AL Albani juga mendukung Cinta Ahlul Bayt

Posted in Sabtu, 02 Juli 2011
by Mbah Lalar

  • 1. عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ [رواه أبو داود وصححه الألباني]ـ

    Ummu Salamah mengatakan, aku mendengar Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Imam Mahdi dari keturunanku, yakni dari anak (keturunan)-nya Fatimah”. (HR. Abu Dawud, dan dishohihkan oleh Albani)




  • ـ2. عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ [أخرجه أحمد وابن ماجه, وصححه الألباني]ـ

    Ali mengatakan, Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Imam Mahdi dari (keturunan)ku, ia adalah seorang ahlul bait. Alloh membaikkan keadaannya hanya dalam waktu satu malam”. (HR. Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Albani)
    ـ3. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ -قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيثِهِ:- لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ -ثُمَّ اتَّفَقُوا- حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي. [رواه أبو داود، وصححه الألباني في صحيح الجامع: 5304]ـ

    Dari Abdulloh bin Mas’ud, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Seandainya umur dunia ini tinggal sehari, maka tentunya Alloh akan memanjangkan hari itu, sampai ia mengutus seorang lelaki dari (keturunan)ku -atau dengan redaksi: dari ahlul baitku-, namanya sama dengan namaku, dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. (HR. Abu Dawud, dan dishohihkan oleh Albani di kitabnya Shohihul Jami’, hadits no: 5304)
    ـ4. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي) وفي رواية زيادة (وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي) [رواه أبو داود, وقال الألباني حسن صحيح]ـ

    Dari Abdulloh bin Mas’ud, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: “Dunia tidak akan sirna, sehingga bangsa arab dikuasai oleh seorang lelaki dari ahlul baitku, namanya seperti namaku”, dalam riwayat lain ada tambahan redaksi “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku”. (HR. Abu Dawud, dan Albani mengatakan: Hasan Shohih.
Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasa ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan kebrkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah isteri dari Nabi Ibrahim.
2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah Ibu Nabi Musa As. atau ya Saudara Nabi Musa As.
3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".
Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sesudah ayar 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. isteri plus anak-anak beliau.
Coba baca catatan kaki dari kitab: Al Quran dan Terjemahannya, maka ahlulbaik yaitu KELUARGA RUMAHTANGGA RASULULLAH SAW. Berarti, anak Nabi SAW terakhir yang berkedudukan sebagai halulbait ya Bunda Fatimah, lalu apakah bunda Fatimah ini mempunyai hak bernasab sebagaimana dimaksud dlm QS. 33:4-5 dimana nasab keturunan itu diambul dari nasab bapaknya? Dengan demikian, anak-anak dari Bunda Fatimah tetap saja bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib bukan pada Nabi Muhammad SAW.