hati terluka TAK BISA di paksa

Posted in Minggu, 21 Agustus 2011
by Mbah Lalar



Suatu waktu saya mengawas try out SMU. Tiba-tiba seseorang berteriak. Tak seberapa lama, beberapa kawannya juga ikutan berteriak. Ternyata, mereka kesurupan jin. Dari satu orang kemudian menyebar ke teman-temannya yang lain.

Bertanyalah saya pada yang kesurupan itu. "Kamu disuruh siapa?"
"Yang di dalam" menjawab sebuah nama.
"Kampungmu dimana?"
"Di Palopo". (Salah satu kota di wilayah Sulawesi Selatan).

Bertanya lagi saya,"Kenapa kamu mau masuk ke dia?"
"Saya disuruh sama (sambil menyebut nama seorang lelaki)".

Ternyata, si perempuan yang kesurupan ini menjadi idola beberapa lelaki di kampungnya. Kemudian, karena perempuan ini menolak untuk dijadikan pacar, maka--seperti kata pepatah "cinta ditolak dukun bertindak.

***

Sama sekali, KITA TIDAK BISA MEMAKSA HATI ORANG LAIN UNTUK SUKA KEPADA KITA.

Kalau kita sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi orang masih tidak suka, jangan pakai cara-cara salah. Karena itu akan merendahkan martabat kita saja. Kita dilahirkan dalam keadaan merdeka, jangan perbudak diri kita dengan sesuatu yang tidak terlalu penting.

***

Seseorang pernah bersalah. Dia kemudian meminta maaf dan mendekati kembali kawannya untuk bersahabat atas dasar ajaran Islam bahwa kita harus sambung silaturrahim. Namun, kawannya yang disana tidak menyambutnya. Bahkan, memberikan beberapa pertanyaan. Sudah dijawab oleh kawan kita itu, namun tetap hati kawannya yang disana tidak juga berubah. Dia tidak ingin menjalin silaturrahim kembali.

Melihat masalah itu, saya berpikir. Bahwa, KITA MEMANG TIDAK BISA MEMAKSA HATI ORANG LAIN. Kita hanya bisa berusaha, namun kemudian ketika orang lain tidak mau lagi menerima kita, maka itu bukanlah salah kita, karena kita sudah berusaha untuk datang kembali.

Dalam Islam, silaturrahim itu penting. Karena dengan silaturrahim kita sungguh telah mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Kalau kita beriman kepada hari akhir, maka kita harus jaga silaturrahim.

Jangan sampai gara-gara sesuatu yang tidak terlalu penting kita jadi bermusuhan. Kasus Nasrudin yang nyawanya dihabisi oleh sekelompok orang, adalah karena masalah sepele: perempuan. Mereka masing-masing sudah punya istri, tapi kenapa mereka masih ribut masalah perempuan berumur 22 tahun itu?

***

Waktu masih mahasiswa, di kampus saya (Unhas) kerap terjadi tawuran. Salah satu masalahnya adalah ketersinggungan seorang oknum mahasiswa. Selain itu, ada juga karena masalah wanita. Ada perempuan fakultas tertentu yang digoda, kemudian ada yang tersinggung, dan terjadilah saling berantem mulut, lempar-lemparan, dan akhirnya amarah itu memuncak.

Secara tidak sengaja dalam perjalanan kereta api Jakarta-Bandung, lihatlah saya sebuah gambar tawuran mahasiswa. Sang lelaki sambil menghunus sebuah alat tajam dengan baju yang berdarah berdiri dengan gagah. Saya berpikir, kenapa teman-teman mahasiswa bisa sampai seperti itu? Padahal, ini mahasiswa yang seharusnya menggunakan rasionya ketimbang ototnya.

***

Kita tidak bisa memaksa, maka kita hanya bisa MENGAJAK. Kalau kita pernah ada salah, maafkanlah. Kalau ada kesalahan orang, marilah kita maafkan. Meminta maaf itu relatif tapi memaafkan itu susah. Namun yang unik lagi adalah, ada individu tertentu yang tidak merasakan bahwa dia sesungguhnya salah.

Kawan saya pernah kedatangan kawan yang lain. Si kawan saya ini sudah lama saya kenal. Kalau ke kosannya yang kadang banjir itu, saya biasa disuguhi Indomie Telur yang--dia sudah tau kayak gimana selera saya. Kawan yang lain datang, dan menginap. Namun, keesokan paginya, si kawan saya ini heran kenapa ada beberapa barangnya yang lenyap.

Ternyata, si kawan yang lain itu membawanya. Tidak kurang dari tiga bentuk barang dibawanya. Dan, sampai kini, barang-barang itu tak pernah dikembalikan, padahal kita masih biasa bertemu.

Mungkin itu penyakit: suka mengambil sesuatu tapi tidak sadar bahwa itu salah.

***

Saya berpikir, jangan sampai kita semua terjebak di situ. Kita menganggap kita ini paling benar dan orang lain harus takluk pada kita. Padahal, sesungguhnya kemurahhatian orang pada kita sesungguhnya adalah karena dia ingin berkawan kembali. ***