Kedustaan syi'ah terhadap al qur'an

Posted in Kamis, 30 Juni 2011
by Mbah Lalar




Keyakinan bahwa Al Qur’an tidak dikumpulkan dan dihafal oleh seorang sahabatpun, hanya Ali dan para imam ahlu bait semata yang menghafalnya.

Keyakinan ini dinyatakan dengan tegas oleh pengarang Al Kafi[1] dengan berdalil dengan perkataannya (dari Jabir ia berkata,” Saya mendengar Abu Ja’far ‘alaihi sa...lam berkata,” Tidak ada seorang manusiapun yang mengaku ia telah menghafal seluruh Al Qur’an kecuali ia adalah seorang pendusta. Tiada seorangpun yang mengumpulkan dan menghafalnya sebagaimana saat turun, kecuali Ali bin Abi Thalib dan para imam sesudahnya.”

Sekarang, ketahuilah wahai orang syi’ah ---semoga Allah Ta’ala menunjukkan anda dan saya kepada agama yang benar dan jalan yang lurus---, bahwa keyakinan seperti ini yaitu meyakini tidak ada kaum muslimin yang mengumpulkan dan menghafal Al Qur’an selain para imam ahlu bait, keyakinan ini adalah keyakinan yang rusak dan batil. Tujuan dari pembuat keyakinan ini adalah mengkafirkan kaum muslimin selain ahlul bait dan syi’ah (pendukung) mereka. Cukuplah hal ini sebagai sebuah kerusakan, kebatilan dan kejahatan. Naudzu billah. Berikut ini penjelasannya:

Keyakinan ini berarti menuduh dusta setiap orang yang mengaku menghafal Al Qur’an atau mengumpulkannya dalam sebuah mushaf, seperti sahabat Utsman bin Affan, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, abdullah bin Mas’ud dan ratusan sahabat Rasulullah lainnya. Menuduh mereka sebagai para pendusta berarti telah menuduh mereka fasiq dan menganggap ‘adalah (keadilan) mereka telah gugur. Ini jelas tidak akan dikatakan oleh ahlu bait. Yang mengatakan hal seperti ini hanyalah musuh-musuh Islam dan kaum muslimin, demi membuat fitnah dan perpecahan.

Keyakinan ini berarti menganggap kaum muslimin sesat, kecuali syi’ah (pendukung) ahlu bait. Karena orang hanya beramal dengan sebagian Al Quran , tidak diragukan lagi telah kafir dan tersesat, karena ia tidak beribadah kepada Allah Ta’ala sesuai yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala, karena boleh jadi sebagian Al Qur’an yang belum dikumpulkan oleh kaum muslimin itu memuat masalah akidah, ibadah, adab dan hukum-hukum.

Konskuensi dari keyakinan ini adalah menganggap dusta firman Allah Ta’ala :

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. 15:9).
Mendustakan Allah Ta’ala jelas sebuah kekufuran.

Mungkinkah Al Qur’an hanya diketahui oleh Ahlul bait dan pengikut mereka saja??? Bukankah ini berarti memonopoli dan merampok rahmat Allah Ta’ala, dan seharusnya ahlu bait Nabi mustahil seperti itu??? Ya Allah, sesungguhnya kami benar-benar mengetahui bahwa ahlu bait Rasul-Mu berlepas diri dari kedustaan ini. Maka, wahai Allah, laknatlah orang yang berdusta dan berbohong atas nama mereka !!!!

Konskuensi dari keyakinan ini, hanya kelompok syi’ah semata yang berada di atas kebenaran dan menegakkan kebenaran. Karena hanya merekalah yang mempunyai Al Qur’an secara lengkap, maka mereka bisa beribadah sesuai dengan cara yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala. Adapun kaum muslimin selain mereka adalah sesat, karena tidak mendapatkan banyak bagian dari Al Qur’an dan petunjuk Al Qur’an. Wahai orang Syi’ah, kedustaan seperti ini tidak akan dilakukan oleh orang yang berakal waras, apalagi oleh orang yang mengaku beragama Islam dan bagian dari kaum muslimin. Tidaklah Rasulullah meninggal, kecuali Allah Ta’ala telah menyempurnakan turunnya kitab-Nya dan penjelasan kitab-Nya, sedang kaum muslimin telah menghafalnya dalam dada dan tulisan mereka. Al Qur’an telah tersebar luas di kalangan mereka, dihafal oleh para ulama dan kaum muslimin awam. Peran ahlu bait dalam mengumpulkan dan menghafal Al Qur’an tak jauh berbeda dengan peran kaum muslimin lainnya, maka bagaimana bisa dikatakan tidak ada yang menghimpun dan menghafal Al Qur’an selain ahlu bait, dan bagaimana bisa dikatakan siapa yang mengaku menghimpun atau menghafal Al Qur’an berarti ia seorang pendusta!!!

Bagaimana jika dia ditantang untuk menunjukkan Al Qur’an yang disimpan Ahlul bait, ” Tunjukkan kepada kami Al Qur’an yang dinyatakan oleh ahlu bait khusus dihafal oleh para syi’ah mereka ini. Tolong tunjukkan kepada kami satu surat atau beberapa surat.” Ia menantangnya, lantas bagaimana? Subhanallah, ini jelas sebuah kedustaan yang besar.

--------------------------------------------------------------------------------

[1] - Al Kaafi, Kitab Al-Hujjah juz 1 hal. 26.