi.
Terdorong belum adanya organisasi dakwah Islam yang secara khusus memiliki misi untuk membuat gerakan peyeimbangan atas berbagai gerakan misi yang sangat kuat dari pihak lain, khususnya umat nashrani. Untuk itu didirikanlah Forum ARIMATEA yang didirikan sebagai pusat untuk mengkaji dan memotong gerakan kristenisasi di tanah air bergerak di bidang investgasi, advokasi dan kordinasi bermacam-macam aktivitas yang berkaitan dengan gerakan anti pemurtadan.
BENTUK DAN KEGIATAN DAKWAH
Dari berbagai acara yang melibatkan umat nashrani dalam rangka dakwah, arimatea selalu memegang teguh prinsip Islam untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran, kedamaian dan keadilan
Kegiatan yang telah diselengarakan antara lain secara intern dan extern, training kristologi Islam. Selanjutnya untuk mendukung aktifitasnya, forum juga mengedarkan leaflet dan brosur-brosur serta buku-buku yang terkait dengan kristologi. Forum tersebut mempertahankan gerakan positif di hadapan obyek dakwah (umat lain), namun kepada mereka yang dzalim dikeluarkan VCD yang membongkar kebohongan 4 pendeta yang mengaku mantan ustadz, menerbitkan VCD tentang Fakta dan Data Gerakan Salibiyyah yang dinformasikan kepada umat.
Metode / media dakwah yang dilakukan ini melalui serangkaian penelitian yang memakan waktu kurang lebih satu tahun, antara lain dalam uji coba tersebut dengan membagikan VCD tentang mukjizat al-Quran, tentang fakta empat kaum yang dimurkai Allah dalam al-Quran, VCD kebenaran Nubuat Muhammad. Selain dalam bentuk visualisasi juga dalam bentuk tulisan yang telah disesuaikan dengan karakteristik umat kristiani, seperti tulisan tentang; Mukjizat Yesus dan Muhammad, Meluruskan persepsi tentang Islam, Yesus dalam al-Quran dan Muhammad dalam al-Kitab dan lain-lain.
Metode lain yang ditempuh memang membutuhkan keberanian dan pengetahuan yang baik mengenai Islam dan seluk-beluk nashrani, hal ini akan bermanfaat ketika berdialog langsung secara terbuka. Pendekatan langsung secara pribadi (tertutup) juga perlu dilakukan, sebagai tindak lanjut dan yang lebih berat adalah memberikan pembelaan saat mendapat perlakuan dzalim atau aniaya.
Di Yogyakarta secara rill yang telah dilakukan sementara ini adalah kajian-kajian dan seminar Kristologi di beberapa tempat, pesertanya terdiri dari para mahasiswa dan umum, serta pembekalan kepada kader-kader yang tengah dirintis baru-baru ini.
Untuk efektifnya, forum tersebut harus juga diperkuat dengan pembangunan opini-opini, sebagaimana yang mereka lakukan. Data dan fakta yang sebagai sarana untuk memberikan pemahaman, terutama kepada masyarakat sangat awam (bodoh – Red), dalam memahami firman-firman Allah. Dan meyakinkan kepada mereka bahwa aqidah (tauhid), keimanan tak sekadar bisa makan, ada uang dan bersenang-senang.
Saat uji coba di mulai dengan berbagai keterbatasan ilmu, pengalaman dan minimnya tim. Namun demikian, secara mikro Arimatea telah mengukir prestasi yang menakjubkan, sebagai contoh adalah mengislamkan seorang penginjil dari Bandung melalui jalan dialog, menggoyahkan seorang pendeta muda melalui dialog yang saat ini telah keluar dari pelayanan gereja dan tinggal dengan salah satu pengurus Arimatea Pusat. Meyakinkan kebenaran Islam kepada dua intelektual Kristiani, seorang diantaranya lulusan pasca sarjana bidang Theologi, dan lain-lain@
UPDATE :ALAMAT FORUM ARIMATEA ADA DI POSTING BARU DESEMBER 2007 atau KLIK DI SINI________________________
Diambil dari www.samodrailmu.com