SISI PALING RAHASIA PENGGEMPURAN LEBANON;

Posted in Rabu, 30 Maret 2011
by Mbah Lalar



Menyingkap Konspirasi Besar Zionis-Salibis dan Neo Syiah-Shafawis terhadap Ahlussunnah di Semenanjung Arabia Editor dan Penerjemah:
Muhammad Ihsan Zainuddin

“Dari semua yang terungkap dan terbaca, ada banyak rahasia yang tak terketahui. Karena itu, jangan pernah tertipu mendengar lolongan serigala, menyaksikan musang kenakan sorban, sebabmereka-lah penipu tercerdik dalam sejarah"
 
Dalam hitungan hari saja, dunia terperangah. Dan seolah tak pernah jemu, seluruh wajah dunia kembali berpaling ke wilayah paling panas di  seantero jagat: Palestina dan Lebanon.
 
Ada puluhan rudal mungkin yang  ditumpahkan ke kepingan wilayah itu, dan kemudian ada puluhan –bahkan mungkin ratusan- nyawa tak berdosa yang melayang, ratusan rumah tempat bernaung nyaris rata dengan tanah, dan gelombang pengungsian lalu menjadi fenomena yang tak terbendungkan.

Hampir bisa dipastikan, bahwa mayoritas –jika tidak semua- korban kekejian itu
–baik yang meninggal maupun yang harus berlari dengan wajah ketakutan
meninggalkan negrinya- adalah sekumpulan manusia yang tidak tahu menahu
mengapa orang-orang tercinta mereka harus menjadi korban…mengapa tempat
bernaung yang selama ini mereka bangun bata demi bata harus diremukkan
begitu saja…Yah, mereka tidak pernah tahu, setidaknya hingga kini.


Mereka tidak tahu…dan kita, kaum muslimin di Indonesia pun mungkin tak tahu
mengapa Hizbullah Lebanon menculik 2 tentara Israel. Tapi ketika Presiden Iran, Ahmadi Nejad datang ke Indonesia beberapa waktu yang lalu, kita dihinggapi sebuah euphoria yang gempita. Sebagian kita bahkan seperti menyambut seorang pahlawan agung. Kita kagum hanya karena kesederhanaannya…
 
Memang susah kita ini, karena jarang menemukan pemimpin yang sederhana, maka musang yang berlagak sederhana pun dengan mudah kita percayai…
 
Apakah kita kagum akan keberanian Iran –yang  merupakan representasi kekuatan Syiah abad ini- ‘melawan’ Amerika dalam hal nuklir? Apakah sebagai umat yang selama ini roda peradabannya sedang berada di bawah, kita menganggap ‘keberanian’ Iran itu sebagai awal  kemenangan Islam? Bila jawabannya adalah ‘iya’, maka ketahuilah ada banyak hal yang tidak kita ketahui dari semua peristiwa itu…

Dalam terminology Sunnah, kita saat ini sedang berhadapan dengan sebuah fitnah. Fitnah itu adalah saat berbagai peristiwa berkalut-kelindan satu sama lain, hingga kita terjebak dalam situasi dimana kita kehilangan nalar sehat untuk memilah mana hal dan pernyataan yang harus diapresiasi secara positif dan tidak. Atau dalam bahasa yang lebih tegas: nalar syar’i kita menjadi tumpul
dalam menentukan yang haq dan yang batil. Akibatnya, karena kita merasa
sebagai umat yang kalah, segala bentuk perlawanan yang memakai label
keumatan kita dengan segera kita anggap sebagai pahlawan Islam. Meski
sesungguhnya ia tak lebih dari musang berbulu domba! ‘Tulisan’ ini sebenarnya adalah pengantar saja terhadap sebuah tulisan yang ditulis untuk menyikapi berbagai  ‘kekacaubalauan’ yang hingga kini terus terjadi di Semenanjung Arabia; secara spesifik di Irak, dan Palestina serta Lebanon belakangan ini.
 
Mengapa Hizbullah Menyulik 2 Tentara Israel?; Membaca Tujuan Hakiki di Balik
Itu. Ditulis oleh DR. Muhammad Bassam, anggota Dewan Pendiri Rabithah
Udaba’ al-Syam (Ikatan Sastrawan Syam). Artikel ini dimuat dalam situs www.almoslim.net, edisi 21/6/1427. Semoga bermanfaat!
 
MENGAPA HIZBULLAH MENYULIK 2 TENTARA ISRAEL? Membaca Tujuan Hakiki di Balik Itu DR. Muhammad Bassam

Pada awal tulisan ini, menjadi penting untuk dijelaskan bahwa Israel tidak
lebih dari sebuah lembaga zionis yang ‘disisipkan’ dalam tubuh wilayah Arab-Islam kita. Dan sang penyusup ini harus dilawan dengan segala cara yang memungkinkan, hingga Palestina dapat dibebaskan. Seluruh Palestina…dari ujung laut hingga sungainya. Lembaga zionis ini tidak lebih dari sebuah kangker yang ditanamkan Barat di pusat kawasan Islam demi melanggengkan tujuannya: memecah belah dan menghalangi terwujudnya sebuah kekuatan negara berperadaban yang menjadi Islam sebagai referensi tertingginya. 
 
Meskipun kita sangat yakin, bahwa ‘proyek’ zionis itu
akan berjalan menuju kepunahannya sebagai sebuah akibat yang pasti dari
Sunnatullah di muka bumi ini. Musibah apapun yang menimpa lembaga zionis itu, dan apapun yang menimpa tentara-tentara negara pencuri itu; semuanya akan membuat kita gembira, ridha dan semakin yakin bahwa lembaga itu hanyalah sekumpulan omong  kosong yang kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan label Islam, dan merasa cukup dengan gembar-gembor untuk membebaskan dataran tinggi Golan dan Palestina…Isu Palestina menjadi isu dagangan pokok kelompok-kelompok yang dimotori oleh mereka yang membangun ‘Proyek Shafawisasi’ atau ‘Persianisasi’ di semenanjung Arabia; sebuah proyek yang mengalami kemajuan cukup pesat sejak dimulainya penjajahan terhadap Irak secara Amerikanis-Shafawis-Zionistik, setidaknya sejak 3 tahun belakangan ini… 
 
Di Damaskus, tiga bulan yang lalu (tulisan ini saya copy pada17 April 2010 pen) , telah diumumkan terbentuknya sebuah aliansi strategis Iran-Suriah yang di dalamnya turut pula bergabung kelompok Hizbullah dan beberapa kelompok Palestina, setelah sebelumnya kaum Shafawis Iran telah terlibat dalam suatu ‘permainan’ dengan Pemerintah Suriah…’Permainan’ itu terutama sangat jelas aromanya di bumi Irak yang terjajah, tentu dengan irama yang sejalan dengan sang penjajah Amerika. 
 
Meskipun masing-masing pihak tetap menjaga ‘mimpi-mimpi’ mereka untuk menanamkan pengaruhnya di kawasan Arab dan Islam. Di sini, mungkin menjadi sangat penting bagi kami untuk menunjukkan bahaya ‘mimpi-mimpi’ kaum Persianis-Shafawis, yang didukung penuh oleh Pemerintah Suriah, Hizbullah dan kelompok-kelompok Syiah di Irak.

Persekutuan gelap ini telah berubah menjadi gejala ‘kanker’ yang sangat  parah (dan keji!), yang bahayanya bagi umat Islam (terutama di kawasan Arab) melebihi bahaya lembaga zionis bernama Israel itu sendiri!
 
 
Berikut adalah beberapa fenomena ‘Proyek’
Rasialis Shafawistik ini:

 
1. Adanya gerakan dan upaya pembersihan etnis dan madzhab terhadap Ahlussunnah Arab di Irak, yang gejalanya semakin meningkat beberapa bulan belakangan ini, seiring dengan upaya pengisoliran terhadap mereka di wilayah
selatan Irak. Ditambah lagi dengan seruan untuk membagi kawasan Irak berdasarkan kelompok aliran, serta mendorong pasukan penjajah Amerika
untuk terus melakukan penangkapan, penawanan, pembunuhan, penghancuran
dan pembersihan terhadap kaum Ahlussunnah di Irak, terhadap mesjid-mesjid, lembaga-lembaga, dan juga gerakan-gerakan mereka!

2. Keterlibatan kaum Persia Shafawis di Irak dengan kerjasama yang sangat sempurna dengan Pimpinan tertinggi kaum Syiah di Irak, khususnya yang memiliki ras Persia. Dan itu diwujudkan dalam bentuk kerjasama intelejen, militer, ekonomi, politik dan agama, dengan dukungan penuh dari Amerika baik secara militer dan logistik, hingga Irak menjelma menjadi negara yang tunduk di bawah penjajahan kaum Persia Shafawis dengan menggunakan tank-tank Amerika!

3. Keterlibatan kaum Persia Shafawis di Suriah untuk mengerahkan gerakan Syiahisasi di tengah rakyat Suriah yang muslim sunni, dan pemberian kewarganegaraan Suriah kepada para keturunan Persia dan warga Syiah Irak, dari pihak pemerintahan Hafzih al-Asad. Dan jumlah mereka hingga saat ini telah melebihi 1.000.000 jiwa. Mayoritasnya bermukim di Propinsi al-Sayyidah
Zainab dan sekitarnya di Damaskus.

4. Menonjolnya upaya-upaya pemalsuan yang sangat vulgar dalam perhitungan demografis terhadap rakyat Suriah. Dan mungkin bukti yang paling jelas atas itu
adalah studi-studi fiktif yang dipulikasikan oleh Intelejen Suriah bahwa masyarakat Suriah adalah masyarakat minoritas, dan prosentase
Ahlussunnah dari keseluruhan jumlah masyarakat Suriah itu hanya 48%. Dan
jumlah itupun mengalami perpecahan di dalam tubuhnya sendiri! Padahal, rakyat Suriah secara mayoritas mutlak terdiri dari Ahlussunnah, dan ini adalah sebuah fakta yang terlalu jelas di Suriah. Tetapi para pelaksana proyek Persianis Shafawis ini mengira bahwa dengan melakukan pemalsuan  terhadap angka-angka demografis di Irak –tentu saja dengan mengorbankan Ahlussunnah yang mayoritas-, mereka juga dapat melakukan hal yang sama di Suriah!!

5. Kesepakatan dan konspirasi bersama dengan kekuatan Amerika Sang Penjajah. Dan mungkin bukti paling jelas atas itu adalah apa yang dipublikasikan oleh pimpinan spiritual tertinggi Syiah di Irak, berupa fatwa-fatwa yang mengharamkan perlawanan terhadap ‘Sang Penjajah’ dan membukakan pintu
seluas-luasnya terhadap ‘proyek’ penyembelihan kaum Ahlussunnah di Irak,
bahkan melabeli mereka dengan label teroris. Dan semua itu dilakukan seiring dengan upaya-upaya dusta mereka yang seolah mendorong perlawanan terhadap Amerika hingga negara itu merdeka! Sejarah memang selalu berulang. Peran-peran yang mereka lakukan hari ini sesungguhnya diilhami oleh peran-peran keji nenek-moyang mereka: al-Thusy dan Ibn al-Alqamy, bersama tentara Mongolia dan Tartar untuk menjatuhkan umat Islam di akhir masa kekhilafahan Abbasiyah!!

6. Semakin meningkatnya upaya-upaya penangkapan yang dilakukan oleh Pemerintah Hafizh al-Asad terhadap warga Arab Iran (al-Ahwaz) yang mencari
perlindungan ke Suriah sejak puluhan tahun yang lalu. Tidak hanya itu, sebagian tokoh perlawanan al-Ahwaz itu (seperti Khalil ibn ‘Abd al-Rahman al-Tamimy dan Sa’id ‘Audah al-Saky) kemudian diserahkan
kepada pihak Intelejen Iran! * * *

Sudah tentu proyek Shafawistik ini memerlukan ‘sampul’ dan
‘bingkai’ yang bisa diterima oleh seluruh bangsa Muslim. Harus ada upaya
percepatan yang memungkinkan para pelaku proyek ini ‘mempermainkan’
keterlibatan emosional seluruh bangsa Muslim di dunia. Dan untuk saat
ini, tidak ada cara yang terbaik kecuali mengangkat masalah Palestina,
lalu kemudian ‘memainkannya’ dengan cantik…Dari balik ‘sampul’ itulah
tersembunyi niat-niat keji para pelaku proyek busuk ini. Banyak yang
tertipu. Sebagian gerakan Islam bahkan terbuai dalam permainan yang
mereka mainkan…Semboyan-semboyan kosong yang memancing emosi dan
solidaritas benar-benar menyilaukan mereka yang selalu menyederhanakan
bahaya kaum Syiah Shafawis ini… Untuk
upaya mempermainkan ‘kisah pilu’ Palestina ini maka dilakukanlah
langkah-langkah berikut:

1. Lebih
dari sekali, Presiden Iran meneriakkan slogan-slogan kosongnya untuk
seruan menghapuskan Israel (dari peta dunia)!

2. Mengumumkan
aliansi Iran-Suriah dengan beberapa organisasi Palestina yang memiliki
citra yang baik di mata dunia Arab dan Islam. Mereka juga berlagak akan
memberikan bantuan finansial kepada pemerintahan HAMAS…tapi
seperti biasa bantuan itu tak pernah ada! Bantuan-bantuan itu
tak pernah sampai ke tangan yang berhak hingga sekarang. Dan yakinlah,
bantuan itu tak akan pernah sampai hingga kapanpun…Menteri Luar Negri
Iran pada tanggal 10 Juli 2006 menegaskan dalam sebuah jumpa pers bahwa
proses pemberian bantuan 50 juta dolar itu masih dalam taraf pengambilan
keputusan (4 bulan setelah janji itu disampaikan), dan hingga sekarang
jumlah itu belum pernah dibayarkan. Maka
bantuan Iran itu tidak lebih dari sekedar gembar-gembor dan janji
kosong, sebab kaum Shafawis-Persianis itu tak akan dapat digerakkan
kecuali dengan motif ras dan kelompok, yang salah satu konsekwensinya
adalah tidak memberikan bantuan apapun terhadap gerakan Palestina
manapun yang Ahlussunnah, bagaimanapun kondisinya!!

3. Penyelenggaraan
berbagai pertemuan mencurigakan antara pemerintah Suriah dengan
pemerintah Zionis, yang diawali dengan jabatan tangan antara Presiden
Suriah, Basyar al-Asad dan Moshe Katzav, Presiden Israel, saat
mengunjungi jenazah Paulus di Vatikan. Hal itu kemudian diikuti dengan
pernyataan-pernyataan pihak Zionis bahwa pemerintah Suriah adalah
pilihan mereka yang harus didukung. Sementara pihak Suriah juga
menyatakan keinginannya untuk berdialog dengan kaum Zionis, meski di
saat yang sama, pihak Suriah gencar melakukan pembersihan etnis terbesar
dalam sejarahnya terhadap warga negaranya, melakukan konspirasi
terhadap upaya pengajaran Islam Ahlussunnah, sembari memberikan dorongan
bahkan bantuan moral dan materil terhadap pengajaran Syiah-Shafawis.
Peristiwa paling mutakhir yang membuktikan hal ini adalah pertemuan
dubes Suriah dengan pimpinan persatuan Zionis di London (Surat kabar al-Syarq
al-Ausath, 12/7/2006) dan penyambutan terhadap pemuka Zionis
Amerika untuk menyampaikan ceramah di salah satu mesjid jami’ terbesar
di Halab (Surat kabar al-Khalij, 11/7/2006).

4. Keterlibatan
Mossad yang cukup dalam di Irak dengan dukungan pemerintah Irak buatan
Amerika, dengan koordinasi yang kuat dengan apa yang disebut al-Haras
al-Tsaury al-Irany (Pengawal Revolusi Iran) dan berbagai milisi
Syiah Shafawiyah di Irak; untuk menangkap dan membunuh para ulama dan
tokoh Ahlussunnah yang berpengaruh di Irak. Mereka bahkan melakukan
berbagai tindakan terror terhadap Ahlussunnah di Irak berupa penculikan,
penyiksaan hingga pembunuhan. Dan aliansi strategis ini bahkan telah
siap melakukan langkah yang sama di tiga wilayah: Irak, Suriah dan
Lebanon. Karena itu, tindakan apapun yang dilakukan oleh salah satu dari
aliansi ini, sesungguhnya merupakan bagian dari global proyek Shafawis
ini di sepanjang kawasan yang memanjang dari Iran hingga Lebanon,
termasuk didalamnya Irak dan Suriah! Karena itu, dan berdasarkan
kesatuan strategi dan tujuan, serta komperhensifitas peran antara
pemerintahan Persianis Iran, pemerintahan al-Asad di Suriah dan
gerakan-gerakan Syiah di Lebanon…berdasarkan itu saja, kita dapat
menyimpulkan berbagai upaya dan tindakan yang selama ini dilakukan,
serta menentukan arahnya: apakah ia sepenuhnya untuk kemashlahatan
bangsa Arab dan kaum muslimin…atau untuk kepentingan pelaksanaan rencana
kaum Shafawis Persianis untuk menguasai wilayah dan kekayaan kita,
untuk kemudian melakukan gerakan pembersihan etnis dan aliran terhadap
Ahlussunnah di wilayah ini, untuk selanjutnya memperluas aksinya ke
semanjung Arabia hingga Afrika Selatan…demi mengembalikan kejayaan
Dinasti Shafawiyah dan Fathimiyah, dengan menguasai wilayah Arab dan
kaum muslimin!! Coba Anda renungkan:
Apa arti dari peristiwa kemarahan Basyar al-Asad
di Damaskus terhadap Pemerintah Lebanon, yang lalu diikuti dengan
mundurnya 5 menteri Syiah dari Hizbullah dan Gerakan Amal …mereka
mengundurkan diri lalu membekukan kegiatan mereka di sana??!
Apa arti dari apa yang dilakukan oleh sebagian
peserta Konferensi Advokat Arab -yang diselenggarakan di Damaskus
beberapa bulan yang lalu-, yang mengangkat bendera Hizbullah di
konferensi itu…padahal tidak ada satupun tanda atau symbol Lebanon
sebagai negara yang diangkat di sana, bahkan untuk bendera kebangsaannya
sekalipun??! Mengapa Hasan
Nashrullah meletakkan foto si orang Persia bernama “Imam” Khomeni itu di
atas kepalanya dalam ruang kerjanya di Lebanon?? Dan sebelum itu, apa makna dari jawaban salah
seorang pemimpin Hizbullah atas pertanyaan wartawan di tahun 1987
“Apakah kalian merupakan bagian dari Iran?” (yang kemudian menjawab):
“Bahkan kami adalah Iran di Lebanon dan Lebanon di Iran”?? Nah, atas dasar fakta-fakta inilah seharusnya
kita menghukumi berbagai hal dan kejadian yang belakangan ini terjadi,
yang notabene diprovokasi dan diledakkan oleh Hizbullah dari
balik aliansi Shafawis strategisnya –yang katanya- melawan keberadaan
Zionisme!! * * * Sesungguhnya tujuan utama dari proyek Kaum
Shafawi Persia ini adalah menguasai dunia Arab dan Islam, yang dimulai
dengan menundukkan wilayah bulan sabit (Negri-negri Syam dan
Irak). Proyek ini setidaknya dibangun di atas 5 pijakan:

1. Bekerja
sama dengan kekuatan Barat di bawah komando Amerika semaksimal mungkin
untuk menguasai negri-negri kaum muslimin, serta melakukan peran-peran
keji yang tidak kalah kejinya dengan apa yang dilakukan oleh Ibn
al-Alqamy saat bekerja sama dengan Holako Khan untuk menjatuhkan
Khilafah Islamiyah. Dan seluruh dunia mengetahui dengan baik, bahwa Iran
memiliki peran yang sangat besar dalam bekerja sama bersama Amerika
untuk menjatuhkan Afghanistan…kemudian Irak. Para petinggi Iran sendiri
mengakui hal itu. Bahkan mereka bangga akan itu. Muhammad Ali Abthahi,
wakil presiden Iran yang lalu mengatakan: “Seandainya bukan karena Iran,
Amerika tidak mungkin mampu menguasai Irak…Seandainya bukan karena
Iran, Amerika tidak mungkin mampu menundukkan Afghanistan.” Tentu ini
semua demi untuk melemahkan Ahlussunnah, lalu kemudian menghancurkan
mereka di bawah payang pendudukan Amerika!!

2. Menyalakan
api peperangan antar kelompok, melakukan upaya pembersihan etnis dan
kelompok, bekerja keras untuk membagi-bagi wilayah kita kaum muslimin,
mengusir warga Irak yang Ahlussunnah dari propinsi-propinsi dimana
mereka hidup bersama dengan kaum Syiah, ditambah dengan peran-peran
merusak para pemimpin spriritual Syiah di Irak untuk menghancurkan
Ahlussunnah dan semua lembaga yang mereka miliki. Ingat! Al-Syirazy
menyerukan dalam khutbahnya untuk menghancurkan mesjid-mesjid
Ahlussunnah di Irak. Dan mereka benar-benar menghancurkan
ratusan mesjid Ahlussunnah, atau mengubahnya menjadi Husainiyat dan
pusat-pusat Syiah Shafawis.

3. Membunuh
tokoh-tokoh potensial Ahlussunnah –baik dari kalangan ilmuwan, militer
dan agama-, dan melakukan semua upaya keji untuk meneror, mengusir atau
membalas dendam pada mereka!

4. Melakukan
kamuflase demografis sebagaimana yang terjadi di Suriah secara khusus.
Dan juga seperti yang terjadi di Lebanon dan Yordania, apalagi di irak.
Ditambah lagi bertebarannya para missionaris Syiah di tengah shaf
Ahlussunnah.

5. Menciptakan
benturan-benturan fiktif dengan kaum Zionis Israel. Padahal itu
hanyalah sebuah pancingan agar Israel mengamuk lalu menghancurkan
negri-negri kita kaum muslimin. Dan bila kekacauan itu terjadi, mereka
dengan mudah memainkan strategi Shafawistik mereka demi mewujudkan
tujuan-tujuan kejinya, persis seperti kondisi yang mereka ciptakan
sebelumnya di Afghanistan dan Irak!!
Sesungguhnya proyek Shafawis Syiah itu menyerupai proyek Zionis
dalam berbagai sisinya. Namun sebenarnya lebih berbahaya dari proyek
Zionis…Para pendukung proyek ini tidak akan berhenti hingga berhasil
melenyapkan seluruh Ahlussunnah. Sebuah proyek yang mengemban kedengkian
sejarah yang membuncah, yang dibangun di atas sampah-sampah agama
mereka, seperti: Mushaf Fathimah, nikah mut’ah, menuhankan para imam,
menghina para sahabat, menyimpangkan al-Qur’an dan Sunnah, dan
mengafirkan Ahlussunnah…Karena itu, proyek ini jauh lebih berbahaya dari
proyek Zionis dan Westernisasi Kolonialis Barat-Amerika…meskipun kaum
muslimin tetap berkewajiban untuk melakukan perlawanan terhadap kedua
proyek tersebut, namun tetap saja perlawanan terhadap proyek Shafawis
Persia itu harus lebih kuat dan keras!! Sesungguhnya 4 wilayah yang dipilih oleh kaum
Syiah Shafawi sebagai jejak awal merealisasikan tujuan dan rencana
mereka adalah sebagai berikut:

1. Wilayah Iran: di kawasan ini operasi pembersihan terhadap Ahlussunnah sangat luas terjadi. Ini diikuti dengan penghalalan harta, kehormatan dan
bahkan mesjid-mesjid mereka (perlu diingat, bahwa di seluruh Taheran
tidak ada satupun mesjid Ahlussunnah!)

2. Wilayah Irak: di kawasan ini, mereka bekerja sama dengan penjajah Amerika untuk melakukan upaya-upaya seperti: penghancuran dan membagi-bagi wilayah
Irak, mempersenjatai milisi-milisi Syiah untuk menyerang Ahlussunnah, pembersihan dan pengusiran Ahlussunnah, dan memalsukan prosentase jumlah
penduduk Irak dengan menyebarkan studi-studi palsu yang menyatakan
kemayoritasan Syiah, padahal sebelumnya Ahlussunnah menempati posisi 52%
penduduk Irak!! Di sini harus pula disebutkan adanya misi-misi bersenjata yang ditujukan pada saudara-saudara kita dari Palestina yang hidup di Irak; berupa tekanan, pembunuhan, penangkapan, pelecehan kehormatan, dan penghancuran tempat tinggal…dan fakta menunjukkan bahwa teror-teror itu jauh lebih berat daripada teror yang selama ini mereka terima dari bangsa Zionis. Mereka bahkan berharap dapat kembali ke bumi Palestina dan berada di bawah kaki penjajah Zionis, daripada harus merasakan teror kaum Syiah!!

3. Di wilayah Suriah: pemerintah Suriah –yang merupakan sekutu strategis
Iran- telah melakukan berbagai upaya penangkapan dan pembersihan yang
sangat luas terhadap rakyat Suriah sendiri. Mereka melakukan pembatasan
terhadap lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan memberikan keleluasaan
bagi lembaga-lembaga Syiah…padahal Syiah di Suriah sama sekali tidak
mempunyai wujud riil. Pemerintah Suriah juga melindungi upaya misionarisme Syiah di tengah kaum muslimin Suriah, memberikan kewarganegaraan pada kaum Syiah yang datang dari Iran dan Irak, serta mempersempit ruang gerak orang-orang al-Ahwaz yang mengungsi ke Damaskus…Suriah juga menyiapkan dirinya sebagai pangkalan penggempuran terhadap Lebanon dan Yordania, tentu dengan menggunakan masalah Palestina sebagai ‘senjata’ untuk kepentingan aliansi keji ini!!

4. Di wilayah Lebanon: Hizbullah dan Gerakan Amal –keduanya jelas gerakan Syiah- memainkan peranan sebagai gerakan perlawanan palsu. Mereka berlagak melakukan perlawanan terhadap Israel demi menjaga senjata tetap di tangan mereka, dan untuk memainkan lobi politik mereka di Lebanon demi kepentingan aliansi Shafawis-Persianis. Kedua gerakan ini jelas-jelas melancarkan misionarisme Syiah dan –yang tak kalah penting- sengaja memancing Israel untuk menghantam Lebanon kapan saja aliansi Shafawistik itu membutuhkannya, tentu disertai dengan upaya yang terus-menerus menghancurkan keutuhan Lebanon, dan membentuk sebuah negara Syiah dalam Negara Lebanon!!

Maka menjadi sangat penting -saat kita melihat
kawasan yang terbentang dari Iran hingga Lebanon dan Palestina- untuk
memahami utuh apa yang telah kita gambarkan sebelumnya. Ini untuk
menggambarkan secara utuh dan jelas apa yang sebenarnya menjadi tujuan
dari setiap tindakan para pendukung Proyek Shafawis di kawasan manapun. Dasar inilah yang harus jadi pijakan kita dalam melihat tindakan militer yang
dilakukan oleh Hizbullah belakangan ini;

penyulikan 2 tentara Israel dan pembunuhan terhadap 7 orang dari mereka…
Gambaran keadaan sebelum terjadinya tindakan
militer ini dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Terjadinya peningkatan usaha pembersihan etnis dan aliran yang dilakukan oleh milisi Shafawi-Syiah di Irak, yang juga diikuti dengan pemusnahan yang
keji terhadap penduduk yang berasal dari Palestina, dan pengusiran Ahlussunnah dari wilayah selatan Irak (saat ini di Bashrah hanya tersisi 7% Ahlussunnah, padahal sebelumnya selama puluhan tahun mereka mayoritas di sana, dan menjelang pendudukan Amerika jumlah mereka adalah 40%)!! Peristiwa ini diselingi juga dengan pernyataan Presiden Iran untuk melenyapkan Israel!!

2. Gerakan perlawanan Palestina –yang tentunya memiliki latar belakang
Ahlussunnah- menyita perhatian publik bahwa dialah satu-satunya yang terlibat dalam perlawanan terhadap Israel, dimana Israel telah sampai pada jalan buntu untuk mewujudkan tujuannya melawan rakyat Palestina dan gerakan-gerakan perlawanannya.

3. Tersingkapnya keterlibatan Hizbullah dalam kesepakatan sekutunya, Iran, yang bersama dengan penjajah Amerika bersepakat untuk menghancurkan gerakan perlawanan Irak. Hizbullah juga terlibat dalam pelatihan milisi Syiah
Shafawiyah di Irak, dan milisi yang sama-lah yang melakukan pemusnahan
terhadap warga Palestian dan Ahlussunnah di Irak!

4. Mulainya kejatuhan misi-misi Syiah di Suriah dan Lebanon sebagai sebuah dampak terbalik dari tersingkapnya sikap-sikap politik para ‘peserta’ aliansi
Shafawis yang ternyata mendukung Zionis dan pendudukan Amerika di Irak yang notabena telah mendapatkan penolakan luar biasa dari  rakyat Irak-…
lalu disusul oleh munculnya bibit-bibit perbenturan dalam pelaksanaan kedua proyek besar Irak: proyek Amerika dan proyek Persia-Shafawis!! 
 
5. Semakin kuatnya tekanan nasional pihak Lebanon, yang merupakan reaksi negatif atas pemerintah Suriah setelah pengusirannya dari Lebanon…dan juga
semakin rapuhnya posisinya pemerintah Suriah akibat semakin dekatnya
tudingan dunia internasional atas pembunuhan Presiden Rafiq al-Hariri
beberapa waktu lalu. 
 
Karena semua faktor itu, maka:
 
Harus ada upaya memalingkan pandangan mata dunia dari apa yang terjadi di Irak, baik yang dialami oleh Ahlussunnah maupun warga Palestina berupa tekanan kaum Syiah Shafawis… 
 
Harus ada upaya untuk ‘mencuri’ pandangan dunia dari gerakan perlawanan Ahlusunnah Palestina yang berhasil membuktikan kelemahan Israel… 
 
Harus ada upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap upaya-upaya ‘zending’ Syiah di kawasan itu… 
 
Harus ada usaha untuk mengembalikan ‘kebenaran’ sesumbar dusta Ahmadi Nejad untuk melenyapkan Israel dan melawan negara Zionis itu… 
 
Harus ada upaya untuk menutupi kesepakatan Hizbullah yang ingin melawan
gerakan-gerakan perlawanan Irak… 
 
Harus ada upaya untuk mengacaukan politik di Lebanon demi menciptakan
kekacauan yang telah diancamkan oleh Presiden Suriah, Basyar al-Asad…
Semua itu harus dilakukan, meski harus mengorbankan Lebanon…seluruh Lebanon bahkan…
 
Yah, meskipun itu harus menyebabkan kehancuran negri bernama Lebanon!! Untuk itu semualah, Hizbullah –sebagai salah satu pendukung proyek Shafawi-Persianis- menjalankan usaha atau petualangannya belakangan ini ‘melawan’ Sang Zionis!! Apakah kita kontra terhadap sebuah gerakan yang melawan Zionis?? Tentu saja tidak! Kita mendukung setiap gerakan yang dapat melemahkan dan menjatuhkan negara pencuri Zionis itu! 
 
Tapi kita tidak bisa menerima jika gerakan itu menjadikan upaya perlawanannya
sebagai bagian dari sebuah pewujudan tujuan yang jauh lebih berbahaya
dari proyek Zionisme di negri-negri kita.
 
Kita tidak setuju jika para pelaksana proyek itu menjadikan masalah Palestina
sebagai barang dagangan mereka, sementara di saat yang sama, di
Baghdad, mereka menyembelih orang-orang Palestina, merampas harta dan
kehormatan mereka. 
 
Kita tidak pernah bisa menerima jika kaum Shafawi-Syiah itu ingin mengacaukan
keamanan Suriah dan Lebanon demi mewujudkan tujuan-tujuan agama mereka…
Selamanya, kita tidak akan menerima jika Lebanon dihancurkan dan rakyatnya dibunuh hanya karena ulah provokatif yang dilakukan oleh pendukung proyek Shafawis-Persianis, yang eksekusinya dijalankan oleh kaum Zionis!! Kita tidak bisa menerima jika kaum Neo-Shafawis itu berlagak ingin mengorbankan diri mereka, bahwa merekalah gerakan perlawanan itu…
Sementara dengan sangat jelas mereka juga melirik dan mendukung proyek Amerika dan Zionis… 
 
Kita tidak bisa menerima jika dunia memalingkan pandangannya dari segala
kekejian dan kejahatan kaum Syiah-Shafawis terhadap saudara-saudara,
keluarga dan rakyat muslim kita di Irak… Kita tidak bisa menerima jika operasi-operasi militer gelap itu dijadikan sebagai ajang penguluran waktu untuk
membangun proyek Senjata Nuklir Iran-Shafawis, yang kelak akan digunakan
untuk menghancurkan bangsa Arab dan kaum muslimin…untuk merampas negri,
kekayaan dan juga harga diri mereka!! 
 
Periksalah semua lembaran sejarah, Anda tidak akan pernah menemukan bahwa Iran pernah terlibat dalam peperangan melawan kaum Zionis sekalipun…atau
bahkan melawan ‘Si Setan Besar’ Amerika!! Anda tidak akan pernah
menemukan satu huruf pun di dalam sejarah yang menunjukkan itu. 
 
Bahkan Iran justru pernah mempermalukan dirinya dengan mengimpor senjata dari Israel dan Amerika saat berperang melawan Irak (ingat kasus Iran-gate!)…
 
Iran sendiri-lah yang membujuk dan mendukung keberlangsungan pendudukan
Amerika di Irak…Iran sendiri-lah yang ikut campur dan memudahkan
pemerintah Suriah untuk melenyapkan putra-putra terbaiknya…
 
Iran sendiri-lah yang menggunakan Hizbullah untuk memancing tindakan
penghancuran Lebanon oleh Israel…Iran sendiri-lah yang merebut tiga
pulau milik Emirat Arab…dan Iran-lah yang berusaha mengubah gerakan
perlawanan Palestina menjadi selembar kertas yang kelak dengan mudah ia
mainkan, meski harus mengorbankan stabilitas keamanan seluruh kawasan
Arab dan Islam!! 
 
Bila aliansi Neo Syiah-Shafawi itu sungguh-sungguh melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel, mengapa dataran tinggi Golan masih tenang-tenang saja hingga kini??! Bila Hasan Nasrullah dan Hizbullah-nya memang ingin membebaskan tawanan-tawanan Lebanon, mengapa ia tidak menuntut sekutunya, Suriah, untuk melepaskan ratusan orang-orang Lebanon di penjara Suriah??! 
 
Bila aliansi Neo Syiah-Shafawi ini jujur dengan semua gembar-gembornya, lalu siapakah yang menyambut pasukan Zionis dengan karangan bunga ketika mereka berhasil menguasai wilayah Lebanon Selatan bulan Juni 1982??!
 
Lalu siapa yang mengundang pasukan Amerika ke Irak, dan hingga kini saat
kalimat-kalimat ini dituliskan, aliansi itu masih terus berlanjut??!
Jika Hizbullah memang ingin melindungi Lebanon dan rakyatnya, mengapa mereka melakukan upaya provokatif baru-baru ini tanpa sepengetahuan pemerintah Lebanon yang pada Rabu sore, 12-7-2006 mengeluarkan pernyataan: 
 
“Pemerintah Lebanon samasekali tidak mengetahui
operasi yang dilakukan oleh Kelompok Hizbullah ini” ??!
 
Jika mereka –kaum Neo Syiah-Shafawis- itu memang ingin meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina yang terus terancam oleh tekanan Zionis, lalu mengapa mereka menghabisi mereka di Baghdad dengan cara yang jauh lebih keji dan kejam??!

Maka setelah semua ini, menjadi kewajiban kita semua –bangsa Arab dan seluruh kaum muslimin- untuk memahami sebaik-baiknya kenyataan politik, keamanan dan pandangan keagamaan kaum Neo Syiah-Shafawis yang ada saat ini… Mereka harus menyadari kedahsyatan bahaya mereka terhadap –tidak saja bangsa Arab-, namun juga kaum muslimin…
 
Lalu kemudian merumuskan langkah yang tepat untuk melawan kedua proyek keji ini: proyek Zionis-Salibis dan proyek Neo Syiah-Shafawis-Persianik
–dimana yang terakhir disebutkan jauh lebih keji dan berbahaya dari yang
sebelumnya-. Selamatkan agama, peradaban, masa depan negri dan generasi
kita dari mereka!!




Sandiwara Iran “Bermusuhan” Dengan Zionis Yahudi & Amerika


Di antara metode yang ditempuh oleh para penggiat agama Syiah ialah
dengan memanfaatkan sandiwara yang berjudul: Iran “bermusuhan” dengan
Negara Yahudi dan Amerika.

Isu ini sangat efektif untuk menarik simpati umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sampai-sampai terkesan bahwa negara Iran yang notabene adalah penganut agama Syiah adalah satu-satunya Negara pembela kepentingan umat Islam di zaman sekarang.

Karenanya tatkala Indonesia yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB turut menyetuji resolusi no.1747 yang hanya berisikan kecaman terhadap rakyat Iran atas kegiatannya pengayaan uranium, betapa solidaritas umat Islam di Indonesia begitu besar untuk menuntut Presiden SBY –semoga Allah Jalla wa ‘Ala memberikan kebaikan kepadanya-, sampai-sampai DPR mengajukan hak interpelasi.

Dengan adanya kejadian ini, menjadikan masyarakat kurang peka terhadap berbagai trik para penggiat agama Syiah bahkan menjadi lebih terbuka untuk
menerima berbagai keanehan ajaran mereka.

Saudaraku…

Agar anda tahu apa sebenarnya isu “permusuhan” dengan bangsa Yahudi, saya mengajak saudara untuk merenungkan beberapa fakta berikut:

1. Iran adalah Negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar setelah
Israel. Menurut sumber resmi pemerintah Iran, jumlah pemeluk agama
Yahudi di Iran berkisar antara 25-30 ribu penduduk. Bahkan di kota
Teheran ada lebih dari 10 Sinagogue (tempat ibadah umat Yahudi). Akan
tetapi, masjid-masjid Ahlu Sunnah tidak satupun yang mereka biarkan
berdiri tegak disana. Bukan sekedar itu saja, orang-orang Yahudi diberi
ruang yang begitu istimewa, yaitu dengan diberikan kesempatan untuk
memiliki perwakilan di parlemen. Sebagaimana umat Yahudi di Iran
memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan para penganut agama Syiah.
Suatu hal yang tidak mungkin dirasakan oleh komunitas Ahlu Sunnah.
Bahkan komunitas Yahudi Iran hingga saat ini bebas untuk berkunjung ke
karib-kerabat mereka di Israel, tanpa ada gangguan sedikitpun baik dari
pemerintah Iran atau penduduk setempat. [1]

2. Adanya hubungan perdagangan antara Iran dan Yahudi. Sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi. Dan hubungan perdagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini. Pada tahun 1982 M, Yahudi menjual persenjataan yang
berhasil mereka rampas dari para pejuang Palestina di Lebanon dengan harga 100 juta dolar Amerika [2]. Bahkan pada tahun 1980-1985, Zionis Yahudi merupakan Negara pemasok senjata terbesar ke Iran [3]. Sandiwara “permusuhan” Iran dan Yahudi mulai terbongkar, ketika pesawat kargo
Argentina yang membawa persenjataan dari Yahudi ke Iran tersesat,
sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya di tembak jatuh oleh
pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan, Iran membeli persenjataan
dari Yahudi seharga 150 juta dolar Amerika, sehingga untuk mengirimkan
seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan [4].

3. Perdagangan antara kedua Negara (Iran & Yahudi) hingga kini juga terus berkelanjutan. Sebagai salah satu buktinya, harian Palpress News Agency Edisi 25/04/2009 melaporkan bahwa di kota Teheran, telah dipasarkan buah-buahan yang diimpor dari Yahudi.

4. Bila anda mengikuti berita international, Anda pasti pernah membaca pemberitaan bahwa pada hari selasa 12/1/2010 ahli nuklir Iran yang bernama Masoud Ali-Mohammadi yang berdomisili di kota Teheran ibukota Iran, tewas di
dekat rumahnya akibat serangan bom. Kementrian luar negeri Iran langsung
menuduh kaki tangan AS dan Yahudi di balik serangan bom itu. Aneh bukan? Iran telah memiliki bukti bahwa Yahudi dan Amerika telah mengadakan serangan di Teheran dan telah menewaskan ahli nuklirnya.

Walau demikian, tidak ada reaksi pemerintah Iran dan para penganut Syiah
tetap berdarah dingin dan tidak satupun tentara Iran yang dikirim untuk
membalas serangan tersebut.