MEMBANDINGKAN KEBENARAN AL-QUR’AN DAN KEPALSUAN ALKITAB DARI SUDUT PANDANG ILMU PENGETAHUAN

Posted in Sabtu, 03 September 2011
by Mbah Lalar
Maurice Bucaille, seorang dokter berkebangsaan Perancis yang mendalami bahasa Arab agar benar-benar mampu memahami teks asli Al-Quran, menulis sebuah buku yang khusus membandingkan al-Qur’an dan alkitab dari sudut pandang sains modern dengan judul La Bible Le Coran Et La Science (The Bible and The Qur’an in the Light of The Knowledge).


Bucaille yg notabene awalnya bukan seorang Muslim ini, dari hasil analisa kritisnya, dia menegaskan:

1. Al-Kitab hanya bisa disejajarkan dgn hadis, dan sangat tidak pantas disepadankan dengan al-Qur’an. Sama dengan hadis, alkitab memuat tentang kejadian2 masa lalu, ditulis oleh orang-orang yg tidak menyaksikan secara langsung kejadian-kejadian tersebut.


2. Al-Kitab bukanlah teks yang diwahyukan, sementara al-Qur’an satu-satu kitab suci yg memenuhi semua persyaratan atau kualifikasi wahyu.


3. Al-Qur’an sama sekali tidak bertentangan dgn fakta-fakkta ilmiah dan tidak sedikitpun mengandung pernyataan yg dapt dikritik atau disalahkan dari perspektif sains modern, sebaliknya alkitab baik perjanjian lama maupun perjanjian baru secara ilmih telah memuat begitu banyak kontradiksi yang tidak dapat diterima lagi bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern.

Di dalam PL, Bucaille menggaris bawahi 3 hal pokok yg merupakan kontradikis diametral antara alkitab dengan nalar ilmiah:


1). Penciptaan alam dan tahap-tahapnya.
2). Waktu penciptaan alam dan waktu timbulnya
    manusia di atas bumi.
3). Riwayat banjir Nuh.

Untuk Perjanjian Baru, Bucaille mengemukakan begitu banyak kontradiksinya dengan pandangan ilmiah, yang antara lain:

  1. Silsilah Yesus
  2. Riwayat Penyaliban
  3. Lembaga Ekaristi
  4. Kebangkitan Yesus
  5. Kenaikan Al-Masih
  6. Percakapan Yesus

Sekedar menyebutkan satu contoh hasil analisis Bucaille, kontradiksi alkitab dgn kebenaran ilmiah justru telah ditemukan pada pasal-pasal awal PL, yaitu kitab Kejadian, sejak dari pasal 1 dst, yg menceritakan tentang proses penciptaan alam semesta.

Bagi Bucaille, ayat-ayat tentang penciptaan alam semesta di awal2 kitab kejadian ini menjadi  salah satu contoh paling menonjol  dari ketidak akuratan alkitab dari segi pandangan ilmiah. Dengan perspektif ilmiah dia menganalisis ayat-ayat aneh ini baris demi baris, sebagai berikut:

Kejadian Pasal 1: 1-31

a. Ayat 1-2

1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.


Pernyataan bahwa ketika awal penciptaannya bumi masih diliputi kegelapan, ada dasarnya dapat diterima. Tapi menyebutkan adanya air di awal-awal penciptaan bumi, merupakan suatu pernyataan yang secara ilmiah tidak dapat dibenarkan,  karena ilmu pengetahuan telah membuktikan tanpa terbantahkan bahwa  sebelum menjadi seperti saat ini, awalnya alam semesta berbentuk gas, bukan air.  Penyebutan air di awal pembentukan bumi seperti ditunjukkan secara eksplisit dalam ayat  2 tersebut, merupakan pengadopsian tanpa malu-malu dari sebuah mitos kuno tentang penciptaan alam da hal ini merupakan suatu kekeliruan ilmiah yang sungguh sangat fatal.


b. Ayat 3-5

3. Berfirmanlah Allah: ''Jadilah terang.'' Lalu terang itu jadi.

4. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

5. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Tak perlu penjelasan rumit, secara jelas  ayat 3-5 ini menyebutkan bahwa pada hari pertama Allah telah menciptakan terang dan gelap, yg disebut sebagai siang dan malam.


Padahal fakta ilmiah membuktikan bahwa sirkulasi siang dan malam, terang dan gelap di bumi ini berasal dari reaksi kompleks  yang terjadi pada bintang-bintang dan rotasi bumi mengelilingi matahari.


Siang dan malam secara ilmiah hanya mungkin terjadi bila ada MATAHARI. Bagaimana mungkin telah terjadi pergantian siang dan malam bila matahari belum diciptakan. Bagaimana mungkin siang dan malam, terang dan gelap telah ada pada hari pertama penciptaan, mendahului matahari yang diciptakan pada hari ke-4 di ayat 14. Bisakah akal sehat menerima pernyataan alkitab yg secara ilmiah sungguh nyata keliru seperti ini?


 c. Ayat 6-8


6. Berfirmanlah Allah: ''Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.''

7. Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.

8. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

Sekali lagi mitos kuno tentang air dimunculkan alkitab di sini. Ayat 6-8 ini menyebutkan bahwa air dibagi dlm dua lapisan, 1 lapisan di bawah langit dan 1 lapisan lainnya di atas langit.


Lagi-lagi irasionalitas ilmiah berbalu mitos kuno dipertunjukkan secara telanjang oleh alkitab dengan ini.



d. Ayat 9-13

9. Berfirmanlah Allah: ''Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.'' Dan jadilah demikian.

10. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

11. Berfirmanlah Allah: ''Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.'' Dan jadilah demikian.

12. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

13. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.



Bagaimanakah mungkin tunas-tunas muda, tumbuh2an berbiji dan pohon-pohonan bisa hidup di hari ketiga tanpa adanya sinar matahari yg sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis? (Ingat: Matahari baru nongol pada hari ke-4)


Bagaimana mungkin petang dan pagi datang silih berganti, tanpa adanya matahari?



e. Ayat 14-19


14. Berfirmanlah Allah: ''Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,


15. dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.'' Dan jadilah demikian.


16. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.


17. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,


18. dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.


19. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

Di sinilah Matahari yang ditunggu2 itu baru muncul. Namun pada saat bersamaan, sekali lagi alkitab menunjukkan irasinalitas dan kekeliruan ilmahnya.


Pernyataan yang menempatkan penciptaan matahari dan bulan sesudah penciptaan bumi sama sekali tidak dapat diterima oleh bukti-bukti ilmiah ilmu pengetahuan modern.


f. Ayat 20-23


20. Berfirmanlah Allah: ''Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.''


21. Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.


22. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: ''Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.''


23. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.



Untuk ayat-ayat ini, Bucaille hanya memberi komentar singkat:  “Ayat-ayat tersebut mengandung hal-hal  yang  tak  dapatDiterima”  Mengapa demikian? Menyebutkan burung sebagai binatang pertama yang diciptakan di darat, merupaka suatu kesalah ilmiah yg terang benderang.  Fakta ilmiah membuktikan, sebelum munculnya spesies burung di daratan, terlebih dahulu telah hidup binatang-binatang lain. Di antara binatang2 ini terdapat suatu jenis reptil (binatang melata) yg disebut “pseudo suchiens” yang merupakan cikal bakal spesies burung. Binatang-bintang darat yang secara ilmih hdiup lebih dahulu dari burung malah disebutkan oleh alkitab pada hari ke-6, sementara burung pada hari ke-5    Sungguh suatu urutan penciptaan yg menghina akal sehat dan nalar ilmiah.  


a.  Ayat 24-31


24. Berfirmanlah Allah: ''Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.'' Dan jadilah demikian.


25. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.


26. Berfirmanlah Allah: ''Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.''

27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.


28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ''Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.''


29. Berfirmanlah Allah: ''Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.


30. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.'' Dan jadilah demikian.


31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.



Binatang-binatang darat yang menurut ilmu pengetahuan hidup lebih dahulu ketimbang burung, baru muncul pada hari terakhir, hari ke-6, proses penciptaan alam semesta ini. Sehari sebelum Tuhan yg kelelahan mengambil waktu istirahatnya pada hari ke-7.


Tuhan kelelahan dan beristirahat? Mungkinkah?...menarik untuk menjadi bahas diskusi berikutnya....