FENOMENA FACEBOOK, DAN STATUS PENYEBUTAN DOA DAN IBADAH

Posted in Sabtu, 07 Mei 2011
by Mbah Lalar


Tulisan ini dibuat atas dasar keprihatinan penulis terhadap fenomena yang terjadi dikalangan pengguna facebook. Sudah menjadi trend seseorang menulis status tentang apapun yang dilakukanya atau yang dilakukanya termasuk tulisan mengenai ibadah dan do’a. Banyak sekali status berbunyi “saya melakukan ibadah ini dan itu, saya berdo’a ini dan itu”. Hal... semacam ini berpotensi terjadinya riya. Penulis tentu tidak berburuk sangka dalam hal ini, karena segala sesuatu ditimbang dari niatnya.

Lalu bagaimana hukumnya menulis status smacam ini. Sekali lagi semua tergantung niat. Berikut beberapa pandangan penulis:

1. Menulis status do’a dan ibadah tanpa motif apapun, hanya sekedar up date status saja. Menurut penulis hal ini lebih baik tidak usah dilakukan. Walaupun tidak ada niatan riya tapi tetap saja menunjukan ibadah kepada orang lain dapat mengurangi nilai pahala dari ibadah tersebut.

Allah swt berfirman:

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Baqarah: 271)

Ayat menyebutkan bersedakah itu baik namun jika kita menyembunyikan amlan sedekah kita akan lebih baik. Ayat ini tentunya tidak sebatas pada amalan sedekah saja, namun berlaku pada semua ibadah. Artinya, menunjukan ibadah/amal soleh membuat amalan kita menjadi sedikit nilainya.

2. Menulis status dengan tujuan dengan tujuan diketahui orang lain namun tanpa ada niatan riya. Point ini sama dengan point pertama, hanya saja pengurangan nilai ibadah lebih banyak karena ia secara sengaja menunjuk-nunjukan amalanya agar diketahui orang lain.

3. Menulis status dengan tujuan mendapat pujian orang lain dari do’a/ibadah yang dilakukan, maka hukumnya riya!. Bila ini yang terjadi hendaknya segera bertobat. Segala amalan yang dilakukan maka akan terhapus pahalanya, lebih dari itu, riya adalah syirik kecil karena beribadah bukan ditujukan karena Allah.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ar Riya’.” (HR. Ahmad dari shahabat Mahmud bin Labid no. 27742)

4. Menulis status dengan tujuan memberi teladan. Hal ini tentu lebih baik tapi tentunya perlu diperhatikan tingkat efektifitasnya dan hendaknya tetap berlindung dari munculnya sifat riya.

Kita tentu tidak ingin ibadah yang kita lakukan menjadi sia-sia atau berkuang nilainya hanya gara-gara kita menulis ibadah kita sebagai status di facebook. Maka hendaknya pikirkan baik-baik terlebih dahulu sebelum melakukanya.