JODOH

Posted in Senin, 21 Maret 2011
by Mbah Lalar
Oleh : Anggota WLML (Unpredictibel Boy News)

Bagi anda yang belum dapat jodoh (saya juga, hehe) dan selalu menunggu jodoh yang sudah ditentukan Tuhan silahkan menunggu. Tapi bagi anda yang sudah tidak sabar, silahkan juga anda cari sendiri tanpa menunggu tangan Tuhan. Sedangkan bagi anda yang sudah ada jodoh
jangan menambah-nambah jodoh, tapi cukup menyimak perdebatan seru dibawah ini.

Gu...gat:

Mas Sholeh. Boleh tanya gak sih. Apa benar ya jodoh itu ditangan Tuhan?


Sholeh:
Tidak hanya jodoh. Sebelum seorang manusia lahir malah 4 perkara sudah ditentukan oleh Tuhan sejak azali di Lahul Mahfuz. Jodoh, peruntungan, rezeki dan maut.


Gugat:
Kalau begitu kita tidak perlu susah-susah lagi cari jodoh begitu mas Soleh?


Sholeh:
Usaha itu wajib. Itu tugas kita sebagai manusia. Kemudian jangan lupa setiap usaha juga diiringi dengan do’a. Soal hasilnya kita serahkan pada Tuhan.


Gugat:
Tapi bagi saya kok lucu ya mas. Katanya jodoh sudah ditentukan tapi kita tetap disuruh berusaha mencarinya. Kok….


Sholeh:
Gini ya. Kamu dijanjikan oleh Bapakmu uang 100rb. Tapi dengan syarat nilai kuliahmu IPnya dapat 4.1 (apa ada? ^_^). Nah tentu kamu harus usahakan. Supaya hadiah yang dijanjikan Bapakmu itu jadi dapat.


Gugat:
Jadi kalau saya tidak berhasil, hadiah itu tidak jadi diberikan?


Sholeh:
Tentu tidak.


Gugat:
Lho? Tapi jodoh sudah ditentukan. Kok aneh ya. Apa itu masih jodoh namanya? Kalau begitu apa bedanya karena atas usaha saya sendiri?


Sholeh:
Kita tidak tahu apa rahasia Allah. Kita hanya…….


Minah:
Kang Sholehhh… sudah sholat belum?


Sholeh:
Ya ya bentarrr…. Jadi kita tidak tahu itu rahasia Allah. Kita hanya disuruh mempercayainya. Karena itu sudah ketentuan Tuhan. Sudah takdirNya. Apa kamu tidak percaya pada takdir baik dan takdir buruk dari Tuhan?


Gugat:
Sebentar mas Sholeh. Saya sudah sering menyaksikan tetangga dan sanak saudara saya yang tidak ada jodohnya sampai mereka meninggal. Nah, berarti dia tidak diberi jodoh oleh Tuhan?


Sholeh:
Jodohnya sudah ada. Tapi dia tidak mau berusaha mencarinya. Usahanya mana. Do’anya mana. Kalau kita berusaha dan selalu berdo’a pasti Tuhan akan mengabulkannya. Karena Tuhan itu Maha Pengasih pada hambaNya.


Gugat:
Ya ada yang sudah susah payah sampai ikut biro jodoh pun mas Sholeh tapi tetap saja tidak ketemu jodohnya. Gimana tuh? Apa memang Tuhan juga mempersulitnya gitu?


Sholeh:
Husss! Kamu jangan ngomong sembarangan. Ini agama. Jangan dibawa untuk olok-olok!


Gugat:
Ya gimana itu ada tidak jodohnya?


Sholeh:
Ya itu tandanya belum jodoh.


Gugat:
Kalau sampai dia mati belum dapat jodoh?


Sholeh:
Ya berarti menurut Tuhan itulah yang terbaik buat dia.


Gugat:
Lho tapi sudah ditentukan Tuhan sejak dulunya. Berarti tidak semua rencana Tuhan jadi terlaksana gitu?


Sholeh:
Astagfirullah…! Kamu jangan menghina Tuhan!


Gugat:
Maaf mas Sholeh saya tidak menghina Tuhan kok. Cuma bingung gitu lho. Katanya jodoh. Sudah ditentukan. Tuhan itu Maha Kuasa. Berarti tidak ada yang bisa menghalangi rencana Tuhan kan. Tapi kok gara-gara perbuatan manusia rencana Tuhan tersebut tidak jadi terlaksana. Begitu lho maksud saya.


Sholeh:
Itu makanya kamu jangan terlalu banyak menggunakan akal dalam memahami agama. Agama tidak bisa dilogikakan.


Gugat:
Ya tapi katanya agama untuk orang berakal?


Sholeh:
Betul tapi akal itu digunakan bukan untuk menolak agama. Tapi bagaimana agar semakin kuat keyakinan kita pada agama.


Gugat:
Ya tapi pertanyaan itu ada. Muncul sendiri gitu. Apa salah kalau bertanya?


Sholeh:
Salah sih nggak salah. Tapi akibatnya kita bisa tersesat.


Gugat:
Lho bukannya dengan bertanya dulu agar kita tidak tersesat. Apa tidak terbalik itu mas Sholeh?


Sholeh:
Ah…. Kamu ini keras kepala. Kamu ini tujuannya mau meragukan Islam atau mau mempercayainya?


Gugat:
Lho mas Sholeh kok jadi marah gitu sih…


Sholeh:
Ya kamu pertanyaan kamu itu tidak pantas. Seperti pertanyaan anak SD.


Gugat:
Oke pertanyaan anak SD. Buktinya kan mas Sholeh tidak bisa jawab.


Sholeh:
Agama itu bukan untuk dipertanyakan tapi untuk diyakini. Kamu yakin tidak?
Itu dulu coba kamu jawab!


Gugat:
Haha….! Mas Sholeh ini saya kok bingung jadinya. Saya cuma nanya soal jodoh kok. Benar gak sih jodoh itu ditangan Tuhan. Mas Sholeh jawab benar. Tapi ketika kenyataannya ..O ya! Ini satu lagi mas Sholeh, ada orang isterinya lebih dari satu. Itu yang mana sih jodohnya?


Sholeh:
Kamu tambah lagi. Walah walah… kamu ini. Mungkin saja jodohnya 2 disediakan Tuhan.


Gugat:
Kalau isterinya ada 2 terus juga ada selingkuhannya? Atau orang yang berzina terus akhirnya terpaksa nikah itu gimana lagi?


Sholeh:
Lho kalau yang jelek-jelek itu bukan dari Tuhan. Tuhan tidak mungkin memberikan yang jelek pada manusia. Manusialah yang memilih yang jelek-jelek.


Gugat:
Kalau begitu berarti yang jelek itu di luar rencana Tuhan berarti?


Sholeh:
Nah, kamu mulai lagi pertanyaan aneh-anehnya..


Gugat:
Siapa yang aneh ini. Bukannya mas Sholeh yang aneh. Kita diberi Tuhan akal untuk berpikir. Nah saya berpikir. Berarti saya kan sedang memanfaatkannya.
Apakah itu aneh?


Sholeh:
Kamu mau percaya tidak pada takdir Tuhan atau …..


Minah:
Waduh… Kang. Belum jadi sholat. Waktu sholatnya sudah hampir habis nih. Tinggal 2 menit lagi. …


Sholeh:
Astagfirullah….. waduh! Makanya saya malas kalau diskusi-diskui begini. Sholat jadi tinggal.


Gugat:
Hehehe… Bukannya mas Sholeh tadi juga suka? Padahal tadinya sudah diingatkan tuh di awal diskusi?


Sholeh:
Sudah sudah! Kamu tidak mau kalah!


Gugat:
Jadi soal jodohnya gimana mas Sholeh jawabannya?


Sholeh:
Ini jawabannya: "Plokkkkk!!!"


Gugat:
Aduhh!! Kok jadi main pukul sih?