" ..... Yang Penting SABAR ..... "

Posted in Jumat, 08 Juli 2011
by Mbah Lalar


Kemiskinan Adalah Ujian Agar Orang Mukmin Bersabar.

Berapa banyak orang beriman yang berikhtiar semaksimal mungkin dalam mencari harta namun disempitkan rezekinya oleh Allah sebagai ujian atas kesabarannya. Engkau akan mendapatkan bahwa Allah memuji orang-orang yang sabar dan menyanjung mereka. Firman-Nya. Artinya: “Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa". (QS. Al-Baqarah: 177). Engkau juga akan tahu bahwa orang yang sabar adalah orang-orang yang dicintai Allah, sebagaimana firman-Nya. Artinya: “Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar". (QS. Ali Imran: 146). Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipatgandakannya tanpa terhitung. Firman-Nya. Artinya: “Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan". (QS. An-Nahl: 96). Artinya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (QS. Az-Zumar: 10).

Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah. Artinya: “Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan): 'Salamun 'alaikum bima shabartum' (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu". (QS. Ar-Ra'd: 23-24).

Perlu ditanyakan? Pekerjaan apakah yang memerlukan "SABAR" sehingga mendapatkan ke Ridhoan ALLAH SWT.

Apakah ini bukan pekerjaan menuju ke ALLAH sendiri yang memerlukan ke sabaran?

Perlu di ingat bahwa Rasulullah SAW. sebelum mendapatkan Makam KeRasulannya, beliau membutuhkan waktu bertahun-tahun ( sekitar 7 tahun) di gua hira baru ketemu dengan JIBRIL AS. Pada saat itu Rasulullah SAW belum mengenal ALLAH SWT. Berkali-kali Jibril menanyakan siapa tuhan mu,,,, (kalau tidak salah sampai 3 kali) baru beliau menjawab ALLAH, setelah beliau dipeluk secara paksa dan ketat oleh JIBRIL AS.
Pada saat itu Islam atau ALLAH sendiri tidak menurunkan kan Agamanya secara langsung atau sekaligus, tetapi perlahan-lahan, sedikit demi sedikit sampai pada waktu Rasulullah SAW hampir menuju ajalnya baru di sempurnakan Islamnya....

Untuk mendapatkan Islam, seorang Rasul / Nabi yang mempunyai kualitas berbeda dari manusia biasa, baik dari jasmani, pikiran maupun ke rohaniannya....
membutuhkan waktu seumur hidup beliau baru mendapat kan Islam secara sempurna.


Bagi kita, yang manusia biasa yang jauh lebih rendah kualitasnya dari Nabi/Rasul, apakah mungkin bisa mengikuti kesabaran yang dijalankan oleh Rasulullah SAW?

ALLAH adalah Tidak Terhingga, dan tentunya Ilmu yang diturunkan Nya adalah Tidak Terhingga juga. Seorang Rasul (MUHAMMAD SAW) bisa mendapatkan ISLAM (ILMU ALLAH) secara sempurna sampai ketika ia menuju ajalnya...
Karena sudah sempurna Islamnya, berarti Muhamad SAW itu juga mempunyai kapasitas Tak Terhingga, untuk menampung ilmu yang Tak Terhingga dari ALLAH SWT.


Sedangkan yang kita tahu adalah "TIDAK ADA MAHLUK YANG MEMPUNYAI KAPASITAS TAK TERHINGGA. "
Karena Seperti Yang Telah Disebutkan Diatas Bahwa “ ALLAH adalah Tidak Terhingga, dan tentunya Ilmu yang diturunkan Nya adalah Tidak Terhingga juga. “

(Bisa dibuktikan dalam Alquran dan Hadist mengenai Kapasitas ALLAH dan Mahluk Lainnya)

Jika Muhamad SAW bisa menampung kapasitas tidak terhingga? Jadi Siapakah MUHAMMAD SAW.....?

Mungkin bisa menjadi renungan kita bersama....
sehingga kita bisa mengetahui dan mengambil tindakan-tindakan kita bagaimana menuju ALLAH SWT dengan ILMU SABAR yang dimiliki oleh ALLAH SENDIRI dan diberikan kepada orang-orang yang ditunjukinya.

Al Quran, Surat Al KAHFI, ayat 17:
“Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah orang yang mendapat petunjuk dan siapa yang dibiarkan-Nya sesat, maka tidak ada seorang Waliyam Mursyida (Pemimpin Peramalan / Dzikirullah) yang memberi petunjuk”.

Ya ALLAH, hanya Engkau yang kutuju, dan KeRidhoan MU yang kuharapkan.


Wassalam.