KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

Posted in Rabu, 05 Oktober 2011
by Mbah Lalar
"Bagaimana cara berkomunikasi dgn orang yg mempunyai latar belakang budaya yg berbeda dgn kita, supaya antara kedua orang tersebut klop dan nyambung." Ini pertanyaan yang sering menganggu kita. 
 
Setiap suku, kaum memiliki bahasa tersendiri untuk komunikasi diantara anggotanya. Baik itu budaya etnis (Jawa, Sunda,Skotlandia,Tutsi, dst.) maupun sub-budaya yang tercipta di dunia moderen ini, yang umumnya berlaku hanya sementara waktu. Salah satu sub-budaya adalah para anak remaja yang menggunakan bahasa ciptaan sendiri.
 
Bahasa itu apa? Bahasa adalah sekumpulan Kode / Lambang / Simbol yang diciptakan dan disepakati sejumlah orang yang menetap dalam sebuah wilayah dengan tujuan supaya mereka bisa saling memahami. 
 
Kode ini hanya dipahami oleh para anggota kelompok ini saja. Karena itulah bahasa komunikasi yang diciptakan budaya bersangkutan tidak akan dipahami oleh budaya lain. Karena bahasa yang tercipta adalah unik terhadap lingkungan tertentu terjemahan bahasa bersangkutan ke bahasa lain tidak akan pernah sepenuhnya tepat. Makanya ada istilah "sepadan". 
 
Namun tidak semua kata dalam suatu bahasa memiliki kata sepadan dalam bahasa lain. Bahasa bukan hanya terdiri dari kata dan kalimat yang terekspresikan melalui suara, tetapi juga melalui ekspresi wajah, gerak isyarat, bahasa tubuh dan tulisan. 
 
Supaya berbagai budaya dapat berkomunikasi sehingga terjalin suatu saling pemahaman, secara ideal dibutuhkan pembelajaran mengenai budaya dan bahasa yang ingin kita pahami. Jadi komunikasi antar budaya tidaklah mudah dan sering menghasilkan salah pengertian. Tidak ada solusi instan terhadap masalah ini. Karena itulah sangat di sarankan  bahwa dalam pengajaran suatu bahasa asing dibutuhkan juga pengajaran mengenai budaya darimana bahasa itu berasal. Ini yang sering tidak dilakukan. 
 
Bila kita tak ada kesempatan mempelajari suatu bahasa asing dan perlu berkomunikasi dengan orang asing di sarankan agar menggunakan seluruh peralatan kita untuk menyampaikan pesan kita. Gunakan kata-kata, gunakan gerak isyarat, gunakan ekspresi wajah, gunakan bahasa tubuh, semuanya dalam berkomunikasi. 
 
Sudah tentu ada cara lain yakni hidup dalam budaya asing bersangkutan supaya kita bisa memahami budaya dan bahasa asing itu sampai kita menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya itu. SELAMAT BERKOMUNIKASI.