Kenthir

Posted in Rabu, 09 Maret 2011
by Mbah Lalar
KENTHIR Adalah sebuah kalimat yang tidak nyaman di otak, ia adalah padanan dr kalimat "EDAN, GILA, PEKOK, KRENGGO dan GOBLOK". Jika dalam bahasa arabnya "MAJNUN" yang bermakna "Tertutup" dengan arti maksud orang yang tertutup akalnya. Bisa juga dr kalimat "TAGHOYYUR" yang bermakna "Berubah" dengan arti khusus berubah akalnya.


Namun di kalangan santri telah berhasil menciptakan istilah yang populer untuk meringkas arti kata itu dengan kalimat "MINHA" yang punya arti "Setengah sangkin" yang mana isim dlomir di situ bertugas menyimpan makna yang sesungguhnya, yaitu miring. Arti kalimat-kalimat tersebut sebagai seorang yang mempunyai tingkah laku dan tutur kata yang tidak lazim, tidak umum dilakukan kebanyakan orang.


Kebalikan dari maksud kata tersebut adalah "WARAS" dengan maksud selamat akalnya, atau juga bisa di sebut "NORMAL" dengan arti umum layaknya manusia. Jika dalam bahasa arab adalah "ALIMUN" yg berarti "PINTER" dg tujuan arti adalah orang yg mampu membaca dn mencerdasi gejala dn pesan2 kebenaran (al haq dr Allah) dia tanggap, peduli dn peka terhadap Isyarat yg tercecer di sekitarnya, tidak mudah terguncang, terpancing, terprovokasi oleh berbagai keadaan. dia tdk pula mudah gelisah, sedih dn esmossi, justru kehadirannya adalah jawaban dn solusi di manapun dn kapanpun dia berada.


Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam KitabNya yg jika di indonesiakan " dn itulah contoh2 yg Aku jadikan untuk manusia, dn tiada faham kecuali orang yg pintar" (al ankabut 20/43. selanjutnya lihat juga al rum ayat 22. Lawan katanya lagi adalah "ROSIKHUN" dg arti "Ahli/Genius" dn yg di maksud adalah orang yg mendalam keilmuannya, sehingga membuat dia tegas, tepat dn cepat dalam bertindak mengambil keputusan tentang persoalan yg selaras dg Kehendak Tuhan. dia Keras memegang prinsip dg tidak mengabaikan prinsip dn hak orang lain, dia tetap menjaga keharmonisan pihak2 terkait.


Ihlas dalam memberi dn menerima tanpa menimbulkan gejolak, cepat meredamnya jika ada. tidak melecehkan kehormatan dn idielogi sesama, apalagi menfitnah sikut kanan kiri demi ke akuannya atau kepentingan2 tersembunyi lainnya, dia bersikap dn berbicara dg dg wibawa dg lindasi keyakinan kpd Tuhannya. dia bertindak dg ilham dn pancaran Nur Ilahiyyah di sertai rasa penghambaan kpd Penciptanya. sebagaimana tersebut dalam Alquran yg jika di indonesiakan menurut versi Wong Wongan " Wahai Tuhanku janganlah Engkau memalingkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk, dn berilah kami dr keharibanMu Rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi" (ali imron 3/7), " tetapi orang2 yg kukuh ilmunya dr orang2 Mukmin percaya dg apa yg di turunkan kepadamu (Muhammad) dn apa yg di turunkan sebelummu, dn orang2 yg mendirikan Sholat dn Memenuhi zakat, dn orang2 mengimani Allah dn hari akhir. Merekalah yg kelak mendapat ganjaran yg besar" (al nisa 6/162). 

Menyadari akan tanggung jawab orang Waras, maka bnyk di antara mereka yg mau mengukur diri (bagi yg mempunyai latar belakang santri) dn demi menangkal penyakit hati atau menjaga diri dr penyakit "ain" (husus orang2 yg hafal alfiyah dn memahaminya). Maka jalan "NGENTHIR" adalah sebuah pilihan agar dia tdk menjadi pusat perhatian fesbuker. Agar dia tidak menjadi muara tampung berbagai macam persoalan. Karena orang "WARAS" haruslah siap memimpin, membimbing yg "KENTHIR". catatan ini di pungut dr berbagai sumber dn di jemur kemudian di goreng pada tengah malam. - by romo yai zainal wong wongan