Belenggu Masa Lalu

Posted in Selasa, 27 Desember 2011
by Mbah Lalar


Sebagian umat Islam bisa dibilang sedang terjebak di dalam belenggu masa silam,
dengan berpendapat bahwa umat masa lampau selalu lebih baik daripada umat yang kemudian.

Beberapa indikator yang bisa kita lihat adalah betapa hampir setiap khutbah yang ada di mimbar-mimbar masjid selalu berbicara tentang umat terdahulu (yang merujuk kepada era zaman Nabi Muhammad saw dan para Sahabat), adanya penolakan terhadap gagasan pembaruan dengan dalih bahwa apa yang sudah ditetapkan oleh umat terdahulu sudah final dan tidak dapat diganggu gugat,.. sampai pada gagasan untuk mengembalikan sistem pemerintahan abad pertengahan yaitu sistem Khilafah.

Bahwa umat terdahulu adalah selalu lebih baik dibanding umat kemudian, itu tidaklah selalu benar.
Peradaban manusia,.... termasuk peradaban umat Islam bagaikan roda berputar, selalu naik turun,.. dan yang jelas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Jika dikatakan umat Islam di zaman Nabi Muhammad saw hidup adalah yang terbaik, saya Sepakat...... Karena fakta sejarah membuktikan bahwa pada masa itu umat Islam mengalami peningkatan kualitas SDM yang luar biasa, dengan menancapkan pondasi bagi perkembangan umat Islam menjadi umat teladan di muka bumi.

Namun semenjak Rasulullah saw wafat,...... pertengkaran di dalam umat yang berlanjut menjadi perpecahan mulai terjadi.

Untung saja bahwa pondasi yang beliau letakkan begitu kokoh,.. sehingga untuk beberapa abad ke depan umat Islam terus melesat menjadi umat yang disegani dan bahkan bisa membangun peradaban maju yang unggul di bidang Ilmu Pengetahuan, Kesenian,.... Filsafat,... Ekonomi,.. dan Militer.
Bahkan umat Islam yang pada saat itu mayoritas dari bangsa Arab yang sebelumnya kurang diperhitungkan di mata dunia,.. bisa menaklukkan dua Imperium Besar dunia pada saat itu, yaitu Kekaisaran Romawi dan Persia.

Akan tetapi patut diingat,... bahwa semua itu ada dalam berbagai kondisi yang menyertainya...
Ada yang tertulis dengan tinta emas di atas lembaran putih sejarah,..... namun tidak sedikit yang tertulis dengan tinta darah di atas lembaran hitam sejarah.

Misalkan saja pada era kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz (berkuasa 717-720 M)
dan Harun Al Rasyid (berkuasa 786-803 M),.... sejarah mencatat bahwa umat Islam berada di zaman Keemasan pada waktu itu,.... dan tentu saja jauh lebih baik dibandingkan era ketika Yazid bin Muawiyah (berkuasa 680-683 M),.. yang periode kehidupannya lebih dekat dengan zaman Rasulullah saw ,.. di mana pertumpahan darah di antara sesama umat Islam terjadi sehingga menewaskan cucu Rasulullah saw yaitu Sayyidina Hasan dan Husain ra.

Fakta sejarah ini membuktikan bahwa tidak selalu umat terdahulu itu lebih baik dibandingkan umat kemudian.
Juga berarti tidak selalu umat yang masa hidupnya lebih dekat dengan masa hidup Rasulullah saw selalu lebih baik dibandingkan umat yang masa hidupnya lebih jauh dengan masa hidup Beliau.

Ketika Rasulullah saw masih hidup, tidak pernah terjadi perbedaan yang prinsip di antara umat Islam,... terutama mengenai penafsiran dari ayat-ayat Al Qur’an.
Karena semua selalu dikembalikan kepada Rasul-Nya.
Rasulullah saw adalah penjaga kemurnian ajaran Islam.
Akan tetapi setelah beliau wafat,...... tidak ada lagi orang yang memiliki otoritas sebesar Beliau.

Dengan demikian,.... semua orang di zaman setelah era Rasulullah saw memiliki otoritas yang sama di hadapan Allah,.. sehingga tidak ada yang berhak mengklaim dirinya paling benar.....Karena hanya Allah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk dan siapa yang tersesat dari jalan-Nya...!! :


ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ‌ۖ

وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن

ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ


" Serulah [manusia] kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."
( QS An Nahl : 125 ).


Mari kita Pertegas hal ini di dalam diri kita,.. sehingga tidak terjadi kerancuan dalam menjalankan agama,.. yang seringkali menyebabkan munculnya kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai wakil Allah dan Rasul-Nya di muka bumi..!! Lebih buruk lagi,... seringkali kelompok semacam ini bertindak Sewenang-wenang dan menghakimi orang lain sesuai dengan cara pandangnya sendiri...!!

Hal ini terjadi akibat salah Persepsi yang sedemikian parahnya,.. sehingga telah menyimpang dari apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw.
Perpecahan yang terjadi saat ini bukanlah meneladani apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw, ...melainkan mengikuti umat-umat sesudahnya yang bertengkar mengklaim kebenaran,.. sehingga muncul perbedaan mazhab dan kelompok.
Yang Sunni mengharamkan Syiah,... begitu pula sebaliknya.
Belum lagi keberadaan kelompok Salafi dan Wahabi,... dan kelompok-kelompok kecil lainnya.
Kesemuanya memiliki tata cara dan keilmuan yang diajarkan oleh guru masing-masing,.. dan tidak mau menerima sedikit pun apa yang dikemukakan oleh aliran lainnya. ......Yang penting : “Asal Beda” dan “Asal Bukan Dia”.

Maka apakah masa lalu kelam semacam ini yang akan terus kita suburkan..?
Apakah klaim kebenaran yang selalu berakibat perpecahan ini yang akan terus kita lestarikan..?

Ingat...!! Bahwa masa lalu ada untuk kita ambil pelajaran dan hikmahnya.
Jangan sampai kita gagal mengambil pelajaran dan memetik hikmah dari perjalanan umat Islam dalam sejarah,... sehingga kesalah itu terus-menerus kita ulang,... sehingga keadaan umat ini dari hari ke hari semakin terpuruk dan memprihatinkan.

Jika kita ingin meneladani umat di zaman Rasulullah saw,.. maka kita teladani semangat beliau dan para sahabat dalam menegakkan ajaran Islam.
Mari kita meneladani semangat ketulusan,.. semangat keterbukaan pikiran dan hati, semangat saling berbagi dan mengingatkan,.. semangat kesabaran,... semangat pantang menyerah dalam berjuang,... semangat dalam menuntut ilmu,.. dan berbagai semangat kebaikan lainnya yang telah dicatat dalam sejarah.

Bukannya malah meniru-niru hal-hal yang sifatnya fisik semata.
Seperti cara berpakaian,.. penggunaan istilah-istilah Arab dalam berbicara,... dan segala perilaku yang meniru-niru kehidupan masyarakat Arab di abad pertengahan. Apalagi meniru-niru kedengkian umat terdahulu yang telah menyebabkan umat ini terpecah belah....!!

Amat menyedihkan ketika melihat bahwa umat lain sudah berbicara mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi,... gagasan penyelamatan bumi, ....konservasi lingkungan flora dan fauna, ...merumuskan model sistem ekonomi yang saling menguntungkan, namun ternyata umat kita masih disibukkan dengan persoalan-persoalan Fiqih,.. tentang ini cara berpakaian di zaman Rasul,... ini berdoa yang benar seperti di zaman Rasul,... ini haram karena tidak pernah diajarkan oleh Rasul, ...dan berbagai urusan kecil lainnya yang sukses menahan laju peradaban umat Islam itu sendiri.

Saya sangat berharap bahwa kajian dan diskusi keislaman tidak hanya pandai mengutip-ngutip catatan sejarah di masa lampau, ...akan tetapi juga bagaimana mengaktualisasi dalam kehidupan masa kini.

Sekali-kali kita bisa mengangkat teladan dari tokoh-tokoh Mu'min di masa kini, sehingga umat Islam di masa kini bisa merasa lebih dekat dengan realita yang ada dan mudah untuk meneladaninya.

Masa lalu biarlah menjadi masa lalu....
 
Tidak mungkin bagi kita untuk mengembalikan kehidupan fisik masa lalu ke masa kini. Masa lalu ada untuk kita ambil pelajaran dan petik Hikmahnya.

Mari kita menatap masa kini dan masa depan.

Karena tantangan umat Islam saat ini ada di masa kini dan masa depan,... bukan masa lalu....!

Semoga bermanfaat...!