THAGUT ITU BERNAMA FACEBOOK

Posted in Rabu, 28 September 2011
by Mbah Lalar
THAGUT ITU BERNAMA FACEBOOK

Segenap puji hanya kepadaNya, Tuhan Semesta Alam, Sang Maha Kuasa..
tulisan ini dibuat untuk sekedar mengekspresikan sesuatu yang menjadi bahan pemikiran dan perhatian atas apa yang menjadi thagut2 baru pada umat manusia belakangan ini.

Sebelum melangkah ke pembahasan mengenai facebook, ada baiknya kita mengenal dulu arti dari thagut supaya ga terjadi salah kaprah mengenai diskusi ini.
Dalam sebagian pemahaman kaum salaf, thagut diartikan sebagai segala sesuatu yang disembah selain Allah, dan ia rela menjadikan sesembahan itu sebagai sesuatu sembahan ataupun peribadatan dengan tata cara sesembahan itu, ataupun dengan suka rela ketaatannya pada sesembahan itu sama atau bahkan melebihi dengan ketaatannya pada Allah.
ada titik point yang bisa saya ambil dari pengertian thagut diatas secara komprehensif yakni "jika ketaatan kita membuat kita lupa akan ketaatan kita pada Allah".
Tidak disangkal lagi bahwa facebook adalah bom dan racun jika kita sendiri tidak bisa memaknai facebook itu secara wajar, benar. Bukannya kita yang menjadi pengendali atas akun facebook itu, tapi kita justru menjadi budak dari teknologi itu. Naudzubilllah Min Dzalik.
Ketika kita dibutakan dengan kecangihan informasi ataupun teknologi, tanpa kita sadar, kita yang harusnya mempunyai izzah sebagai seorang muslim menjadi tidak ada bedanya dengan kaum lain.
Jadi sadarlah saudara-saudara, bahwa perangkap dari facebook dan teknologi lain di era sekarang telah menjadikan kita sebagai suatu budak dari mereka dan bukan menjadi tuan atas diri kita sendiri. Dan parahnya jika ternyata kita secara sadar dan tidak sadar menjadikan diri kita menyembah kepada thagut baru bernama Facebook.
menyembah bukan berarti kita sholat dan berdoa, tapi ketika sudah waktunya sholat memanggil kita, ternyata kita masih lebih asyik dengan facebook, masih asyik berkongkow-kongkow dengan teman online kita ataupun sibuk berupdate status ataupun narzizme..
Sadarlah wahai kawan, sebelum penyesalan panjang itu tidak berguna lagi kelak...
Wa allahu alam bi shawab...