73 (TUJUH PULUH TIGA) GOLONGAN UMAT ISALAM AKAN TERBAGI MENJADI 3 (TIGA) GOLONGAN DI AKHIRAT

Posted in Rabu, 10 Agustus 2011
by Mbah Lalar

 Nah pembahasan kali ini akan asyiik deh kayaknya, sebab selama ini kita hanya tahu ke 73 golongan itu dari informasi yg antara satu dg yg lain hampir sama di mana2, dan yg paling mengagumkan adalah pengakuan golongannya sendiri yg paling selamat, padahal golongan yg makmur sampai tujuh turunan itu kalo di Indonesia cuma GOLONGAN KARYA SAJA, hehehehehe........................

Udah deh, langsung kita buka saja, Bismillah dooooooooong.............!!!



ثُمَّ  أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ  الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ. ( فاطر : ٣٢  
            “Kemudian Kami wariskan al-Kitab (al-Qur’an) kepada orang-orang yang Kami pilih dari hamba-hamba Kami (umat Islam), lalu sebagian mereka mendholimi dirinya sendiri, dan sebagian mereka sedang-sedang saja, dan sebagian mereka terdahulu dengan kebaikan dengan izin Alloh, demikian itu adalah anugerah yang sangat besar”. (Q.S [35] Fathir : 32)

روى الإمام ابن جرير  الطبري رحمه الله تعالى  : عن أَبي وائل عن عبد الله بن مسعود أنه قال : هذه الأمة ثلاثة أثلاث يوم القيامة : ثلث يدخلون الجنة بغير حساب، وثلث يحاسبون حسابًا يسيرًا، وثلث يجيئون بذنوب عظام حتى يقول : ما هؤلاء؟ وهو أعلم تبارك وتعالى، فتقول الملائكة : هؤلاء جاءوا بذنوب عظام إلا أنهم لم يشركوا بك، فيقول الرب : أدخلوا هؤلاء في سعة رحمتي، وتلا عبد الله هذه الآية ( ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا                          
            Imam Ibnu Jarir at-Thobari meriwayatkan dari Abi Wail dari Abdulloh bin Mas’ud berkata : “Umat ini (Umat Islam) terbagi menjadi tiga golongan pada hari kiamat, sepertiga mereka masuk surga tanpa hisab, dan sepertiga mereka dihisab dengan hisab yang ringan, dan sepertiga mereka datang dengan dosa-dosa yang besar sehingga Alloh berfirman : Siapa mereka itu? Sedangkan Alloh SWT lebih mengetahui, lalu malaikat berkata : Mereka telah datang dengan dosa-dosa yang besar hanya saja mereka tidak menyekutukan Engkau, lalu Tuhan berfirman : Masukkanlah mereka di dalam luasnya rohmat-Ku”, dan Abdulloh bin Mas’ud membaca ayat ini : “TSUMMA AUROTSNAA AL-KITAABA AL-LADZIINASHTHOFAINAA MIN ‘IBAADINAA”.  (Tafsir Jami’ al-Bayan Fi Ta’wili al-Qur’an, 10/411).

            Keterangan :

            Semua umat Islam akan masuk ke dalam surga seluruhnya tanpa terkecuali, namun mereka terbagi menjadi tiga golongan, yaitu :

            1. Golongan Saabiqun Bil-Khoirot, yaitu golongan yang terdahulu dengan berbagai macam kebaikan. Dan golongan ini adalah mereka yang telah beriman dan beramal sholih lalu mereka beristiqomah dalam beribadah, sedangkan dosa-dosa mereka diampuni oleh Alloh Ta’ala, sehingga mereka akan masuk ke dalam surga tanpa hisab.

            2. Golongan Muqtashidun, yaitu golongan yang sedang-sedang saja atau golongan tengah-tengah. Dan golongan ini adalah mereka yang telah beriman dan beramal sholih namun mereka masih sering melakukan dosa dan kemaksiatan, sehingga mereka harus dihisab dulu antara dosa dan amal kebaikannya, namun pada akhirnya mereka dapat masuk surga tanpa dihukum dulu di dalam neraka.

            3. Golongan Dholimun Linafsihi, yaitu golongan yang menganiaya dirinya sendiri. Dan golongan ini adalah mereka yang telah beriman dan beramal sholih namun dosa-dosa dan kesalahan mereka lebih banyak dari pada amal kebaikannya, sehingga mereka harus dihukum dulu di dalam neraka sesuai dengan banyaknya dosa dan kesalahan yang pernah diperbuatnya selama di dunia. Dan bahkan yang termasuk di dalam golongan ini adalah mereka yang hanya mengandalkan kalimat tauhid saja yang pernah diucapkan atau diyakininya bahwa Alloh Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya.

            Lalu bagaimana dengan redaksi hadist tentang 73 golongan yang berbunyi “KULLUHUM FINNAAR ILLA MILLATAN WAHIDATAN” semuanya akan masuk neraka kecuali satu gologan?.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً، قَالُوا : وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي. {رواه الترمذي (٢٦٤١
            Dari Abdulloh bin Amr ra berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Sungguh akan datang kepada umatku apa yang telah datang atas Bani Isroil sejajar sandal dengan sandal, sehingga jika ada orang dari mereka yang mensetubuhi ibunya secara terang-terngan sungguh akan ada di dalam umatku orang yang berbuat seperti itu, dan sesungguhnya Bani Isroil telah terpecah menjadi dua puluh tiga golongan, dan akan terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan yang semua mereka di dalam neraka kecuali satu golongan saja”, para sahabat bertanya : Dan siapakah dia itu wahai rasululloh? Beliau menjawab : “Mereka yang tetap di jalanku dan jalan para sahabatku”. (H.R. at-Tirmidzi No : 2641).

            Dan di dalam redaksi hadits lain disebutkan :

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إفْتَرَقَتِ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَافْتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَإِحْدَى وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ! مَنْ هُمْ؟ قَالَ : الْجَمَاعَةُ. {رواه ابن ماجه (٣٩٩٢)، وأحمد (١٢٤٨٧) عن أنس بن مالك رضي الله عنه، واللفظ لإبن ماجه
Dari ‘Auf bin Malik ra berkata : Rasululloh bersabda : “Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, lalu yang satu golongan di dalam surga dan yang tujuh puluh di dalam neraka, dan Nashroni telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, lalu yang tujuh puluh satu di dalam neraka dan yang satu golongan di dalam surga, dan demi Dzat Yang jiwa Muhammad di dalam genggaman-Nya sungguh akan terpecah umatku menjadi tujuh puluh tiga golongan, yang satu di dalam surga dan yang tujuh puluh dua di dalam neraka”, Rasululloh ditanya : Wahai Rasululloh, siapa mereka itu? Beliau menjawab : “al-Jama’ah”. (H.R. Ibnu Majah No : 3992, dan Ahmad No : 12487 dari Anas bin Malik ra, dan redaksi hadits miliknya Ibnu Majah).

            Di dalam kedua riwayat hadits tersebut jelas-jelas Rasululloh SAW menyebut kata “UMMATIY” yang artinya UMAT-KU yaitu UMAT ISLAM. Dan kemuliaan umat Islam itu berbeda dengan umat-umat lain. Karena semua umat Islam akan masuk ke dalam surga seluruhnya tanpa terkecuali. Namun mereka tetap terbagi menjadi tiga golongan sebagaimana yang telah disebutkan di dalam surat Fathir ayat 32. Hal ini berbeda dengan umat-umat lain yang apabila mereka telah masuk ke dalam neraka, maka mereka akan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ. أخرجه البخري (٤٤)، ومسلم (١٩٣ 
            Dari Anas bin Malik ra dari Nabi SAW bersabda : “Akan keluar dari neraka orang-orang yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH sedangkan di dalam hatinya setimbangan jewawut dari kebaikan, dan akan keluar dari neraka orang-orang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH sedangkan di dalam hatinya setimbangan gandum dari kebaikan, dan akan keluar dari neraka orang-orang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLOH sedangkan di dalam hatinya setimbangan atom dari kebaikan”. (H.R. al-Bukhari No : 44, dan Muslim No : 193).

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَانِي جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَبَشَّرَنِي، أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، قُلْتُ : وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ : وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ. أخرجه البخاري (١٢٣٧)، ومسلم (٩٣    
            Dari Abu Dzar ra berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Jibril AS telah mendatangiku, lalu dia memberikan kabar gembira kepadaku bahwa sesungguhnya barangsiapa yang mati dari umatku yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu-pun maka dia akan masuk surga”, aku (Abu Dzar) bertanya : Walaupun dia telah berzina dan mencuri? Beliau menjawab : “Walaupun dia telah berzina dan mencuri”. (H.R. al-Bukhari No : 1237, dan Muslim No : 93).