CINA BAKAL KEKURANGAN ISTRI

Posted in Selasa, 03 Mei 2011
by Mbah Lalar


(jurnal perempuan)

Jurnalis Kontributor: Dea Pranathania

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Semakin banyak pria di Cina akan kesulitan mendapatkan istri. Badan kependudukan Cina mengatakan, pada tahun 2020, jumlah pria pada usia perkawinan akan lebih banyak 30 juta jiwa daripada perempuan yang sebaya. Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana Ci...na mengatakan keadaan ini dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak sosial karena banyak pria akan kesulitan mendapatkan istri.

Pada tahun 2005 lalu, rasio anak laki-laki dan perempuan di Cina adalah 118:100. Pada tahun 2004, rasio itu 110 bocah laki-laki banding 100 bocah perempuan.

Komisi ini mengatakan banyak orang tua lebih suka bayi laki-laki; hal ini ditambah dengan kebijakan satu anak yang mulai berlaku pada tahun 70-an, yang membuat sebagian kaum perempuan menggugurkan janin perempuan. Juga muncul kecurigaan bahwa tidak semua kelahiran bayi perempuan dilaporkan.

Gejolak sosial Menurut laporan Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana Cina, di beberapa wilayah di Cina selatan, seperti Guangdong and Hainan, rasio itu menjadi 130 anak laki-laki dibanding 100 anak perempuan pada tahun 2005.

"Semakin sulitnya pria menemukan istri mungkin menyebabkan gejolak sosial," kata laporan ini.

Laporan tersebut menambahkan: "Kita perlu mengembangkan "gerakan menerima anak perempuan” dan secara efektif mengatasi kecenderungan meningkatnya ketimpangan."

Laporan itu juga mengatakan, penduduk Cina yang kini mencapai 1,3 miliar jiwa akan bertambah 200 juta jiwa lagi menjelang tahun 2033.

Dan jumlah warga usia 60-an akan meningkat dari 143 juta jiwa hingga 430 juta orang menjelang tahun 2040, 30% dari keseluruhan penduduk.

Cina perlu untuk memperbaiki sistem jaminan sosial dan sistem pensiun dan juga kebijakan keluarga berencana, pendidikan dan layanan kesehatan, kata laporan Komisi Kependudukan dan Keluarga Berencana Cina tersebut.*