Proses Kematian

Posted in Selasa, 11 Oktober 2011
by Mbah Lalar
Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!

Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan:

Jantung berhenti berdetak

Nafas tertahan

Badan bergetar

Telinga terasa dingin

Darah berubah menjadi asam dan Tenggorokan berkontraksi

0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit
Darah berubah warna & otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4–5 Menit
Pupil mata membesar & berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.

7–9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.

1–4 Jam
Rigor Mortis (fase dmn keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku & rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4–6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yg berkumpul lalu mati & warna kulit menghitam.

6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24–72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba & pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36–48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

3–5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut & hidung.

8–10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dgn membusuknya darah.

Beberapa Minggu
Rambut, kuku & gigi dgn mudahnya terlepas.

Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun
Tidak ada lagi yg tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang belulang yg menyedihkan.

Jadi, apa lagi yg mau disombongkan orang sebenarnya?

Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini, kecuali pahala dari amal ibadah kita.

Maka, jadilah hamba Allah yg selalu taat dlm beribadah & jgn mempersulit hidup orang, apalagi berbuat jahat.

Merendahlah, krn kerendahan tdk akan mengurangi kehormatan kita, malah bisa mengangkat derajat ĸȋζȃ ϑί hadapan Allah..