Ibadah dan Syirik

Posted in Kamis, 28 Juli 2011
by Mbah Lalar
قل أفغير الله تأمروني أعبد أيها الجاهلون. ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين. بل الله فاعبد وكن من الشاكرين.(ألزمر 64-66)
"Katakanlah (Muhammad saw) Apakah Kamu menyuruh aku menyembah selain Allah wahai orang-orang yang bodoh. Dan sesungguhnya telah di wahyukan kepadamu dan kepada Nabi-nabi yang sebelummu, Sungguh jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalanmu dan tentulah engkau orang yang merugi.Karena itu, hendaklah Allah saja yg engkau sembah, dn hendaklah engkau termasuk orang2 yang bersyukur". 
 
Lalu apa itu menyembah/ibadah? Bagaimana menyembah itu? Cukupkah dengan menyilangkan dada dan menundukkan kepala? Atau meletakkan tangan kanan disamping kepala dengan sikap tegak sudah bisa dikatakan menyembah? Mencium, mengelus, mengusap, membungkuk juga menyembah???

Lagi-lagi karena sisi definisi yang kabur, terjadilah klaim-klaim yang tidak seharusnya. Jika apa yang tersebut di atas sudah dalam kategori menyembah, lalu apa yang terjadi dengan perintah bersujudnya para Malaikat kepada Adam as?
Apakah Allah sendiri menginginkan penduaan atas keTuhananNya sendiri?
Mustahil!!

Lalu jika ada tuduhan Menyembah Kuburan, Nabi dan Wali-wali, dari segi apakah semua itu di tuduhkan????
Dalam ayat di atas terdapat kalimat yang tersusun terdiri dari ‘Ain,Ba dan Dal (عبد) yg mana rangkaian huruf tersebut mengandung pengertian dari sudut bahasa yang berbeda, antara lain:
:عب mengabdi atau menyembah. Dan jika di rangkai dengan kalimt tertentu, bisa jadi mempunyai arti yang lain, bisa benci, menyesal, hasrat, menjauh dan meratakan.
Namun jika kalimat tersebut di sambung dengan kalimat Allah, akan memberi arti khusus pula.
( ع ب د ) : عَبَدْتُ اللَّهَ أَعْبُدُهُ عِبَادَةً وَهِيَ الِانْقِيَادُ وَالْخُضُوعُ
"Saya menyembah Allah dengan sesungguhnya penyembahan, dan itu adalah: menurut dan tunduk.Dan tidak bisa diartikan ke selain orang yang menyembah Allah.
( وأمّا عبَد يعبُد عِبادة فلا يقال إلا لمن يعبد الله)
Dan kita bisa mengambil arti yang lebih khusus, bahwa menyembah itu adalah ألخضوع والذل patuh dan menghinakan diri atau merendahkan diri. Kemudian kita simpulkan

إن معنى عبد في اللغة : دان ، وخضع ، وذل . . ولم يكن معناه في الإصطلاح الإسلامي في أول الأمر أداء الشعائر . . إنما كان هو معناه اللغوي نفسه . .. إنما كان المقصود هو معناه اللغوي الذي صار هو معناه الاصطلاحي . كان المقصود به هو الدينونة لله وحده ، والخضوع له وحده ، واتباع أمره وحده . سواء تعلق هذا الأمر بشعيرة تعبدية ، أو تعلق بتوجيه أخلاقي ، أو تعلق بشريعة قانونية .

Sesungguhnya arti Ibadah dari segi bahasanya adalah melayani atau tunduk atau patuh atau menghinakan diri. Tidak seperti apa yang dipersepsikan dalam Agama Islam pada awalnya, yaitu melantunkan Syi'ir-syi'ir. Kemudian arti bahasa itu di jadikan pula acuan untuk mengistilahkan Ibadah yang dimaksud dalam Islam. Jadi Ibadah adalah membuat keputusan atau perhitungan hanya untuk Allah. Dengan disertai ketundukan dan memenuhi perintahNya saja. Baik itu yang berhubungan dengan pelantunan syair-syair pujian penghambaan, Ahlaq atau pelaksanaan perundang-undangan dariNya. Untuk lebih jelasnya:

والعبادة غاية التذلل من العبد ونهاية التعظيم للرب سبحانه وتعالى لأنه العظيم المستحق للعبادة ولا تستعمل العبادة إلا في الخضوع لله تعالى لأنه مولى أعظم النعم وهي إيجاد العبد من العدم إلى الوجود

Ibadah adalah Puncak perendahan diri dari seorang Hamba dan Puncak penghormatan kepada Tuhan yang Maha Suci. Dengan alasan bahwa hanya Allahlah yang berhak di sembah, dan tidak ada amalan apapun kecuali dalam rangka tunduk kepadaNya. Karena hanya Allahlah Tuan satu satunya pemberi ni'mat yang agung. Dan ni'mat itu adalah wujudnya seorang Hamba dari tiada menjadi ada.

عن عبد الله بن عباس، قال: قال جبريل لمحمد صلى الله عليه وسلم: قل يا محمد:( إياك نعبد )،
إياك نوحد ونخاف ونرجو يا ربنا لا غيرك

Dari Abdullah bin ‘Abbas, Beliau berkata : "Berkata Jibril as kepada Nabi Muhammad saw: Ucapkanlah hai Muhammad (hanya kepadamu aku menyembah) dengan maksud Hanya kepadamu Aku meMaha tunggalkan dan aku takut, dan aku mengharap, Wahai Tuhanku, tidak yang lain".


Kesimpulan dari keterangan tersebut, tidaklah amalan itu bisa diartikan Menyembah, kecuali tidak adanya ketundukan, patuh, hormat, perendahan diri dan dengan keyakinan bahwa obyek itu adalah Tuhan yang dimaksud.
Bersambung............................. InsyaAllah
{ إياك نعبد } أي نوحد ونطيع . وقال بعضهم { إياك نعبد } يعني إياك نطيع طاعة نخضع فيها لك
والعبادة : أقصى غاية الخضوع والتذلل ومنه طريق معبَّد أي مذلل ، وثوب ذو عبدة إذا كان في غاية الصفاقة ، ولذلك لا تستعمل إلا في الخضوع لله تعالى