imam syafi,i dan ashabnya

Posted in Senin, 19 September 2011
by Mbah Lalar
Imam Syafi’i bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i, lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah (767-820 M), berasal dari keturunan bangsawan Qurays dan masih keluarga jauh rasulullah SAW. dari ayahnya, garis keturunannya bertemu di Abdul Manaf (kakek ketiga rasulullah) dan dari ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a. Semasa dalam kandungan, kedua orang tuanya meninggalkan Mekkah menuju palestina, setibanya di Gaza, ayahnya jatuh sakit dan berpulang ke rahmatullah, kemudian beliau diasuh dan dibesarkan oleh ibunya dalam kondisi yang sangat prihatin dan seba kekurangan, pada usia 2 tahun, ia bersama ibunya kembali ke mekkah dan di kota inilah Imam Syafi’i mendapat pengasuhan dari ibu dan keluarganya secara lebih intensif.


Saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah. Setahun kemudian, kitab Al Muwatha’ karangan imam malik yang berisikan 1.720 hadis pilihan juga dihafalnya di luar kepala, Imam Syafi’i juga menekuni bahasa dan sastra Arab di dusun badui bani hundail selama beberapa tahun, kemudian beliau kembali ke Mekkah dan belajar fiqh dari seorang ulama besar yang juga mufti kota Mekkah pada saat itu yaitu Imam Muslim bin Khalid Azzanni. Kecerdasannya inilah yang membuat dirinya dalam usia yang sangat muda (15 tahun) telah duduk di kursi mufti kota Mekkah, namun demikian Imam Syafi’i belum merasa puas menuntut ilmu karena semakin dalam beliau menekuni suatu ilmu, semakin banyak yang belum beliau mengerti, sehingga tidak mengherankan bila guru Imam Syafi’i begitu banyak jumlahnya sama dengan banyaknya para muridnya.

Meskipun Imam Syafi’i menguasai hampir seluruh disiplin ilmu, namun beliau lebih dikenal sebagai ahli hadis dan hukum karena inti pemikirannya terfokus pada dua cabang ilmu tersebut, pembelaannya yang besar terhadap sunnah Nabi sehingga beliau digelari Nasuru Sunnah (Pembela Sunnah Nabi). Dalam pandangannya, sunnah Nabi mempunyai kedudukan yang sangat tinggi, malah beberapa kalangan menyebutkan bahwa Imam Syafi’i menyetarakan kedudukan sunnah dengan Al Quran dalam kaitannya sebagai sumber hukum islam, karena itu, menurut beliau setiap hukum yang ditetapkan oleh rasulullah pada hakekatnya merupakan hasil pemahaman yang diperoleh Nabi dari pemahamannya terhadap Al Quran. Selain kedua sumber tersebut (Al Quran dan Hadis), dalam mengambil suatu ketetapan hukum, Imam Syafi’i juga menggunakan Ijma’, Qiyas dan istidlal (penalaran) sebagai dasar hukum islam.

Berkaitan dengan bid’ah, Imam Syafi’i berpendapat bahwa bid’ah itu terbagi menjadi dua macam, yaitu bid’ah terpuji dan sesat, dikatakan terpuji jika bid’ah tersebut selaras dengan prinsip prinsip Al Quran dan Sunnah dan sebaliknya. dalam soal taklid, beliau selalu memberikan perhatian kepada murid muridnya agar tidak menerima begitu saja pendapat pendapat dan hasil ijtihadnya, beliau tidak senang murid muridnya bertaklid buta pada pendapat dan ijtihadnya, sebaliknya malah menyuruh untuk bersikap kritis dan berhati hati dalam menerima suatu pendapat, sebagaimana ungkapan beliau ” Inilah ijtihadku, apabila kalian menemukan ijtihad lain yang lebih baik dari ijtihadku maka ikutilah ijtihad tersebut “.

Diantara karya karya Imam Syafi’i yaitu Al Risalah, Al Umm yang mencakup isi beberapa kitabnya, selain itu juga buku Al Musnadberisi tentang hadis hadis rasulullahyang dihimpun dalam kitab Umm serta ikhtilaf Al hadis.

MURID MURID BELIAU:

ABAD-III Hijriyah.

1.
Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi(wafat 270 H).

Beliau ini adalah murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.,di bawa dari Bagdad sampai ke Mesir. Lahir tahun 174 H. (wafat tahun 270 H).

Beliau inilah yang membantu Imam Syafi'i Rhl.menulis kitabnya Al Umm dan kitab Usul Fiqih yang pertama di dunia,yaitu Kitab Risalah al Jadidah.

Berkata Muhammad bin Hamdan: ''Saya datang ke rumah Rabi'i pada suatu hari,di mana didapati di hadapan rumahnya 700 kendaraan membawa orang yang datang mempelajari kitab Syafi'i dari beliau''~


Ini suatu bukti bahwa Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi adalah seorang yang utama,penyiar dan penyebar Madzhab Syafi'i Rhl.dalam abad-abad yang pertama.

Tersebut dalam kitab Al Majmu'halaman 70,kalau ada perkataan''sahabat kita ar Rabi'i'' maka maksudnya adalah Ar Rabi'i bin Sulaiman al Muradi ini.

Di dalam kitab Al Muhadzab tidak ada Ar Rabi'i selain ar Rabi'i ini,kecuali satu Ar Rabi'i dalam masalah menyamak kulit yang bukan Ar Rabi'i ini,tetapi Ar Rabi'i bin Sulaiman al Jizi.(Beliau ini adalah sahabat Imam Syafi'i Rhl.juga)

2. Al Buwaithi(wafat 231H).

Nama lengkap beliau adalah Abu Ya'kup Yusuf bin Yahya al Buwaithi,lahir di desa Buwaith(Mesir) wafat 231 H.

Imam Syafi'i berkata: ''Tidak seorang juga yang lebih berhak atas kedudukanku melebihi dari Yusuf bin Yahya al Buwaithi'' dan Imam Syafi'i Rhl.berwasiat,manakala beliau wafat maka yang akan menggantikan kedudukan beliau sebagai pengajar adalah Al Buwaithi ini.

Beliau menggantikan Imam Syafi'i Rhl.berpuluh tahun dan pada akhir umur beliau ditangkap lantaran persoalan ''fitnah Qur'an'',yaitu tentang makhluk atau tidaknya Qur'an yang digerakkan oleh kaum Mu'tazilah.

Akhirnya al Buwaithi ditangkap oleh Khalifah yang pro faham Mu'tazilah,lalu dibawa dengan ikatan rantai pada tubuhnya ke Bagdad. Beliau meninggal dalam penjara di Bagdad tahun 231 H.

Beliau syahid karena mempertahankan kepercayaan dan i'tiqad beliau,yaitu i'tiqad kaum ahlussunnah wal jama'ah yang mempercayai bahwa Qur'an adalah Kalam Allah yang Qadim,bukan ''ciptaan Allah'',(makhluk)
  
3. Al Muzany(wafat 264 H)

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu Ibrahim,Ismail bin Yahya Al Muzani,lahir di Mesir 175 H dan 25 tahun lebih muda dari Imam Syafi'i Rhl.

Imam Syafi'i Rhl.pernah berkata tentang sahabatnya ini,bahwa Al Muzani adalah pembela Madzhabnya.

Setelah Imam al Buwaithi ditangkap maka al Muzany menggantikan kedudukannya dalam balakah Imam Syafi'i itu sampai beliau wafat pada tahun 264 H.(60 tahun terkemudian dari Imam Syafi'i Rhl.)

Beliau adalah seorang ulama yang saleh,zuhud dan rendah hati. Beliau banyak mengarang kitab fiqih Syafi'iyah,seumpama:

1. Al Jami' al Kabir,2. Al Jami' as Shagir, 3. Al Mukhtashar, 4. Al Mantsur, 5. Al Targib fil Ilmu, 6. Kitabul Watsaiq, 7. Al Masail al Mu'tabarah,dan lain-lain.

4. Harmalah at Tujibi(lahir tahun 166 H.-wafat tahun 243 H).

Nama lengkapnya Harmalah bin Yahya Abdullah at Tujibi,murid Imam Syafi'i Rhl.

Beliau seorang Ulama Besar penegak Madzhab Syafi'i yang menyusun kitab-kitab Madzhab Syafi'i.

Di dalam Madzhab Syafi'i terkenal Kitab Harmalah,yaitu kitab karangan Imam Syafi'i Rhl.yang disusun oleh murid beliau ini,yaitu Harmalah bin Yahya.

Selain beliau ahli fiqih Syafi'i yang terkenal,juga beliau ahli Hadits yang banyak menghafal hadits-hadits Nabi. Kabarnya beliau telah menghafal 10.000 hadits Nabi.

Diantara ahli-ahli hadits yang menjadi murid dari Harmalah ini,terdapat Imam Muslim yang terkenal,Imam Ibnu Qutaibah,Imam Hasan bin Sofyan.
           
5. Az Za'farani(wafat 260 H).

Nama lengkap beliau ini adalah Imam al Hasan bin Muhammad Ash Shabah az Za'farani. Lahir di dusun Za'farani dan kemudin pindah ke kota Bagdad di mana di sini beliau belajar kepada Imam Syafi'i Rhl. Imam Az Za'farani adalah murid langsung dari Imam Syafi'i.

Imam Bukhari seorang ahli Hadits yang terkenal banyak mengambil Hadits dari az Za'farani ini tetapi beliau bukan menjadi orang Mujtahid dalam fiqih. Beliau tetap memegang Madzhab Imam Syafi'i Rahimahullah.

Dari beliau ini mengalirlah ajaran fiqih Syafi'i kepada Imam Bukhari yang terkenal sehingga beliau menganut Madzhab Syafi'i dalam syari'at dan ibadat.

6. Al Karabisi(wafat 245 H).

Nama lengkap beliau adalah Imam Abu 'Ali Husein bin 'Ali al Karabisi. Beliau juga seorang murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.sesudah terlebih dahulu menganut ajaran Imam Abu Hanifah(Hanafi) dan kemudian masuk dalam Madzhab Syafi'i. Beliau adalah menjadi tiang tengah dalam menegakkan fatwa dan aliran-aliran Imam Syafi'i Rhl.

7. At Tujibi(wafat 250 H).

Ahmad bin Yahya bin Wazir bin Sulaiman at Tujibi. Beliau adalah seorang Ulama yang belajar langsung dalam ilmu fiqih kepada Imam Syafi'i Rhl. Meninggal dan bermakam di Mesir
8. Muhammad bin Syafi'i(wafat 240 H).

Muhammad bin Syafi'i,gelarnya Abu Utsman al Qadhi. Beliau adalah anak yang tertua dari Imam Syafi'i Rhl.

Pada akhir usia beliau menjabat kedudukan Qadhi di Jazirah dan wafat di situ tahun 240 H.

9. Ishaq bin Rahuyah(wafat 238 H).

Nama lengkap beliau adalah Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad bin Ibrahim yang terkenal dengan Ibnu Rahuyah. Lahir tahun 166 H.wafat tahun 238 H.

Beliau belajar fiqih kepada Imam Syafi'i Rhl.yang terkenal. Bukan saja dalam ilmu fiqih tetapi juga dalam ilmu Hadits. Imam Bukhari,Muslim,Abu Daud,Tirmidzi,Ahmad bin Hanbal,banyak mengambil hadist dari Ishaq bin Rahuyah ini.

Imam Nasai mengatakan bahwa Ibnu Rahuyah adalah Tsiqqah'',yaitu ''dipercaya

10. Al Humaidi(wafat 219 H).

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Zuber bin Isa,Abu Bakar al Humaidi. Beliau juga murid langsung dari Imam Syafi'i Rahimahullah.

Beliaulah yang membawa dan mengembangkan Madzhab Syafi'i ketika di Mekkah,sehingga beliau diangkat menjadi Mufti Mekkah. Wafat di Mekkah pada tahun 219 H.

Inilah diantaranya 11 orang murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl.yang kemudian menjadi Ulama Besar dan tetap teguh memegang Madzhab Syafi'i.


Dengan perantaraan beliau-beliau inilah Madzhab Syafi'i tersiar luas ke pelosok-pelosok dunia Islam terutama ke bagian Timur dan Hijaz,yaitu ke Iraq,ke Khurasan,ke Maawara an Nahr,ke Adzerbaiyan,ke Tabristan,juga ke Sind,ke Afganistan,ke India,ke Yaman dan terus ke Hadaramaut,ke Pakistan,India dan Indonesia.

Beliau-beliau ini menyiarkan Madzhab Syafi'i dengan lisan dan tulisan. Selain dari itu ada dua orang murid Imam Syafi'i Rhl.,yaitu Ahmad bin Hanbal,(wafat 241) yang kemudian ternyata membentuk satu aliran dalam fiqih yang bernama Madzhab Hanbali. Yang kedua Syeikh Muhammad bin Abdul Hakam,seorang Ulama murid langsung dari Imam Syafi'i Rhl. yang ilmunya tidak kalah dari al Buwaithi. Beliau ini pada akhir umurnya berpindah ke Madzhab Maliki dan wafat dalam tahun 268 H.di Mesir.