KHAWARIJ

Posted in Sabtu, 14 Mei 2011
by Mbah Lalar


Secara bahasa kata khawarij berarti orang-orang yang telah keluar. Kata ini dipergunakan oleh kebanyakan kalangan Islam untuk menyebut sekelompok orang yg keluar dari barisan Kholifah Ali ibn Abi Thalib Karromallohu wajhahu. karena kekecewaan mereka terhadap sikapnya yg telah menerima tawaran tahkim (berhukum dg Kitabullah) dari kelompok Mu’awiyyah yang dikomandoi oleh Amr ibn Ash dalam Perang Shiffin ( 37H / 657 ). Mereka sendiri lebih suka menamakan diri dg Syurah atau para penjual, yaitu orang2 yg menjual (mengorbankan) jiwa raga mereka demi keridhaan Allah, sesuai dg firman Allah QS. Al-Baqarah : 207. Selain itu, ada juga istilah lain yg alamatkan kpd mereka, seperti Haruriah, yang dinisbatkan pada nama desa di Kufah, yaitu Harura, dan Muhakkimah, karena seringnya kelompok ini mendasarkan diri pada kalimat “la hukma illa lillah” (tidak ada hukum selain kepada Allah), atau “la hakama illa Allah” (tidak ada pembuat hukum selain Allah).

Hadits2 yg berkaitan dg kelompok ini sangat jelas. ini menunjukkan begitu besarnya tingkat bahaya Khawarij dan fenomenanya yg sudah ada pada masa Rasulullah saw. Di samping itu Khawarij masih ada sampai sekarang baik secara nama maupun sebutan , secara nama masih terdapat di daerah Oman dn Afrika Utara sedangkan secara laqob berada di mana mana (lihat Syarah kitabu al iman oleh Abu ‘ubaid bin salam Al Qosimi). Hal seperti inilah yg membuat pembahasan tcntang firqah Khawarij begitu sangat pentingnya. apalagi Rasulullah saw menyuruh kita agar berhati hati terhadap firqah ini.

Sebenarnya awal mula kemunculan pemikiran khawarij, bermula pada saat masa Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah SAW membagi2kan harta rampasan perang di desa Ju’ronah -sehabis perang Hunain. Beliau membagikan seratus ekor unta kpd Aqra’ bin Khaabis dn ‘Uyainah bin Harits. Beliau juga memberikan kpd beberapa orang dari Tokoh2 Quraisy dan pemuka-pemuka arab lebih banyak dari yang diberikan kepada yang lainnya. Melihat hal ini, seseorang (yang disebut Dzul Khuwaisirah) dengan mata melotot dan urat lehernya menggelembung berkata: “Demi Allah ini adalah pembagian yang tidak adil dan tidak mengharapkan wajah Allah”. Atau dalam riwayat lain dia mengatakan kepada Rasulullah SAW: “Berbuat adillah, karena sesungguhnya engkau belum berbuat adil!”.

Kita lihat, pada saat itu sudah ada Pembangkangan akibat pemujaan akal. Pada masa generasi terbaik dan di hadapan manusia terbaik pula, ada seorang yang berani berbuat lancang dan menuduh bahwa Rasulullah SAW tidak berbuat adil. Mendengar ucapan ini Rasulullah SAW dengan wajah yang memerah bersabda:

“Siapakah yang akan berbuat adil jika Allah dan rasul-Nya tidak berbuat adil? Semoga Allah merahmati Nabi Musa AS. Dia disakiti lebih dari pada ini, namun dia bersabar.” (HR. Bukhari Muslim)
Saat itu S.Umar bin Khathab radhiallahu ‘anhu meminta izin untuk membunuhnya, namun Rasulullah saw melarangnya.

 Beliau menghabarkan akan munculnya dari turunan orang ini kaum reaksioner (khawarij) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikutnya:

“Sesungguhnya orang ini dan para pengikutnya, salah seorang di antara kalian akan merasa kalah shalatnya dibandingkan dengan shalat mereka; puasanya dengan puasa mereka; mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari buruannya.” (HR. al-Ajurri, Lihat asy-Syari’ah, hal. 33)
Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mensinyalir akan munculnya generasi semisal Dzul Khuwaisirah -sang munafiq-. Yaitu suatu kaum yang tidak pernah puas dengan penguasa manapun, menentang penguasanya walaupun sebaik Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Dikatakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa mereka akan keluar dari agama ini seperti keluarnya anak panah dari buruannya. Yaitu masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi yang lain dengan tidak terlihat bekas-bekas darah maupun kotorannya, padahal ia telah melewati darah dan kotoran hewan buruan tersebut.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang bagus bacaan al-Qur’annya, namun ia tidak mengambil faedah dari apa yang mereka baca.

“Sesungguhnya sepeninggalku akan ada dari kaumku, orang yang membaca al-Qur’an tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Mereka akan keluar dari Islam ini sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya. Kemudian mereka tidak akan kembali padanya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk.” (HR. Muslim)

Ciri khas mereka lainnya adalah: “Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan orang-orang kafir” sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

“Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini satu kaum; yang membaca al-Qur’an, namun tidak melewati kerongkongannya. Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala. Mereka akan keluar dari Islam ini sebagaimana keluarnya anak panah dari buruannya. Jika sekiranya aku menemui mereka, pasti aku bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum ‘Aad.” (HR. Bukhari Muslim)

Sebagaimana yang telah mereka lakukan terhadap seorang yang shalih dan keluarganya yaitu Abdullah –anak dari shahabat Khabbab bin Art ra. Mereka membantainya, merobek perut istrinya dan mengeluarkan janinnya. Setelah itu dalam keadaan pedang masih berlumuran darah, mereka mendatangi kebun kurma milik seorang Yahudi. Pemilik kebun ketakutan seraya berkata: “Ambillah seluruhnya apa yang kalian mau!” Pimpinan khawarij itu menjawab dengan arif: “Kami tidak akan mengambilnya kecuali dengan membayar harganya”. (Lihat al-Milal wan Nihal).

Maka kelompok ini sungguh sangat membahayakan kaum muslimin, terlepas dari niat mereka dn kesungguhannya dalam beribadah. Mereka menghalalkan darah kaum muslimin dg kebodohan. Untuk itu mereka tidak segan2 melakukan teror, pembunuhan, pembantaian dan sejenisnya terhadap kaum muslimin sendiri. (untuk lebih jelasnya lihat Kitab Haqiqotu Al Iman oleh ‘Abdullah Muhammad Al Qona,i) siapa yg di maksud dg kelompok pembunuh ini.

Tentu kita masih Ingat seorang Sahabat yg tingkat Ibadahnya sangat luar biasa, juga tingkat keilmuaannya yg dekat dg Masa Kenabian, dia adalah seorang yg selalu berpuasa pada siang hari dan tekun beribadah pada malam harinya, dia juga seorang Penghafaql Al Quran!!!

Dialah Abdurrahman bin Muljam sang Pembunuh Khalifah 'Ali bin Abi Tholib Karromallahu wajhah, dg alasan tidak berhukum dg hukum Al Quran.